Showing posts with label Artikel Perikanan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Perikanan. Show all posts

Monday, July 14, 2014

INFO TENTANG HABITAT LELE DAN PERILAKUNYA


Habitat Ikan Lele
Habitat atau lingkungan hidup lele adalah air tawar. Meskipun air yang terbaik untuk memelihara lele ialah air sungai, air dari saluran irigasi, air tanah dari mata air, maupun air sumur, tetapi lele juga relatif tahan terhadap kondisiairyang menurut ukuran kehidupan ikan dinilaikurang baik. Sebagai contoh, lele dapat hidup subur di kolam penampungan air comberan maupun di sawah dengan air yang dangkalnya 5-10 cm saja, asalkan ada tempat-tempat untuk berlindung seperti kolong dari tumpukan batu-batu atau potongan pipa-pipa paralon.

Lele juga dapat hidup dengan padat penebaran tinggi maupun pada kolam yang kadar oksigennya rendah karena lele mempunyai alat pernapasan tambahan yang disebut labirin yang memungkinkan lele mengambil oksigen langsung dari udara untuk pernapasannya. Lele dapat dipelihara di berbagai jenis kolam dengan kualitas air yang tidak terlalu baik. Air comberan masih dapat dimanfaatkan untuk memelihara lele, asalkan tidak mengandung air sabun, deterjen, dan bahan- bahan berbahaya seperti sisa obat semprot serangga, karbol, atau kreolin. Apalagi limbah dari pabrik yang mengandung bahan kimia berbahaya seperti limbah pabrik tekstil tentu tidak mungkin digunakan untuk memelihara ikan termasuk lele. Air comberan yang boleh digunakan untuk memelihara lele hanya yang mengandung bahan-bahan organik seperti air cucian beras atau buangan sisa makanan dari dapur.

Perilaku Ikan Lele

Pada dasarnya lele disebut binatang nokturnal artinya bersifat aktif pada malam hari atau suasana gelap. Oleh karena itu, di siang hari lele lebih suka bersembunyi atau berlindung di balik benda-benda atau bebatuan didasar perairan. Berkaitan dengan sifat dan tingkah lakunya, memancing lele pada malam hari lebih berhasil daripada di siang hari karena lele aktif mencari makan pada waktu malam atau sesudah matahari terbenam. Cara menangkap lele pada siang hariadalah dengan meletakkan tabung-tabung dari bambu atau bahan lainnya di dasar kolam atau sawah kemudian lele digiring agar berkumpul di dalam tabung tersebut. Setelah penuh lele, tabung-tabung tersebut diangkat dan lele dipindahkan ke dalam wadah yang telah disediakan.

Sunday, June 29, 2014

CARA MEMULAI USAHA BUDIDAYA BAWAL



Dalam industri perikanan di tanah air ikan bawal ini tergolong baru. Namun peningkatannya sangat pesat sebab mendapat sambutan yang sangat baik dari para petani ikan di indonesia. Meski banyak durinya namu daging ikan bawal sangat gurih dan nikmat. Peluang usaha budidaya ikan bawalsangat terbuka dan prospek bisnis kedepannya sangat bagus. Proses produksi ikan ikan predator ini terbilang sangat singkat.Masa pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” karena dapat menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan asli perairan Indonesia.Ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.

Budidaya ikan bawal air tawar relatif mudah dilakukan. Pemijahan ikan bawal dapat dilakukan secara induced-spawning: induk yang sudah matang gonad dirangsang dengan penyuntikan hormon kemudian dipijahkan secara alami. Tempat pemijahan cukup menggunakan kain hapa yang disimpan di dalam bak tembok ataupun di kolam. Telur yang dikeluarkan induk betina dan sudah dibuahi oleh sperma induk jantan dapat dipanen kemudian ditetaskan di dalam akuarium atau hapa penetasan. Larva hasil penetasan dapat bertahan dengan yolksack yang dibawanya sampai 4 – 5 hari setelah penetasan sebelum kemudian diberi pakan Artemia.

Cukup dengan pemberian 2 – 3 kali per hari selama hanya 2 – 3 hari, larva sudah dapat dijual atau ditebar ke kolam. Pendederan dan pembesaran di kolam relatif tidak sulit dilakukan. Pertumbuhan ikan bawal relatif cepat meskipun memerlukan kandungan oksigen yang mencukupi melalui aliran air ke kolam. Pakan yang diberikan dapat beragam mulai dari pakan buatan, sisa-sisa sayuran, ikan yang lebih kecil bahkan sampai biji kapuk. Kemudahan-kemudahan tersebut telah mendorong para pengusaha ikan memacu produksi ikan ini yang menyebabkan perkembangan budidayanya sedemikian cepat dan berkembang di banyak tempat bahkan cenderung tidak terkendali.

Proses pendederan ikan bawal di kolam juga perlu diperhatikan agar tidak ada lagi benih ikan ini yang tercampur ke ikan lain, misalnya nila atau mas, yang kemudian ikut terbawa ke keramba jaring apung dan dapat merusak jaring dari dalam. Perkembangan kemampuan reproduksi secara alami di perairan bebas juga perlu diteliti secara akurat untuk memastikan kemungkinan tingkat perkembangan ikan ini di perairan Indonesia, sejalan juga dengan penelitian terhadap kemampuan ikan ini untuk merusak keramba jaring apung dari luar. Lebih lanjut, perlu juga diteliti kemungkinan ikan ini dapat mendesak ikan lain pada suatu relung yang sama, seperti yang diyakini telah terjadi pada kasus lele dumbo yang mendesak relung lele organik lokal.

CARA MEMULAI USAHA BUDIDAYA BAWAL



Dalam industri perikanan di tanah air ikan bawal ini tergolong baru. Namun peningkatannya sangat pesat sebab mendapat sambutan yang sangat baik dari para petani ikan di indonesia. Meski banyak durinya namu daging ikan bawal sangat gurih dan nikmat. Peluang usaha budidaya ikan bawalsangat terbuka dan prospek bisnis kedepannya sangat bagus. Proses produksi ikan ikan predator ini terbilang sangat singkat.Masa pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” karena dapat menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan asli perairan Indonesia.Ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.

Budidaya ikan bawal air tawar relatif mudah dilakukan. Pemijahan ikan bawal dapat dilakukan secara induced-spawning: induk yang sudah matang gonad dirangsang dengan penyuntikan hormon kemudian dipijahkan secara alami. Tempat pemijahan cukup menggunakan kain hapa yang disimpan di dalam bak tembok ataupun di kolam. Telur yang dikeluarkan induk betina dan sudah dibuahi oleh sperma induk jantan dapat dipanen kemudian ditetaskan di dalam akuarium atau hapa penetasan. Larva hasil penetasan dapat bertahan dengan yolksack yang dibawanya sampai 4 – 5 hari setelah penetasan sebelum kemudian diberi pakan Artemia.

Cukup dengan pemberian 2 – 3 kali per hari selama hanya 2 – 3 hari, larva sudah dapat dijual atau ditebar ke kolam. Pendederan dan pembesaran di kolam relatif tidak sulit dilakukan. Pertumbuhan ikan bawal relatif cepat meskipun memerlukan kandungan oksigen yang mencukupi melalui aliran air ke kolam. Pakan yang diberikan dapat beragam mulai dari pakan buatan, sisa-sisa sayuran, ikan yang lebih kecil bahkan sampai biji kapuk. Kemudahan-kemudahan tersebut telah mendorong para pengusaha ikan memacu produksi ikan ini yang menyebabkan perkembangan budidayanya sedemikian cepat dan berkembang di banyak tempat bahkan cenderung tidak terkendali.

Proses pendederan ikan bawal di kolam juga perlu diperhatikan agar tidak ada lagi benih ikan ini yang tercampur ke ikan lain, misalnya nila atau mas, yang kemudian ikut terbawa ke keramba jaring apung dan dapat merusak jaring dari dalam. Perkembangan kemampuan reproduksi secara alami di perairan bebas juga perlu diteliti secara akurat untuk memastikan kemungkinan tingkat perkembangan ikan ini di perairan Indonesia, sejalan juga dengan penelitian terhadap kemampuan ikan ini untuk merusak keramba jaring apung dari luar. Lebih lanjut, perlu juga diteliti kemungkinan ikan ini dapat mendesak ikan lain pada suatu relung yang sama, seperti yang diyakini telah terjadi pada kasus lele dumbo yang mendesak relung lele organik lokal.

Wednesday, April 30, 2014

BETERNAK MAGGOT UNTUK PAKAN LELE

TIPSPETANI Postingan sebelumnya :


BETERNAK MAGGOT
UNTUK PAKAN LELE


Pada dasarnya, anda bisa menemukan berbagai jenis pakan yang bisa diberikan pada lele yang anda ternakkan mulai dari pakan organik hingga pakan anorganik. Pelet mungkin merupakan jenis pakan yang paling populer yang digunakan dalan teknik beternak lele. Selain pelet, anda juga dapat memberikan pakan berupa maggot atau belatung.

Maggot atau belatung sudah sering digunakan sebagai alternatif pakan bagi ternak lele. Jenis maggot yang biasa digunakan adalah maggot dari lalat jenis Black Soldier. Mbahan pakan lele.aggot sendiri sebenarnya merupakan salah satu bentuk yang terjadi pada fase transformasi telur lalat Black Soldier menjadi lalat dewasa. Dikarenakan fungsinya yang bisa digunakan sebagai pakan lele, tak jarang peternak lele ikut mempelajari tentang cara ternak maggot sebagai 

Saat ini bahkan telah banyak ditemukan orang yang khusus melakukan budidaya maggot yang kemudian digunakan sebagai bahan pakan lele. Hal ini juga menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Tak jarang ditemukan peternak yang bisa menghasilkan 100 hingga 200 Kg maggot per hari.

Jika anda ingin beternak maggot sendiri baik untuk keperluan ternak lele anda pribadi atau untuk dijual kembali pada peternak lele lain, anda harus mengetahu mengenai teknik-teknik yang biasa digunakan dalam beternak maggot. Sejauh ini, ada dua teknik budidaya maggot yang cukup populer dan cukup sering digunakan. Yang pertama adalah dengan menggunakan bekatul sebagai media ternak dan yang kedua adalah dengan menggunakan bungkil kelapa sawit sebagai media ternak.

Ternak Maggot Dengan Media Bekatul
Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan dalam cara budidaya maggot dengan media ternak bekatul adalah bak hitam atau baskom dengan diameter 60 cm, bekatul, plastik hitam, daun pisang yang telah mengering, air, dan tali rafiah.

Jika bahan-bahan telah tersedia, yang pertama harus anda lakukan adalah melubangi bak dengan lubang berdiameter 2 cm. Kemudian bak dicuci dengan air panas. Lalu masukkan bekatul dan air dengan perbandingan 1:2. Air dibiarkan hingga mengendap dengan sendirinya. Letakkan daun pisang kering di atas bekatul sebagai tempat bagi lalat Black Soldier untuk meletakkan telurnya. Tutup bak dengan plastik rapat-rapat dan letakkan di tempat teduh agar terjadi fermentasi. Maggot siap dipanen dalam 2 minggu.

Ternak Maggot Dengan Media Bungkil Kelapa Sawit
Pada dasarnya, cara beternak maggot dengan menggunakan bungkil kelapa sawit menggunakan metode yang sama dengan ternak maggot dengan menggunakan bekatul yaitu fermentasi. Hanya saja, bahan baku utama yang digunakan bukan bekatul melainkan bungkil kelapa sawit.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggiling bungkil kelapa sawit hingga halus lalu mencampurnya dengan air limbah jeroan agar terjadi fermentasi. Bak diletakkan di tempat terbuka untuk menarik lalat Black Soldier. Maggot dapat dipanen dalam 2 minggu dengan cara menyemprotkan air ke dalam bak agar maggot terpisah dari media ternak. 4 Kg bungkil kelapa sawit dapat menghasilkan maggot sebanyak 1 kg
disarikan dari : http://sirgalung.blogspot.com/

BETERNAK MAGGOT UNTUK PAKAN LELE

TIPSPETANI Postingan sebelumnya :


BETERNAK MAGGOT
UNTUK PAKAN LELE


Pada dasarnya, anda bisa menemukan berbagai jenis pakan yang bisa diberikan pada lele yang anda ternakkan mulai dari pakan organik hingga pakan anorganik. Pelet mungkin merupakan jenis pakan yang paling populer yang digunakan dalan teknik beternak lele. Selain pelet, anda juga dapat memberikan pakan berupa maggot atau belatung.

Maggot atau belatung sudah sering digunakan sebagai alternatif pakan bagi ternak lele. Jenis maggot yang biasa digunakan adalah maggot dari lalat jenis Black Soldier. Mbahan pakan lele.aggot sendiri sebenarnya merupakan salah satu bentuk yang terjadi pada fase transformasi telur lalat Black Soldier menjadi lalat dewasa. Dikarenakan fungsinya yang bisa digunakan sebagai pakan lele, tak jarang peternak lele ikut mempelajari tentang cara ternak maggot sebagai 

Saat ini bahkan telah banyak ditemukan orang yang khusus melakukan budidaya maggot yang kemudian digunakan sebagai bahan pakan lele. Hal ini juga menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Tak jarang ditemukan peternak yang bisa menghasilkan 100 hingga 200 Kg maggot per hari.

Jika anda ingin beternak maggot sendiri baik untuk keperluan ternak lele anda pribadi atau untuk dijual kembali pada peternak lele lain, anda harus mengetahu mengenai teknik-teknik yang biasa digunakan dalam beternak maggot. Sejauh ini, ada dua teknik budidaya maggot yang cukup populer dan cukup sering digunakan. Yang pertama adalah dengan menggunakan bekatul sebagai media ternak dan yang kedua adalah dengan menggunakan bungkil kelapa sawit sebagai media ternak.

Ternak Maggot Dengan Media Bekatul
Adapun bahan-bahan yang dibutuhkan dalam cara budidaya maggot dengan media ternak bekatul adalah bak hitam atau baskom dengan diameter 60 cm, bekatul, plastik hitam, daun pisang yang telah mengering, air, dan tali rafiah.

Jika bahan-bahan telah tersedia, yang pertama harus anda lakukan adalah melubangi bak dengan lubang berdiameter 2 cm. Kemudian bak dicuci dengan air panas. Lalu masukkan bekatul dan air dengan perbandingan 1:2. Air dibiarkan hingga mengendap dengan sendirinya. Letakkan daun pisang kering di atas bekatul sebagai tempat bagi lalat Black Soldier untuk meletakkan telurnya. Tutup bak dengan plastik rapat-rapat dan letakkan di tempat teduh agar terjadi fermentasi. Maggot siap dipanen dalam 2 minggu.

Ternak Maggot Dengan Media Bungkil Kelapa Sawit
Pada dasarnya, cara beternak maggot dengan menggunakan bungkil kelapa sawit menggunakan metode yang sama dengan ternak maggot dengan menggunakan bekatul yaitu fermentasi. Hanya saja, bahan baku utama yang digunakan bukan bekatul melainkan bungkil kelapa sawit.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggiling bungkil kelapa sawit hingga halus lalu mencampurnya dengan air limbah jeroan agar terjadi fermentasi. Bak diletakkan di tempat terbuka untuk menarik lalat Black Soldier. Maggot dapat dipanen dalam 2 minggu dengan cara menyemprotkan air ke dalam bak agar maggot terpisah dari media ternak. 4 Kg bungkil kelapa sawit dapat menghasilkan maggot sebanyak 1 kg
disarikan dari : http://sirgalung.blogspot.com/

CARA PENGEMBANGBIAKAN IKAN GABUS

CARA PENGEMBANGBIAKAN IKAN GABUS


Teknik Budidaya Ikan Gabus dengan Cara Pemijahan
Cara budidaya ikan gabus ini dikenal juga sebagai pemijahan. Langkah ini bisa dilakukan didalam bak beton atau fiberglass. Cara melakukan budidaya dengan pemijahan adalah sebagai berikut. Siapkan bak beton dengan ukuran panjang 5m, lebar 3m dan tinggi 1m. Kemudian keringkan bak ini dalam jangka waktu 3 sampai dengan 4 hari.

Proses siap memijah juga harus anda lakukan dengan cara memasukan air hingga setinggi 50 cm kedalam bak dan biarkan air tersebut mengalir selama pemijagan berlangsung. Lalu masukakan enceng gondok untuk merangsang proses pemijahan yang berlangsung. Kemudian masukan 30 ekor induk betina dan 30 ekor induk jantan.

Dengan menggabungkan antara induk jantan dan induk bertina di sistem memijah ini, nantinya akan terjadi penetasan dimana anakan ikan gabus akan muncul. Proses perkawinan induk akan bisa terjadi dengan lebih mudah di proses pemijagan ini. Maka dari itu langkah mengembangbiakan ikan gabus dengan cara memijah ini merupakan langkah yang sangat tepat dan banyak digunakan oleh para petani ikan gabus.

Kemudian proses pemeliharaan juga harus dilakukan caranya dengan melakukan kontrol setiap hari pada ikan ini. Nantinya telur yang dihasilkan akan mengapung di air. Perlu anda ketahui juga bahwa satu ekor induk betina ini akan bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 hingga 11,000 butir dalam satu kali melahirkan saja.
Menyiapkan kolam perawatan untuk ikan ini juga sangat penting. Isilah air hingga setinggi 40 cm dan kemudian pasanglah dua buah titik aerasi yang harus dihidupkan pada saat proses penetasan berlangsung. Suhu air tidak boleh lebih dari 28 derajat celcius. Akan lebih baik lagi jika suhunya pas.

Proses Pemindahan Larva atau Telur Ikan Gabus
Setelah anda menyiapkan kolam pemijahan untuk ikan gabus, nantinya dua induk yang bergabung didalamnya akan melakukan perkawinan dan mereka menghasilkan telur. Biarkan proses memijah ini selama beberapa saat dan kemudian ambil telur tersebut. Ambil telur tersebut secara hati-hati dengan menggunakan sekupnet halus.

Proses Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
Proses kolam penetasan dan pemeliharaan larva atau telur ikan gabus bisa anda lakukan ketika larva telah berumur 2 hari dan hingga berumur 15 hari. Siapkan aquarium dengan kepadatan yang sama dengan kepadatan 5 ekor ikan gabus per liternya. Untuk larva kelebihannya bisa anda pelihara di aquarium yang lain. Ketika sudah memasuki umur 2 hari, larva bisa anda beri pakan menggunakan naupli artemia.

Proses penyortiran dan pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kali dalam sehari. Lakukan analisis kakaban juga untuk mengetahui perkembangan telur atau larva dari ikan gabus yang anda budidayakan. Ikan ini akan bisa menghasilkan hasil panen ikan yang memuaskan untuk anda. Jangan lupa untuk mengganti air yang baru apabila air menjadi keruh dan kotor setelah pemberian makanan.

Persiapan Pakan untuk Ikan Gabus
Mengingat ikan gabus adalah ikan predator atau karnivora, anda bisa melakukan pemberian pakan dengan makanan berupa ikan kecil. Ikan yang satu ini juga bisa dibudidayakan dengan cara memisahkan telur dari induknya. Hal ini untuk mencegah induk ikan gabus memangsa anakannya sendiri. Setelah proses bertelur terjadi, ambil larva atau telur ikan tersebut di akuarium dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 60cm x 40 xm x 40 cm.
Sumber : http://sirgalung.blogspot.com/

CARA PENGEMBANGBIAKAN IKAN GABUS

CARA PENGEMBANGBIAKAN IKAN GABUS


Teknik Budidaya Ikan Gabus dengan Cara Pemijahan
Cara budidaya ikan gabus ini dikenal juga sebagai pemijahan. Langkah ini bisa dilakukan didalam bak beton atau fiberglass. Cara melakukan budidaya dengan pemijahan adalah sebagai berikut. Siapkan bak beton dengan ukuran panjang 5m, lebar 3m dan tinggi 1m. Kemudian keringkan bak ini dalam jangka waktu 3 sampai dengan 4 hari.

Proses siap memijah juga harus anda lakukan dengan cara memasukan air hingga setinggi 50 cm kedalam bak dan biarkan air tersebut mengalir selama pemijagan berlangsung. Lalu masukakan enceng gondok untuk merangsang proses pemijahan yang berlangsung. Kemudian masukan 30 ekor induk betina dan 30 ekor induk jantan.

Dengan menggabungkan antara induk jantan dan induk bertina di sistem memijah ini, nantinya akan terjadi penetasan dimana anakan ikan gabus akan muncul. Proses perkawinan induk akan bisa terjadi dengan lebih mudah di proses pemijagan ini. Maka dari itu langkah mengembangbiakan ikan gabus dengan cara memijah ini merupakan langkah yang sangat tepat dan banyak digunakan oleh para petani ikan gabus.

Kemudian proses pemeliharaan juga harus dilakukan caranya dengan melakukan kontrol setiap hari pada ikan ini. Nantinya telur yang dihasilkan akan mengapung di air. Perlu anda ketahui juga bahwa satu ekor induk betina ini akan bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 hingga 11,000 butir dalam satu kali melahirkan saja.
Menyiapkan kolam perawatan untuk ikan ini juga sangat penting. Isilah air hingga setinggi 40 cm dan kemudian pasanglah dua buah titik aerasi yang harus dihidupkan pada saat proses penetasan berlangsung. Suhu air tidak boleh lebih dari 28 derajat celcius. Akan lebih baik lagi jika suhunya pas.

Proses Pemindahan Larva atau Telur Ikan Gabus
Setelah anda menyiapkan kolam pemijahan untuk ikan gabus, nantinya dua induk yang bergabung didalamnya akan melakukan perkawinan dan mereka menghasilkan telur. Biarkan proses memijah ini selama beberapa saat dan kemudian ambil telur tersebut. Ambil telur tersebut secara hati-hati dengan menggunakan sekupnet halus.

Proses Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
Proses kolam penetasan dan pemeliharaan larva atau telur ikan gabus bisa anda lakukan ketika larva telah berumur 2 hari dan hingga berumur 15 hari. Siapkan aquarium dengan kepadatan yang sama dengan kepadatan 5 ekor ikan gabus per liternya. Untuk larva kelebihannya bisa anda pelihara di aquarium yang lain. Ketika sudah memasuki umur 2 hari, larva bisa anda beri pakan menggunakan naupli artemia.

Proses penyortiran dan pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kali dalam sehari. Lakukan analisis kakaban juga untuk mengetahui perkembangan telur atau larva dari ikan gabus yang anda budidayakan. Ikan ini akan bisa menghasilkan hasil panen ikan yang memuaskan untuk anda. Jangan lupa untuk mengganti air yang baru apabila air menjadi keruh dan kotor setelah pemberian makanan.

Persiapan Pakan untuk Ikan Gabus
Mengingat ikan gabus adalah ikan predator atau karnivora, anda bisa melakukan pemberian pakan dengan makanan berupa ikan kecil. Ikan yang satu ini juga bisa dibudidayakan dengan cara memisahkan telur dari induknya. Hal ini untuk mencegah induk ikan gabus memangsa anakannya sendiri. Setelah proses bertelur terjadi, ambil larva atau telur ikan tersebut di akuarium dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 60cm x 40 xm x 40 cm.
Sumber : http://sirgalung.blogspot.com/

Thursday, April 24, 2014

Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)



Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Setiap kali selesai melakukan kegiatan pemanenan, lakukan pembersihan tanggul atau dinding kolam dengan cara dicangkul tipis-tipis atau dikepras dengan bentuk miring menggunakan cangkul yang tajam. Tanah dari keprasan ini disebar ke dasar kolam bagian tepi. Tanggul atau dinding kolam yang bocor disumbat dengan lumatan tanah liat berpasir. Lubang bocoran tersebut ditutup dengan lumatan tanah, kemudian diinjak-injak dengan tumit hingga benar-benar terisi penuh dan padat. Setelah selesai melakukan penyumbatan pada seluruh bocoran tanggul atau dinding kolam, seluruh permukaan tanggul atau dinding kolam yang menghadap ke kolam ikan dilapisi kembali dengan lumatan tanah liat berpasir atau tanah bekas keprasan tersebut.
  • Dasar tanggul di sekitar saluran pembuangan atau pengurasan harus dipadatkan kembali, bila terjadi kebocoran, perlu diberbaiki dengan cara seperti pada penyumbatan tanggul yang bocor.
  • Perbaikan pada caren kolam ikan dilakukan dengan cara membuang endapan lumpur yang memenuhi caren, bersihkan dari sampah plastik dan sebagainya, sehingga caren atau kemalir dapat berfungsi seperti semula. Bila lumpur yang terdapat pada caren terlanjur padat, buatkan caren baru dengan bentuk dan ukuran seperti semula.
  • Lakukan pengontrolan terhadap pintu pemasukan air dan pintu pembuangan kolam ikan yang terbuat dari PVC atau bambu. Pengontrolan dilakukan dengan membongkar pintu air tersebut kemudian dibersihkan, bila ditemukan kerusakan segera diganti dengan yang baru. Setelah pintu air dipasang kembali, lakukan penimbunan saluran tersebut dengan lumatan tanah berpasir yang diambil dari dasar kolam. Penimbunan juga dimaksudkan untuk mengembalikan posisi tanggul seperti semula.
  • Lakukan pengecekan terhadap saringan air, jika ada kerusakan segera diperbaiki bila perlu diganti dengan yang baru kemudian pasang kembali seperti semula.
  • Jika kolam ikan menggunakan pintu air yang dibuat permanen, harus dilakukan pengontrolan secara khusus. Bagian-bagian yang retak, pecah, atau geripis segera ditambal. Papan kayu pembatas yang rusak juga harus diganti. Celah yang digunakan sebagai tempat pemasangan papan pembatas dibersihkan dari lumpur atau lumut.
  • Saluran pintu pemasukan air dan saluran pembuangan perlu dijaga kebersihannya. Lakukan perbaikan dengan segera jika ditemukan kerusakan pada saluran-saluran tersebut. Rumput-rumput yang perakarannya dapat merusak dinding kolam ikan juga harus dibersihkan dengan cara dicabut atau diptong.
  • Tanggul harus dijaga dari hewan-hewan perusak, seperti kepiting, tikus, atau belut. Selain itu, untuk menghindari permukaan tanggul akibat dilewati binatang-binatan besar, seperti kerbau atau sapi, maka tanggul tersebut harus diberi pagar yang dibuat mengelilingi kolam.



Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)



Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Setiap kali selesai melakukan kegiatan pemanenan, lakukan pembersihan tanggul atau dinding kolam dengan cara dicangkul tipis-tipis atau dikepras dengan bentuk miring menggunakan cangkul yang tajam. Tanah dari keprasan ini disebar ke dasar kolam bagian tepi. Tanggul atau dinding kolam yang bocor disumbat dengan lumatan tanah liat berpasir. Lubang bocoran tersebut ditutup dengan lumatan tanah, kemudian diinjak-injak dengan tumit hingga benar-benar terisi penuh dan padat. Setelah selesai melakukan penyumbatan pada seluruh bocoran tanggul atau dinding kolam, seluruh permukaan tanggul atau dinding kolam yang menghadap ke kolam ikan dilapisi kembali dengan lumatan tanah liat berpasir atau tanah bekas keprasan tersebut.
  • Dasar tanggul di sekitar saluran pembuangan atau pengurasan harus dipadatkan kembali, bila terjadi kebocoran, perlu diberbaiki dengan cara seperti pada penyumbatan tanggul yang bocor.
  • Perbaikan pada caren kolam ikan dilakukan dengan cara membuang endapan lumpur yang memenuhi caren, bersihkan dari sampah plastik dan sebagainya, sehingga caren atau kemalir dapat berfungsi seperti semula. Bila lumpur yang terdapat pada caren terlanjur padat, buatkan caren baru dengan bentuk dan ukuran seperti semula.
  • Lakukan pengontrolan terhadap pintu pemasukan air dan pintu pembuangan kolam ikan yang terbuat dari PVC atau bambu. Pengontrolan dilakukan dengan membongkar pintu air tersebut kemudian dibersihkan, bila ditemukan kerusakan segera diganti dengan yang baru. Setelah pintu air dipasang kembali, lakukan penimbunan saluran tersebut dengan lumatan tanah berpasir yang diambil dari dasar kolam. Penimbunan juga dimaksudkan untuk mengembalikan posisi tanggul seperti semula.
  • Lakukan pengecekan terhadap saringan air, jika ada kerusakan segera diperbaiki bila perlu diganti dengan yang baru kemudian pasang kembali seperti semula.
  • Jika kolam ikan menggunakan pintu air yang dibuat permanen, harus dilakukan pengontrolan secara khusus. Bagian-bagian yang retak, pecah, atau geripis segera ditambal. Papan kayu pembatas yang rusak juga harus diganti. Celah yang digunakan sebagai tempat pemasangan papan pembatas dibersihkan dari lumpur atau lumut.
  • Saluran pintu pemasukan air dan saluran pembuangan perlu dijaga kebersihannya. Lakukan perbaikan dengan segera jika ditemukan kerusakan pada saluran-saluran tersebut. Rumput-rumput yang perakarannya dapat merusak dinding kolam ikan juga harus dibersihkan dengan cara dicabut atau diptong.
  • Tanggul harus dijaga dari hewan-hewan perusak, seperti kepiting, tikus, atau belut. Selain itu, untuk menghindari permukaan tanggul akibat dilewati binatang-binatan besar, seperti kerbau atau sapi, maka tanggul tersebut harus diberi pagar yang dibuat mengelilingi kolam.



Perawatan Kolam Ikan Permanen

Perawatan Kolam Ikan Permanen

  • Pada kolam ikan yang dibuat dari tanggul atau dinding permanen ini kerusakan biasanya berupa geripis dan kebocoran. Dinding tanggul yang rusak tersebut ditambal dengan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.
  • Jika terjadi keretakan pada bagian tanggul atau dinding kolam, maka retakan tersebut harus disuntik atau dalam bahasa Jawa dicokol. Penyuntikan atau penyumbatan retakan dinding kolam tersebut dilakukan dengan campuran semen dan pasir, tetapi jika retakannya kecil, penyuntikan cukup dilakukan menggunakan semen saja.
  • Menyumbat lubang-lubang kecil di bawah pondasi tanggul dengan tanah liat berpasir. Tanah sumbatan ditimbunkan di atas lubang, lalu diinjak-injak hingga keras.
  • Lakukan penimbunan dengan tanah pada bagian dasar tanggul di sekitar pintu, meskipun tidak bocor, kemudian diinjak-injak hingga keras
  • Membersihkan celah-celah papan kayu dan saringan pintu air yang tertutup oleh lumpur dan lumut. Sedangkan papan kayu yang rusak harus diganti.
  • Mengeluarkan lumpur, sisa pakan dan kotoran serta sampah yang tertimbun di caren. Caren dibuat lagi sesuai dengan bentuk semula.
  • Bersihkan seluruh saluran disekitar kolam, jika ada perakaran tanaman yang menembus dinding kolam harus dipotong.
  • Pasangan batu atau batu bata yang goyah dikencangkan kembali dengan cara melapisi dan menyuntik rongga pasangan batu atau batu bata tersebut dengan semen.



  • CARA PERAWATAN KOLAM IKAN
  • Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Perawatan Kolam Ikan Permanen

  • Perawatan Kolam Ikan Permanen

    Perawatan Kolam Ikan Permanen

    • Pada kolam ikan yang dibuat dari tanggul atau dinding permanen ini kerusakan biasanya berupa geripis dan kebocoran. Dinding tanggul yang rusak tersebut ditambal dengan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1:5.
    • Jika terjadi keretakan pada bagian tanggul atau dinding kolam, maka retakan tersebut harus disuntik atau dalam bahasa Jawa dicokol. Penyuntikan atau penyumbatan retakan dinding kolam tersebut dilakukan dengan campuran semen dan pasir, tetapi jika retakannya kecil, penyuntikan cukup dilakukan menggunakan semen saja.
    • Menyumbat lubang-lubang kecil di bawah pondasi tanggul dengan tanah liat berpasir. Tanah sumbatan ditimbunkan di atas lubang, lalu diinjak-injak hingga keras.
    • Lakukan penimbunan dengan tanah pada bagian dasar tanggul di sekitar pintu, meskipun tidak bocor, kemudian diinjak-injak hingga keras
    • Membersihkan celah-celah papan kayu dan saringan pintu air yang tertutup oleh lumpur dan lumut. Sedangkan papan kayu yang rusak harus diganti.
    • Mengeluarkan lumpur, sisa pakan dan kotoran serta sampah yang tertimbun di caren. Caren dibuat lagi sesuai dengan bentuk semula.
    • Bersihkan seluruh saluran disekitar kolam, jika ada perakaran tanaman yang menembus dinding kolam harus dipotong.
    • Pasangan batu atau batu bata yang goyah dikencangkan kembali dengan cara melapisi dan menyuntik rongga pasangan batu atau batu bata tersebut dengan semen.



  • CARA PERAWATAN KOLAM IKAN
  • Perawatan Kolam Ikan Non Permanen (Tanah)
  • Perawatan Kolam Ikan Permanen

  • CARA PERAWATAN KOLAM IKAN

    CARA PERAWATAN KOLAM IKAN


    Kolam ikan beserta seluruh perlengkapannya perlu dirawat secara baik. Selama masa pemeliharaan, kolam ikan selalu tergenang air, terguyur hujan, tercemar lumpur dan sampah atau terpanggang oleh panasnya sinar matahari. Akibatnya, kolam sering mengalami kerusakan, misalnya tanggul bocor atau retak, pintu air tersumbat, dan caren menjadi dangkal tertimbun lumpur atau sampah. Selain itu, banyak sekali hewan dan organisme liar yang hidup di dalam atau di sekitar kolam ikan yang termasuk dalam golongan hewan perusak, yaitu kepiting, tikus, dll.

    Kolam ikan yang tidak dirawat dengan baik akan berkurang fungsinya dan bahkan akan kehilangan manfaatnya sebagai tempat memelihara atau budidaya ikan. Oleh karena itu, prinsip pemeliharaan atau perawatan kolam ini tidak sekedar memperbaiki kerusakan-kerusakan pada kolam ikan, tetapi juga sekaligus memulihkan dan kegunaan kolam tersebut sebagai tempat untuk memelihara ikan, sehingga kegiatan atau usaha budidaya ikan tetap bisa dilangsungkan di kalam ikan tersebut.

    Bagian-bagian kolam ikan yang perlu dilakukan perawatan secara rutin, terutama setelah melakukan selesai melakukan panen adalah tanggul atau dinding kolam, caren atau parit, pintu air, dan saringan atau papan-papan penutup pintu air.



    CARA PERAWATAN KOLAM IKAN

    CARA PERAWATAN KOLAM IKAN


    Kolam ikan beserta seluruh perlengkapannya perlu dirawat secara baik. Selama masa pemeliharaan, kolam ikan selalu tergenang air, terguyur hujan, tercemar lumpur dan sampah atau terpanggang oleh panasnya sinar matahari. Akibatnya, kolam sering mengalami kerusakan, misalnya tanggul bocor atau retak, pintu air tersumbat, dan caren menjadi dangkal tertimbun lumpur atau sampah. Selain itu, banyak sekali hewan dan organisme liar yang hidup di dalam atau di sekitar kolam ikan yang termasuk dalam golongan hewan perusak, yaitu kepiting, tikus, dll.

    Kolam ikan yang tidak dirawat dengan baik akan berkurang fungsinya dan bahkan akan kehilangan manfaatnya sebagai tempat memelihara atau budidaya ikan. Oleh karena itu, prinsip pemeliharaan atau perawatan kolam ini tidak sekedar memperbaiki kerusakan-kerusakan pada kolam ikan, tetapi juga sekaligus memulihkan dan kegunaan kolam tersebut sebagai tempat untuk memelihara ikan, sehingga kegiatan atau usaha budidaya ikan tetap bisa dilangsungkan di kalam ikan tersebut.

    Bagian-bagian kolam ikan yang perlu dilakukan perawatan secara rutin, terutama setelah melakukan selesai melakukan panen adalah tanggul atau dinding kolam, caren atau parit, pintu air, dan saringan atau papan-papan penutup pintu air.



    Tuesday, April 15, 2014

    CARA MENGATASI IKAN KOI YANG SAKIT

    Ada 9 jenis penyakit yang paling sering menyerang ikan koi. Penyebabnya beraneka ragam, misalnya parasit, bakteri, dan jamur. Untuk mengatasinya pemilik koi harus mengetahui gejala dan penyebab penyakit itu.

    Penyakit itu menyerang saat kondisi tubuh koi lemah/stress akibat pengangkutan atau kondisi air yang tidak sehat. Pada saat itu daya tahan tubuh koi terhadap penyakit menurun, sehingga “musuh”-nya bisa masuk ke dalam tubuh. Ciri ikan koi sakit antara lain gerakannya lesu atau sebaliknya terlalu lincah sambil menggosokkan badannya ke permukaan benda keras, dan siripnya menguncup.

    Bila ikan terlanjur sakit, penanggulangannya atau cara mengatasinya adalah dilakukan berdasarkan jenis penyakitnya. Misalnya dengan “mandi obat”, pemberian obat lewat mulut, mengoleskan obat pada permukaan tubuh, injeksi, dan pembedahan. Berikut cara mengatasi 9 penyakit koi yang disarankan dalam A Fishkeeper’s Guide to Koi :

    1. Lernaea
    Penyakit ini sebenarnya disebabkan oleh organisme kecil bernama Lernaea sp, bukan sebangsa cacing tapi termasuk anggota udang-udangan. Organisme sepanjang 20 mm ini separuh tubuhnya masuk ke dalam tubuh ikan, sehingga kalau dilihat tampak seperti cacing menjuntai ke luar dari sisik. Penyakit ini banyak menimpa koi impor, karena telurnya yang terbawa pada tubuh ikan menetas.

    Cara mengatasinya dengan memberi zat yang mengandungdimetiltriklorohidroksietil fosfonat, atau di pasaran terkenal dengan nama dagang Dipterex, Dylox, atau Masoten. Obat ini dimasukkan ke dalam kolam sesuai dengan dosis yang tertera.

    Selain dengan obat, ada cara lain yang lebih sederhana, yakni dengan mencabut parasit itu menggunakan penjepit. Luka bekas cabutannya diolesi merkurokrom dengan sikat yang terbuat dari bulu unta atau cotton bud. Selama pencabutan parasit-parasit ini, ikan dibius dan ditaruh di dalam bak yang telah diberi obat anti jamur dan bakteri, agar tak terjadi infeksi sekunder melalui luka.

    Monday, April 14, 2014

    CARA MEMILIH IKAN KOI YANG BAIK

    Di kalangan penggemar koi ada pepatah, memelihara koi dimulai dengan kohaku dan diakhiri dengan kohaku pula. Pertama kali memelihara koi, orang akan memilih kohaku. Kemudian selera bergeser ke koi satu warna dan tiga warna, seperti ogon dan taisho sanke. Setelah itu, selera akan kembali ke kohaku dengan selera kualitas lebih tinggi. Pepatah ini secara tidak langsung menobatkan kohaku sebagai prototipe koi.

    Kohaku, prototipe koi. Warnanya mengingatkan orang Jepang pada bendera mereka

    Di negara asalnya, Jepang, kohaku merupakan pilihan pertama sebagai koi pengisi kolam taman. Memang tidak seluruh kolam diisi kohaku. Tapi hampir bisa dipastikan, 60% kolam diisi koikohaku, sedangkan sisanya merupakan kombinasi dari koi satu dan tiga warna.

    Menurut Desmon Yeoh, pemilik Mainland Tropical Fish Farm di singapura, hal serupa dilakukan juga oleh para penggemar koi di negara yang terkenal dengan simbol lion head-nya ini. Alasannya ialah karena kohaku diangap mewakili semua tipe koi lain.

    Di Indonesia

    Sedangkan Dragon Fang dari Dragon Koi Centre di Jakarta berpendapat, keuntungan memilih kohaku ialah karena warnanya tidak terlalu banyak. Jadi, cacat sedikit saja bisa langsung terlihat. Demikian juga dengan koi satu warna seperti ogon, platinum ogon, hajiro, platinum doitsu. Selain itu, “Suasana kolam menjadi lebih hidup kalau jumlah kohakulebih banyak”, kata Dragon Fang.

    Berdasarkan pengamatan kami di Jakarta, para penggemar koi memang banyak yang memilih kohaku. Tipe ini mendominasi kolam milik Rick Drekka, pengusaha yang terkenal dengan lagu Indonesian Girls-nya. Demikian juga di kolam milik Dr. David Pool, konsultan koi dari Inggris. Bahkan di kolam milik Laurence, hobiis, jumlah kohaku-nya berkisar 70 dari total ikan yang dimilikinya. “Supaya suasananya lebih meriah”, kata Laurence.

    Menurut Dragon Fang, pemilihan tipe koi sangat tergantung selera. Kendati demikian ia mengakui, dominasi koi tiga warna dalam satu kolam akan menciptakan kesan gelap.

    Kesehatan Koi dan Kualitas Air

    Selain tipenya, hal terpenting yang harus diperhatikan waktu memilih koi ialah kesehatan. Hal ini dibenarkan oleh David Pool.

    Supaya pengamatan bisa dilakukan secara teliti, mintalah kepada penjual untuk memisahkan koi terpilih di bak plastik. Di tempat terpisah itu akan mudah dibedakan koi yang sakit dan sehat.

    Kombinasi tipe koi di kolam tergantung selera, tapi di tempat asalnya, kohaku-lah yang paling duitamakan

    Koi yang sakit biasanya akan menyendiri di sudut kolam, insangnya bergerak cepat, dan ‘megap-megap’ seperti kehabisan nafas. Ikan koi yang sakit biasanya disebabkan mutu air yang kurang bagus.

    Pilihlah koi yang warnanya cerah. Untuk itu, sebaiknya hindarkan pemilihan koi di bawah sinar lampu karena akan mempengaruhi warna asli koi.

    Sebelum memutuskan membeli koi, ada baiknya mempelajari cara menjaga kondisi air. Sebagian besar problem yang dihadapi pemilik koi, biasanya disebabkan oleh pemiliknya, misal suhu air yang tidak pas, kurangnya oksigen, polusi sisa pakan dan kotoran ikan, serta sumber air. Untuk itu, air kolam harus disaring melalui bak-bak filter. Sedikit pengetahuan tentang cara merawat air yang baik, memungkinkan Anda tidak perlu menguras air kolam selamanya.

    (Onny Untung)

    Tuesday, October 15, 2013

    CARA BUDIDAYA IKAN NILA

    Ikan Nila adalah ikan yang pertumbuhan dan perkembangan biakannya paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.



    CARA CEPAT MEMBUDIDAYAKAN IKAN NILA

    Perkembangbiakan
    Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

    Kebiasaan makan ikan Nila
    Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

    Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.

    Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex


    Pembenihan Ikan NilaLahan atau kolam untuk pembenihan ikan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam pemijahan dan kolam pendederan. Kolam-kolam sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat , tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30 cm dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas kolam masing – masing 200 m2. Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari hama pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing dan lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang, sementara sinar matahari pun dapat masuk ke dalam kolam.

    Induk ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor. perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2. Pemberian pakan berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari. Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya terjamin.

    Induk nila betina dapat matang telur setiap 45 hari. Setiap induk betina menghasilkan larva ( benih baru menetas ) pada tahap awal sekitar 300 g sebanyak 250-300 ekor larva. Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan bobot induk betina ( 900 g ). Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus ( 45 hari ), induk-induk betina diistirahatkan dan dipisahkan dari induk jantan selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %.

    Setelah dua minggu masa pemeliharaan adaptasi di kolam biasanya induk-induk betina mulai ada yang beranak, menghasikan larva yang biasanya masih berada dalam pengasuhan induknya. Larva -larva tersebut dikumpulkan denga cara diserok memakai serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya ditampung dalam happa ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m3. Pengumpulan larva dilakukan beberapa kali dari pagi sampai sore, dan duusahakan larva yang terkumpul satu hari ditampung minimal dalam satu happa.

    Jantanisasi Benih ikan nilaUntuk mendapatkan benih ikan nila tunggal kelamin jantan ( monoseks ) maka dilakukan proses jantanisasi. Untuk keperluan ini diperlukan minimal 24 buah happa ukuran masing-masing 2 x 2 x 2 m3 yang ditempatkan dalam kolam dengan luas kurang lebih 400 m2 dan kedalam air minimal 1,5 m. Kedalam setiap hapa dapat diisi larva ikan sebanyak 20.000-30.000 ekor . Larva diberi pakan berbentuk tepung yang telah dicampur dengan hormon 17 Alpha Methyl Testosteron sampai masa masa pemeliharaan selama 17 hari.

    Larva hasil proses jantanisasi selanjutnya dipelihara dalam kolam pendederan berukuran 200 m2. Kolam sebelumnya harus dikeringkan, lumpurnya dikeduk, diberi kapur sebanyak 50 g/m2, dan diberi pupuk kotoran ayam sebanyak 250 g/m2. Setelah pengapuran dan pemupukan, kolam diisi secara perlahan-lahan sampai ketinggian air sekitar 70 cm, digenangi selama 3 hari, diberi pupuk urea dan TSP masing -masing sebanyak 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2. Setelah kolam pendederan terisi air selam 7 hari, benih ikan hasil proses jantanisasi dimasukkan dengan kepadatan 250 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan dapat dilakukan dengan pakan berbentuk tepung yang khusus untuk benih ikan. Pemupukan ulang dengan urea dan dan TSP dilakukan seminggu sekali dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2 kolam dan diberikan selama pemeliharaan ikan.

    Setelah masa pemeliharaan 21 hari, ikan denga bobot rata-rata 1,25 g ( ukuran panjang 3-5 cm ) bisa dipanen. Untuk panen benih ikan nila sebaiknya digunakan jaring eret pada pengankapan awal. Bila jumlah ikan dalam kolam diperkirakan tinggal sedikit baru dilakukan pengeringan airnya.
    Cara Budidaya Ikan NilaIkan mempunyai daya tahan yang baik selama diangkut apabila perutnya dalam keadaan kosong dan suhu air media relatif dingin. Karena itu apabila akan panen dan diangkut sebaiknya ikan tidak diberi makan minimal 1 hari. Pengangkutan menggunakan kantong plastik, dimana seper empat bagian berisi air dan tiga per empat bagian berisi oksigen murni yang diberi es balok ukuran 20 x 20 x 20 cm3 ( es balok berada dalam media air bersama benih ikan ). Kantong plastik dengan volume 20 L bisa diisi ikan ukuran 5 cm maksimal 1.500 ekor/kantong, dengan lama masa toleransi dalam kantong sekitar 10 jam.

    Pembesaran ikan nila di TambakUsaha pembesaran ikan nila di tambak dengan sistem monokultur, mempunyai sasaran produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.

    Untuk pembesaran nila di tambak, yang pertama dilakukan adalah tambak diperbaiki pematangnya, saluran air dan pintu-pintu airnya. Lumpur dasar tambak diangkat, selanjutnya tambak dikeringkan, sehingga semua hama ikan yang suka mengganggu bisa musnah. Pengapuran dilakukan dengan takaran 50 g/m2 dan pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak 250 g/m2. Kemudian tambak diisi air sampai ketinggian 70 cm, setelah tiga hari dilakukan pemupukan dengan urea dan TSP dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2. Pada awal pengisian air diusahakan kadar garamnya sekitar 5 ppt dan selanjutnya bisa dinaikan selam masa pemeliharaan sampai 15 ppt.

    Benih yang ditebar sebaiknya berukuran + 1,25 g ( panjang 3-5 cm ) dengan ukuran yang seragam dan sehat ditandai dengan warna cerah, gerakan yang gesit dan responsif terhadap pakan. Untuk target panen ukuran rata-rata 15 g/ekor (+ 1 bulan ), padat penebaran sebanyak 20 ekor/m2. Sedangkan untuk terget panen ukuran 500 g/ekor (+ 6 bulan pemeliharaan), padat penebaran sebanyak 4 ekor/m2.

    Selama masa pemeliharaan ini ikan diberi pakan tambahan berbentuk pelet sebanyak 3%-5% per hari dari biomassa, dan diberikan dengan frekuensi tiga kali sehari, pakan tersebut harus berkualitas dengan komposisi protein minimal 25% ( Lampiran 2 ).

    Pada awal pemeliharaan, ketinggian air dipertahankan minimal 70 cm, dan bila masa pemeliharaan telah telah mencapai dua bulan ketinggian air dinaikan, sehingga menjelang pemeliharaan empat bulan ketinggian diusahakan mencapai 1,5 m.

    Pemupukan ulang dengan pupuk kandang dilakukan dua bulan sekali dengan takaran 250 g/m2, sedangkan pemupukan ulang urea dan TSP dilakukan setiap minggu dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2 selama masa pemeliharaan.

    Dengan target produksi ukuran 500 g atau lebih per ekor terutama diperlukan untuk produksi fillet, maka masa pemeliharaan adalah sekitar enam bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara disusur dari ujung menggunakan jaring seser. Bila dirasakan populasi ikan dalam tambak sudah tinggal sedikit, baru air tambak dikeringkan. Diusahakan ikan hasil tangkapan harus dalam keadaan segar dan prima. Selainitu, untuk pasar ekspor komoditas nila ini diperlukan penanganan yang lebih hati-hati terutama sekali dari aspek higienis dan penampilan produk.

    Untuk keperluan konsumsi lokal umumnya ikan dengan ukuran rata-rata 200 g/m2 sudah dapat dipasarkan dalam keadaan segar. Dalam proses penyimpanan, pengankutan dan pemasaran dapat menggunakan es sebagai media untuk mempertahankan kesegaran ikan.

    CARA BUDIDAYA IKAN NILA

    Ikan Nila adalah ikan yang pertumbuhan dan perkembangan biakannya paling cepat dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan rasa dagingnya yang enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.



    CARA CEPAT MEMBUDIDAYAKAN IKAN NILA

    Perkembangbiakan
    Ikan nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat musim ini

    Kebiasaan makan ikan Nila
    Ikan nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.

    Hal yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya. Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam. Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.

    Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex


    Pembenihan Ikan NilaLahan atau kolam untuk pembenihan ikan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam pemijahan dan kolam pendederan. Kolam-kolam sebaiknya dibuat dengan pematang yang kuat , tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30 cm dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan luas kolam masing – masing 200 m2. Di samping itu perlu di perhatikan juga keamanan dari hama pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing dan lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan perkolaman babas dari pohon pohon yang tinggi dan rindang, sementara sinar matahari pun dapat masuk ke dalam kolam.

    Induk ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor. perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2. Pemberian pakan berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga kali dalam sehari. Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya terjamin.

    Induk nila betina dapat matang telur setiap 45 hari. Setiap induk betina menghasilkan larva ( benih baru menetas ) pada tahap awal sekitar 300 g sebanyak 250-300 ekor larva. Jumlah ini akan meningkat sampai mencapai 900 ekor larva sesuai dengan pertambahan bobot induk betina ( 900 g ). Setelah selesai masa pemijahan dalam satu siklus ( 45 hari ), induk-induk betina diistirahatkan dan dipisahkan dari induk jantan selama 3-4 minggu dan diberi pakan dengan kandungan protein diatas 35 %.

    Setelah dua minggu masa pemeliharaan adaptasi di kolam biasanya induk-induk betina mulai ada yang beranak, menghasikan larva yang biasanya masih berada dalam pengasuhan induknya. Larva -larva tersebut dikumpulkan denga cara diserok memakai serokan yang terbuat dari kain halus dan selanjutnya ditampung dalam happa ukuran 2 x 0,9 x 0,9 m3. Pengumpulan larva dilakukan beberapa kali dari pagi sampai sore, dan duusahakan larva yang terkumpul satu hari ditampung minimal dalam satu happa.

    Jantanisasi Benih ikan nilaUntuk mendapatkan benih ikan nila tunggal kelamin jantan ( monoseks ) maka dilakukan proses jantanisasi. Untuk keperluan ini diperlukan minimal 24 buah happa ukuran masing-masing 2 x 2 x 2 m3 yang ditempatkan dalam kolam dengan luas kurang lebih 400 m2 dan kedalam air minimal 1,5 m. Kedalam setiap hapa dapat diisi larva ikan sebanyak 20.000-30.000 ekor . Larva diberi pakan berbentuk tepung yang telah dicampur dengan hormon 17 Alpha Methyl Testosteron sampai masa masa pemeliharaan selama 17 hari.

    Larva hasil proses jantanisasi selanjutnya dipelihara dalam kolam pendederan berukuran 200 m2. Kolam sebelumnya harus dikeringkan, lumpurnya dikeduk, diberi kapur sebanyak 50 g/m2, dan diberi pupuk kotoran ayam sebanyak 250 g/m2. Setelah pengapuran dan pemupukan, kolam diisi secara perlahan-lahan sampai ketinggian air sekitar 70 cm, digenangi selama 3 hari, diberi pupuk urea dan TSP masing -masing sebanyak 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2. Setelah kolam pendederan terisi air selam 7 hari, benih ikan hasil proses jantanisasi dimasukkan dengan kepadatan 250 ekor/m2. Pemberian pakan tambahan dapat dilakukan dengan pakan berbentuk tepung yang khusus untuk benih ikan. Pemupukan ulang dengan urea dan dan TSP dilakukan seminggu sekali dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2 kolam dan diberikan selama pemeliharaan ikan.

    Setelah masa pemeliharaan 21 hari, ikan denga bobot rata-rata 1,25 g ( ukuran panjang 3-5 cm ) bisa dipanen. Untuk panen benih ikan nila sebaiknya digunakan jaring eret pada pengankapan awal. Bila jumlah ikan dalam kolam diperkirakan tinggal sedikit baru dilakukan pengeringan airnya.
    Cara Budidaya Ikan NilaIkan mempunyai daya tahan yang baik selama diangkut apabila perutnya dalam keadaan kosong dan suhu air media relatif dingin. Karena itu apabila akan panen dan diangkut sebaiknya ikan tidak diberi makan minimal 1 hari. Pengangkutan menggunakan kantong plastik, dimana seper empat bagian berisi air dan tiga per empat bagian berisi oksigen murni yang diberi es balok ukuran 20 x 20 x 20 cm3 ( es balok berada dalam media air bersama benih ikan ). Kantong plastik dengan volume 20 L bisa diisi ikan ukuran 5 cm maksimal 1.500 ekor/kantong, dengan lama masa toleransi dalam kantong sekitar 10 jam.

    Pembesaran ikan nila di TambakUsaha pembesaran ikan nila di tambak dengan sistem monokultur, mempunyai sasaran produksi untuk pasar domestik maupun ekspor.

    Untuk pembesaran nila di tambak, yang pertama dilakukan adalah tambak diperbaiki pematangnya, saluran air dan pintu-pintu airnya. Lumpur dasar tambak diangkat, selanjutnya tambak dikeringkan, sehingga semua hama ikan yang suka mengganggu bisa musnah. Pengapuran dilakukan dengan takaran 50 g/m2 dan pemupukan dengan pupuk kandang sebanyak 250 g/m2. Kemudian tambak diisi air sampai ketinggian 70 cm, setelah tiga hari dilakukan pemupukan dengan urea dan TSP dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2. Pada awal pengisian air diusahakan kadar garamnya sekitar 5 ppt dan selanjutnya bisa dinaikan selam masa pemeliharaan sampai 15 ppt.

    Benih yang ditebar sebaiknya berukuran + 1,25 g ( panjang 3-5 cm ) dengan ukuran yang seragam dan sehat ditandai dengan warna cerah, gerakan yang gesit dan responsif terhadap pakan. Untuk target panen ukuran rata-rata 15 g/ekor (+ 1 bulan ), padat penebaran sebanyak 20 ekor/m2. Sedangkan untuk terget panen ukuran 500 g/ekor (+ 6 bulan pemeliharaan), padat penebaran sebanyak 4 ekor/m2.

    Selama masa pemeliharaan ini ikan diberi pakan tambahan berbentuk pelet sebanyak 3%-5% per hari dari biomassa, dan diberikan dengan frekuensi tiga kali sehari, pakan tersebut harus berkualitas dengan komposisi protein minimal 25% ( Lampiran 2 ).

    Pada awal pemeliharaan, ketinggian air dipertahankan minimal 70 cm, dan bila masa pemeliharaan telah telah mencapai dua bulan ketinggian air dinaikan, sehingga menjelang pemeliharaan empat bulan ketinggian diusahakan mencapai 1,5 m.

    Pemupukan ulang dengan pupuk kandang dilakukan dua bulan sekali dengan takaran 250 g/m2, sedangkan pemupukan ulang urea dan TSP dilakukan setiap minggu dengan takaran masing-masing 2,5 g/m2 dan 1,25 g/m2 selama masa pemeliharaan.

    Dengan target produksi ukuran 500 g atau lebih per ekor terutama diperlukan untuk produksi fillet, maka masa pemeliharaan adalah sekitar enam bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara disusur dari ujung menggunakan jaring seser. Bila dirasakan populasi ikan dalam tambak sudah tinggal sedikit, baru air tambak dikeringkan. Diusahakan ikan hasil tangkapan harus dalam keadaan segar dan prima. Selainitu, untuk pasar ekspor komoditas nila ini diperlukan penanganan yang lebih hati-hati terutama sekali dari aspek higienis dan penampilan produk.

    Untuk keperluan konsumsi lokal umumnya ikan dengan ukuran rata-rata 200 g/m2 sudah dapat dipasarkan dalam keadaan segar. Dalam proses penyimpanan, pengankutan dan pemasaran dapat menggunakan es sebagai media untuk mempertahankan kesegaran ikan.

    Monday, August 12, 2013

    KOLEKSI IKAN-IKAN HIAS TERCANTIK

    Bagi anda yang memiliki hobi memelihara ikan hias, berikut ini ada beberapa ikan hias tercantik yang dapat anda koleksi. Ikan hias berikut ini memiliki harga yang sudah pasti sangan mahal. Ikan-ikan ini termasuk dari bagian ikan hias primadona bagi para pencinta dan pemelihara ikan hias. Dari salah satu daftar ikan yang ada termasuk ikan langka yang tidak ditemukan di Indonesia, sehingga untuk memilikinya tentu saja harus mengeluarkan kocek yang tidak sedikit.

    Untuk mengetahui lebih jelas mengenai nama-nama dan jenis ikan yang paling banyak dicari dan diminati pencinta ikan hias dan merupakan ikan hias tercantik dan termasuk jajaran ikan hias termahal didunia. Silahkan anda perhatikan gambar ikan dibawah ini, mana kira-kira yang termasuk ikan terindah, terbagus dari 7 dafta nama dan jenis ikan hias dibawah ini.

    1. Ikan Discus

    Ikan ini merupakan spesies ikan air tawar yg mungkin merupakan ikan air tawar yg paling cantik. Harganya juga mahal, anak ikan yang panjangnya sekitar 3 inchi berkisar antara $50-$80

    .

    Discus adalah spesies ikan air tawar asli lembah Sungai Amazon, Amerika Selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada tahun 1840 oleh Dr. Heckel dengan nama Symphysodon Discus. Varian Discus aslinya digolongkan ke dalam 3 jenis berdasarkan warna, yaitu Symphysodon aequifasciata aequifasciata (Green Discus), Symphysodon aequifasciata axelrodi (Brown Discus), dan Symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant). Discus sangat populer sebagai ikan akuarium dan kadang disebut sebagai rajanya ikan hias. Discus yang indah dan memiliki bentuk yang sempurna, berasal dari bibit dan kondisi pertumbuhan yang baik sejak lahir.

    Diskus adalah jenis ikan yang hidup secara berkelompok (social fish). Bahkan di alam bebas, aslinya mereka hidup dalam kelompok besar dan merupakan salah satu dari sedikit jenis ikan yang mampu belajar. Oleh karenanya, harus diingat bagi para hobbies untuk membeli ikan diskus dalam jumlah lebih dari satu. Diskus membutuhkan interaksi sosial sesama mereka untuk memunculkan karakter asli ikan diskus.

    2. Mandarinfish 


    Ada 2 varietas dari spesies ini: Mandarinfish standar dan Psychedelic Mandarin. Yang standar biasanya memiliki pola dan warna yg lebih bagus dibanding Psychedelic. Harganya ga lebih dari $20 per ekor. Ikan yang memiliki nama ilmiah “Synchiropus splendidus” ini sangat tertutup dengan siang hari, tetapi dapat dilihat bertengger di atau melompat antara cabang karang. Mereka berenang dengan berdenyut cepat sirip mereka yang cenderung membuat mereka terlihat seperti mereka melayang seperti burung bersenandung.

    Mandarinfish adalah salah satu dari beberapa ikan laut yang tidak memiliki sisik. Sebagai kompensasi pelindung kurangnya sisik, ikan mandarin dilindungi oleh kulit lendir berlapis berlendir dan bau, yang tidak hanya melindungi mereka dari sebagian besar penyakit kulit parasit, tetapi juga menghambat predator karena rasa mengerikan. Warna terang hidup mereka juga berfungsi untuk memberikan peringatan kepada predator dari bau buruk mereka dan rasa. 

    3. Ikan African Cichlids

    Ikan ini diucapkan sebagai “Sick-Lids”. Ikan ini ditemukan di 3 danau di Afrika: Malawi, Tanganyika, dan Victoria. Spesies yg ada di Danau Victoria jumlahnya kurang beragam dan kurang berwarna-warni dibandingkan dengan lainnya. Biasanya mereka tumbuh hingga 6-7 inchi, dengan pengecualian untuk Spesies Frontosoa, yg bisa tumbuh sampai 12-14 inchi. Ikan-ikan ini hidup di air tawar yg bisa dengan gampang dipiara di akuarium rumahan. Selain di Afrika, ada juga spesies ikan ini yg idup di perairan Amazon, tapi ukurannya lebih besar dan lebih agresif dari yg di Afrika. 

    4. Parrotfish

    Meskipun ikan ini memiliki cara makan yang terbilang unik, namun ikan ini menjadi ikan hias yang indah untuk dimiliki. Dinamakan demikian karena bentuk mulutnya yg mirip paruh burung. Ikan ini menggunakan mulutnya yg seperti paruh itu untuk memecah dan memakan invertebrata kecil yg hidup di daerah koral. Biasanya mereka akan memakan utuh-utuh bebatuan koral atau pasir-pasir laut lalu mengunyah invertebrata yg ada di dalamnya, lalu membuang sisa-sisanya. 

    5. Ikan Koi

    Ada banyak variasi warna dari ikan koi (sekitar 100an). Koi dapat memiliki warna perak, oranye, merah, putih, keemasan, hitam atau dengan kombinasi warna yang berbeda-beda dan unik. Beberapa penggemar koi rela membayar ribuan dolar untuk seekor koi hanya untuk mencari pola warna koi yg langka.

    6. Regal Tang

    Ikan ini tergolong dalam family Surgeonfish, yg memiliki pisau kecil dari zat kapur yg dapat disembunyikan di depan sirip ekornya. Pisau kecil ini digunakan terutama untuk sistem pertahanan dalam menghadapi predator. Ikan dengan nama Ilmiah “Paracanthurus hepatus” berasal dari keluarga “Acanthuridae” dapat mencapai ukuran: 31 cm, dan dapat hidup hingga 20 tahun.

    7. Coral Beauty 

    Ikan ini tergolong dalam Angelfish. The Beauty Coral adalah ikan damai yang dikenal untuk beradaptasi dengan baik untuk hidup dalam akuarium. Sebuah akuarium 40 galon / 150 liter cukup jika Anda hanya berencana untuk perumahan Beauty Coral Anda dengan makhluk lainnya, namun satu galon 100/375 liter akuarium atau lebih besar akan membuatnya lebih mudah untuk menjaga kualitas air cukup tinggi. Akuarium harus mengandung banyak celah-celah untuk Kecantikan Coral untuk mencari perlindungan masuk Menambahkan live rock dianjurkan, karena hal ini akan meningkatkan pertumbuhan ganggang alami.

    Ada juga jenis ikan lain yaitu Ikan dengan nama umum Flame Angel, Ikan ini memikiki hubungan dekat dengan Coral Beauty. Sifatnya sama seperti Coral Beauty, tapi sifatnya tidak ‘seteguh’ Coral Beauty. 


    Itulah beberapa jenis ikan hias tercantik yang dapat kita koleksi, semoga bermanfaat.
     
    Copyright 2010 dunia burung kicau. All rights reserved.
    Themes by Ex Templates Blogger Templates l Home Recordings l Studio Rekaman