Showing posts with label Artikel Pertanian. Show all posts
Showing posts with label Artikel Pertanian. Show all posts

Sunday, June 29, 2014

PANDUAN LENGKAP MENANAM TOMAT


1. Syarat Tumbuh
Budidaya tomat dapat dilakukan dari ketinggian 0‐1.250 mdpl, dan tumbuh optimal di dataran tinggi >750 mdpl, sesuai dengan jenis/varietas yang diusahakan dg suhu siang hari 24°C dan malam hari antara 15°C‐20°C. Pada temperatur tinggi (diatas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur yang tidak tetap (tidak stabil) warna buah tidak merata. Temperatur ideal antara 24 °C ‐ 28°C. Curah hujan antara 750‐125 mm/tahun, dengan irigasi yang baik.
Kemasaman tanah sekitar 5.5 ‐ 6.5, penyerapan unsur hara terutama fosfat, kalium dan besi oleh tanaman tomat.
2. Penyiapan Lahan
Lahan yang akan ditanami tanaman tomat diusahakan bukan bekas tanaman sefamili seperti kentang, bedengan dengan lebar 110 ‐120 cm, tinggi 50 ‐ 60 cm, dan j arak antar bedengan 50 ‐ 60 cm, pupuk kandang matang sebanyak 10 ton/ha yang dicampur dengan tanah secara merata.
Kemudian semprotkan merata pada permukaan bedengan dengan larutan pupuk hayati MiG‐6PLUS dengan dosis 2 liter pupuk hayati MiG‐6PLUS perhektar, biarkan selama 3 hari Kemudian bibit siap untuk di tanam.

3. Pemeliharaan

a. Pemupukan
1)Pemupukan dengan pupuk hayati MiG‐6PLUS
  • Pengulangan pemberian pupuk hayati MiG‐6PLUS pada masa pemeliharaan adalah setiap 3 minggu sekali dengan dosis yang di anjurkan adalah 2 liter MiG‐6PLUS per hektar.
2)Pupuk kimia
  • Pupuk Makro yang terdiri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP dan KCl), diberikan 2 kali, yaitu pada 7‐10 hari Setelah tanam dan pada usia 35 hari. Dosis pupuk pada masing2 daerah berlainan, tergantung dari jenis tanah dan tekstur tanah.
  • Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)
    • Beberapa keuntungan penggunaan mulsa plastik yaitu :
    • Mengurangi fluktuasi suhu tanah.
    • Mengurangi evaporasi tanah, sehingga kelembaban tanah dapat dipertahankan.
    • Mengurangi kerusakan (erosi) tanah karena air hujan.
    • Menekan pertumbuhan gulma, mengurangi pencucian hara terutama Nitrogen dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah.
    • Mengurangi serangan hama pengisap (Thrips, tungau dan kutu daun) dan penyakit tular tanah (rebah kecambah dan akar bengkak).
    • Pemasangan Turus
      • Pemasangan turus dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh tegak, mengurangi kerusakan fisik tanaman, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas serta mempermudah penyemprotan pestisida dan pemupukan.
    • Pemangkasan
      • Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil buah tomat adalah dengan cara pemangkasan. Pemangkasan cabang dengan meninggalkan satu cabang utama per tanaman akan menghasilkan buah tomat dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan . tanpa pemangkasan. Jumlah cabang yang hanis dipertahankan per tanaman tergantung pada kultivar yang ditanam.

4.  Panen
  • Panen pertama dilakukan saat berumur 3 bulan.
  • Dipilih yang sudah tua dan jangan memetik yang masih basah, karena tidak tahan lama.
  • Buah jangan jatuh.
  • Buah jangan terluka.
HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama
  • UlatTanah (AgrotisipsilonHufn.) Ordo : Lepidoptera, Famili : Noctuidae
    • Gejala :Terpotongnya pangkal batang tanaman muda yang baru ditanam di lapangan, menyebabkan tanaman roboh terpotong sering terjadi awal musim kemarau. Ulat tanah ini bersifat polifag, sehingga mempunyai banyak tanaman inang seperti tomat, kentang, cabe, kubis, jagung dll yang masih muda.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
      • Penanaman bibit tanaman yang toleran atau resisten terhadap serangan ulat tanah.
    • Cara fisik dan mekanis dengan sanitasi disekitar tanaman,mengumpulkan dan membunuh ulat langsung,
    • Cara biologis\
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, seperti Apanteles ruficrus dan Tritaxys braueri.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
    • Cara kimiawi
      • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan populasi serangan ulat tanah, aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)
  • Gejala
    • Ulat melubangi buah, buah yang terserang menjadi busuk dan jatuh ke tanah.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
    • Cara fisik dan mekanis
    • Cara biologis
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, predator dan patogen.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif
  • Cara kimiawi
    • aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
3.Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Ordo : Homoptera Famili : Aphididae
  • Gejala
    • Berupa bercak nekrotik pada daun yang disebabkan oleh rusaknya sel‐sel dan jaringan daun dihisap nimfa dan serangga dewasa,merupakan vektor TLCV ( Tomato Leaf Curl Virus)
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
    • Cara fisik dan mekanis
    • Cara biologis
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid seperti Encarsia sp., dan predator seperti Scymnus, sp., Menochillus sp., dan Amblyseius sp.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
    • Cara kimiawi
      • Aplikasikan insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
4. Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)
  • Gejala
    • ulat grayak menyerang epidermis dengan meninggalkan bagian atas daun hingga barupa bercak‐bercak putih menerawang. Serangan larva dewasa menyebabkan daun sampai berlubang, bahkan sampai tulang daun.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
  • Cara fisik dan mekanis
  • Cara biologis
    • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, seperti Telenomus spodopterae Dodd (Sceliomidae), Micropitis similes (Eulopidae) dan Peribaea sp. (Tachinidae).
    • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
  • Cara kimiawi
    • Aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Penyakit
  • Layu Bakteri
    • Penyebab : Bakteri (Ralstonia solanacearum)
    • Gejala
      • Daun layu disertai dengan warna menguning, diawali dari salah satu pucuk daun atau cabang tanaman, umumnya terjadi pada tanaman berumur sekitar 6 minggu.
      • Gejala lanjut daun layu secara menyeluruh dan berwarna coklat diikuti dengan matinya tanaman.
      • Bila batang tanaman terserang dipotong akan tampak garis vaskuler berwarna gelap, bila potongan batang tersebut dimasukkan ke dalam air bening akan mengeluarkan eksudat berupa lendir berwarna putih keabu‐abuan. Pada fase serangan ringan keadaan tersebut tidak tampak. Eksudat dapat ditemukan pada akar ditandai dengan menempelnya tanah pada bagian akar tersebut. Kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan patogen adalah suhu 27°C, cuaca kering dan curah hujan yang banyak.
    • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, jika di pertanaman terdapat gejala serangan.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Pseudomonas flurescens (terdapat dalam kandungan pupuk hayati MiG‐6PLUS) yang diaplikasikan pada permukaan bedengan secara merata saat tanaman berumur 15 hst.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan bakterisida selektif dan efektif.
        • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan serangan layu bakteri sampai mencapai 5 %, aplikasi bakterisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
  • Layu Fusarium
    • Penyebab : Cendawan (Fusarium solani)
    • Gejala
      • Daun tampak layu dimulai dari daun bawah berkembang ke daun atas. kemudian menguning dan akhirnya mengering kecuali pucuk tetap berwarna hijau dan pertumbuhan tanaman tidak normal.
      • Batang tanaman yang terserang, bila dipotong akan tampak kambiumnya berwarna coklat. Warna coklat serupa kadang dijumpai juga pada pembuluh tangkai daun.
      • Pada tanah basah atau dingin, batang di bawah permukaan tanah menjadi busuk, tanaman layu dan mati.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Trichoderma sp.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan fungisida selektif dan efektif.
        • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan serangan layu fusarium sampai mencapai 5 %, aplikasi fungisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
  • Virus Daun Menggulung
    • Penyebab : Virus (Potato Leaf Roll VirusIPLRV)
    • Gejala
      • Daun yang terserang menggulung ke bagian atas mulai dari tepi ke arah ibu tulang daun dan batang menyerupai tabung, warna daun menguning atau mengalami klorosis, Daun dan batang tanaman yang sakit menjadi pucat dan kurus serta batang mengecil.
    • Pengamatan
      • Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, jika di pertanaman terdapat gejala serangan.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis dengan selektif dan efektif.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Aplikasi pestisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi

PANDUAN LENGKAP MENANAM TOMAT


1. Syarat Tumbuh
Budidaya tomat dapat dilakukan dari ketinggian 0‐1.250 mdpl, dan tumbuh optimal di dataran tinggi >750 mdpl, sesuai dengan jenis/varietas yang diusahakan dg suhu siang hari 24°C dan malam hari antara 15°C‐20°C. Pada temperatur tinggi (diatas 32°C) warna buah tomat cenderung kuning, sedangkan pada temperatur yang tidak tetap (tidak stabil) warna buah tidak merata. Temperatur ideal antara 24 °C ‐ 28°C. Curah hujan antara 750‐125 mm/tahun, dengan irigasi yang baik.
Kemasaman tanah sekitar 5.5 ‐ 6.5, penyerapan unsur hara terutama fosfat, kalium dan besi oleh tanaman tomat.
2. Penyiapan Lahan
Lahan yang akan ditanami tanaman tomat diusahakan bukan bekas tanaman sefamili seperti kentang, bedengan dengan lebar 110 ‐120 cm, tinggi 50 ‐ 60 cm, dan j arak antar bedengan 50 ‐ 60 cm, pupuk kandang matang sebanyak 10 ton/ha yang dicampur dengan tanah secara merata.
Kemudian semprotkan merata pada permukaan bedengan dengan larutan pupuk hayati MiG‐6PLUS dengan dosis 2 liter pupuk hayati MiG‐6PLUS perhektar, biarkan selama 3 hari Kemudian bibit siap untuk di tanam.

3. Pemeliharaan

a. Pemupukan
1)Pemupukan dengan pupuk hayati MiG‐6PLUS
  • Pengulangan pemberian pupuk hayati MiG‐6PLUS pada masa pemeliharaan adalah setiap 3 minggu sekali dengan dosis yang di anjurkan adalah 2 liter MiG‐6PLUS per hektar.
2)Pupuk kimia
  • Pupuk Makro yang terdiri dari unsur Nitrogen, Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP dan KCl), diberikan 2 kali, yaitu pada 7‐10 hari Setelah tanam dan pada usia 35 hari. Dosis pupuk pada masing2 daerah berlainan, tergantung dari jenis tanah dan tekstur tanah.
  • Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP)
    • Beberapa keuntungan penggunaan mulsa plastik yaitu :
    • Mengurangi fluktuasi suhu tanah.
    • Mengurangi evaporasi tanah, sehingga kelembaban tanah dapat dipertahankan.
    • Mengurangi kerusakan (erosi) tanah karena air hujan.
    • Menekan pertumbuhan gulma, mengurangi pencucian hara terutama Nitrogen dan meningkatkan aktivitas mikrobiologi tanah.
    • Mengurangi serangan hama pengisap (Thrips, tungau dan kutu daun) dan penyakit tular tanah (rebah kecambah dan akar bengkak).
    • Pemasangan Turus
      • Pemasangan turus dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh tegak, mengurangi kerusakan fisik tanaman, memperbaiki pertumbuhan daun dan tunas serta mempermudah penyemprotan pestisida dan pemupukan.
    • Pemangkasan
      • Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil buah tomat adalah dengan cara pemangkasan. Pemangkasan cabang dengan meninggalkan satu cabang utama per tanaman akan menghasilkan buah tomat dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan . tanpa pemangkasan. Jumlah cabang yang hanis dipertahankan per tanaman tergantung pada kultivar yang ditanam.

4.  Panen
  • Panen pertama dilakukan saat berumur 3 bulan.
  • Dipilih yang sudah tua dan jangan memetik yang masih basah, karena tidak tahan lama.
  • Buah jangan jatuh.
  • Buah jangan terluka.
HAMA DAN PENYAKIT

1. Hama
  • UlatTanah (AgrotisipsilonHufn.) Ordo : Lepidoptera, Famili : Noctuidae
    • Gejala :Terpotongnya pangkal batang tanaman muda yang baru ditanam di lapangan, menyebabkan tanaman roboh terpotong sering terjadi awal musim kemarau. Ulat tanah ini bersifat polifag, sehingga mempunyai banyak tanaman inang seperti tomat, kentang, cabe, kubis, jagung dll yang masih muda.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
      • Penanaman bibit tanaman yang toleran atau resisten terhadap serangan ulat tanah.
    • Cara fisik dan mekanis dengan sanitasi disekitar tanaman,mengumpulkan dan membunuh ulat langsung,
    • Cara biologis\
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, seperti Apanteles ruficrus dan Tritaxys braueri.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
    • Cara kimiawi
      • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan populasi serangan ulat tanah, aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)
  • Gejala
    • Ulat melubangi buah, buah yang terserang menjadi busuk dan jatuh ke tanah.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
    • Cara fisik dan mekanis
    • Cara biologis
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, predator dan patogen.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif
  • Cara kimiawi
    • aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
3.Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Ordo : Homoptera Famili : Aphididae
  • Gejala
    • Berupa bercak nekrotik pada daun yang disebabkan oleh rusaknya sel‐sel dan jaringan daun dihisap nimfa dan serangga dewasa,merupakan vektor TLCV ( Tomato Leaf Curl Virus)
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman,.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
    • Cara fisik dan mekanis
    • Cara biologis
      • Memanfaatkan musuh alami parasitoid seperti Encarsia sp., dan predator seperti Scymnus, sp., Menochillus sp., dan Amblyseius sp.
      • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
    • Cara kimiawi
      • Aplikasikan insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
4. Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)
  • Gejala
    • ulat grayak menyerang epidermis dengan meninggalkan bagian atas daun hingga barupa bercak‐bercak putih menerawang. Serangan larva dewasa menyebabkan daun sampai berlubang, bahkan sampai tulang daun.
  • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 10 % populasi tanaman.
  • Pengendalian
    • Cara kultur teknis
  • Cara fisik dan mekanis
  • Cara biologis
    • Memanfaatkan musuh alami parasitoid, seperti Telenomus spodopterae Dodd (Sceliomidae), Micropitis similes (Eulopidae) dan Peribaea sp. (Tachinidae).
    • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
  • Cara kimiawi
    • Aplikasi insektisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi.
2. Penyakit
  • Layu Bakteri
    • Penyebab : Bakteri (Ralstonia solanacearum)
    • Gejala
      • Daun layu disertai dengan warna menguning, diawali dari salah satu pucuk daun atau cabang tanaman, umumnya terjadi pada tanaman berumur sekitar 6 minggu.
      • Gejala lanjut daun layu secara menyeluruh dan berwarna coklat diikuti dengan matinya tanaman.
      • Bila batang tanaman terserang dipotong akan tampak garis vaskuler berwarna gelap, bila potongan batang tersebut dimasukkan ke dalam air bening akan mengeluarkan eksudat berupa lendir berwarna putih keabu‐abuan. Pada fase serangan ringan keadaan tersebut tidak tampak. Eksudat dapat ditemukan pada akar ditandai dengan menempelnya tanah pada bagian akar tersebut. Kondisi yang menguntungkan bagi perkembangan patogen adalah suhu 27°C, cuaca kering dan curah hujan yang banyak.
    • Pengamatan
    • Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, jika di pertanaman terdapat gejala serangan.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Pseudomonas flurescens (terdapat dalam kandungan pupuk hayati MiG‐6PLUS) yang diaplikasikan pada permukaan bedengan secara merata saat tanaman berumur 15 hst.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan bakterisida selektif dan efektif.
        • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan serangan layu bakteri sampai mencapai 5 %, aplikasi bakterisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
  • Layu Fusarium
    • Penyebab : Cendawan (Fusarium solani)
    • Gejala
      • Daun tampak layu dimulai dari daun bawah berkembang ke daun atas. kemudian menguning dan akhirnya mengering kecuali pucuk tetap berwarna hijau dan pertumbuhan tanaman tidak normal.
      • Batang tanaman yang terserang, bila dipotong akan tampak kambiumnya berwarna coklat. Warna coklat serupa kadang dijumpai juga pada pembuluh tangkai daun.
      • Pada tanah basah atau dingin, batang di bawah permukaan tanah menjadi busuk, tanaman layu dan mati.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis, seperti Trichoderma sp.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Memberi perlakuan benih sebelum ditanam dengan fungisida selektif dan efektif.
        • Apabila cara pengendalian lainnya tidak mampu menekan serangan layu fusarium sampai mencapai 5 %, aplikasi fungisida selektif dan efektif sesuai dosis/konsentrasi yang direkomendasi.
  • Virus Daun Menggulung
    • Penyebab : Virus (Potato Leaf Roll VirusIPLRV)
    • Gejala
      • Daun yang terserang menggulung ke bagian atas mulai dari tepi ke arah ibu tulang daun dan batang menyerupai tabung, warna daun menguning atau mengalami klorosis, Daun dan batang tanaman yang sakit menjadi pucat dan kurus serta batang mengecil.
    • Pengamatan
      • Pengamatan dilakukan pada 5 % populasi tanaman, jika di pertanaman terdapat gejala serangan.
    • Pengendalian
      • Cara kultur teknis
      • Cara fisik dan mekanis
      • Cara biologis
        • Memanfaatkan musuh alami patogen antagonis dengan selektif dan efektif.
        • Memanfaatkan aneka tanaman biopestisida selektif.
      • Cara kimia
        • Aplikasi pestisida selektif dan efektif sesuai dosis/ konsentrasi yang direkomendasi

Friday, May 16, 2014

BERBAGAI JENIS BIBIT TEBU



Bibit yang berasal dari kebun bibit yang terdiri atas bagal mata dua dan bagal mata tiga khusus untuk lahan kurang air.
Bibit yang berasal dari hasil persemaian (jawa = Dederan) stek-stek batang yang dibuat dengan maksud antara lain:

    • Memperbesar penangkaran
    • Untuk tempat pertumbuhan peralihan bahan bibit yang telah cukup umur sambil menunggu penyiapan lahan untuk tanam.
    • Memperkecil resiko penyulaman karana pada umumnya bibit yang berasal dari bibit dederan langsung dapat tumbuh.
    • Sebagai bahan tanam sulam yang tanaman mati.

Bibit yang berasal dari kebun bibit terbagi atas rayungan bermata satu dan rayungan bermata dua, digunakan untuk tanaman di lahan basah dengan pengairan cukup. Namun keberadaannya sekarang sudah jarang digunakan dikarenakan jarak antara kebun bibit dan kebun tebu giling yang jauh menyebabkan tingkat kerusakan tinggi serta ketersediaan air yang kurang.
Sepintas bibit ini sama dengan bibit rayungan. Perbedaannya bibit ceblokan berasal dari stek batang dengan beberapa mata yang ditanam tegak lurus pada papan tanam yang cara penyiapannya sama dengan bibit dederan namun dibuat lebih tebal. Dengan demikian akar stek batang yang ditanam cepat tumbuh dan berkembang sehingga mempercepat bertunasnya mata di buku-buku ruas batang tersebut.

Kondisi kebun bibt harus dijaga agar tetap lembab. Untuk memacu pertumbuhan, dapat dipupuk secukupnya. Selanjutnya perawatan seperti bibit rayungan.

Bibit yang diambil dari pucuk tanaman tebu giling pada saat tebang. Bibit dipotong dari pucuk sepanjang 30-40 cm (3-4 mata). Kebun yang diambil pucuknya murni dan sehat. Bibit jenis ini digunakan jika kekurangan bibit dari KBD.

Selain beberapa macam bibit tersebut, seiring perkembangan zaman, banyak jenis bibit yang digunakan untuk bahan tanam tebu seperti Single Bud, Bud Chip, Bud Shed, dan Kultur Jaringan.
sumber referensi :http://manistebuku.blogspot.com/

BERBAGAI JENIS BIBIT TEBU



Bibit yang berasal dari kebun bibit yang terdiri atas bagal mata dua dan bagal mata tiga khusus untuk lahan kurang air.
Bibit yang berasal dari hasil persemaian (jawa = Dederan) stek-stek batang yang dibuat dengan maksud antara lain:

    • Memperbesar penangkaran
    • Untuk tempat pertumbuhan peralihan bahan bibit yang telah cukup umur sambil menunggu penyiapan lahan untuk tanam.
    • Memperkecil resiko penyulaman karana pada umumnya bibit yang berasal dari bibit dederan langsung dapat tumbuh.
    • Sebagai bahan tanam sulam yang tanaman mati.

Bibit yang berasal dari kebun bibit terbagi atas rayungan bermata satu dan rayungan bermata dua, digunakan untuk tanaman di lahan basah dengan pengairan cukup. Namun keberadaannya sekarang sudah jarang digunakan dikarenakan jarak antara kebun bibit dan kebun tebu giling yang jauh menyebabkan tingkat kerusakan tinggi serta ketersediaan air yang kurang.
Sepintas bibit ini sama dengan bibit rayungan. Perbedaannya bibit ceblokan berasal dari stek batang dengan beberapa mata yang ditanam tegak lurus pada papan tanam yang cara penyiapannya sama dengan bibit dederan namun dibuat lebih tebal. Dengan demikian akar stek batang yang ditanam cepat tumbuh dan berkembang sehingga mempercepat bertunasnya mata di buku-buku ruas batang tersebut.

Kondisi kebun bibt harus dijaga agar tetap lembab. Untuk memacu pertumbuhan, dapat dipupuk secukupnya. Selanjutnya perawatan seperti bibit rayungan.

Bibit yang diambil dari pucuk tanaman tebu giling pada saat tebang. Bibit dipotong dari pucuk sepanjang 30-40 cm (3-4 mata). Kebun yang diambil pucuknya murni dan sehat. Bibit jenis ini digunakan jika kekurangan bibit dari KBD.

Selain beberapa macam bibit tersebut, seiring perkembangan zaman, banyak jenis bibit yang digunakan untuk bahan tanam tebu seperti Single Bud, Bud Chip, Bud Shed, dan Kultur Jaringan.
sumber referensi :http://manistebuku.blogspot.com/

Thursday, May 15, 2014

BAGIAN BAGIAN DARI BATANG TEBU


Batang tebu tersusun dalam ruas-ruas, diantara ruas-ruas tersebut terdapat buku-buku ruas dimana terletak mata yang dapat tumbuh menjadi kuncup tanaman baru. Disamping itu terdapat mata akar tempat keluarnya akar untuk kehidupan kuncup tersebut. Yang perlu diperhatikan dalam mempelajari tanda pengenal yang terdapat pada batang, ialah terutama bentuk ruasnya, disamping itu juga sifat-sifat yang terdapat pada ruas itu sendiri sebagai keterangan tambahan, seperti dijelaskan dalam Gambar 2.3 yang menjelaskan bagian-bagian dari batang tebu.

a. Bentuk dan susunan ruas batang
Yang dimaksud dengan bentuk ruas disini kecuali dapat dibedakan atas enam bentuk pokok, juga bentuk pada potongan penampang melintang ruas. Keenam bentuk-bentuk pokok tersebut ialah silindris, tong, kelos, konis, konis terbalik dan cembung-cekung . Sedangkan bentuk penampang melintang dibedakan atas bulat ( gilig ) dan pipih ( gepeng ). Mengenai susunan ruas, dapat lurus dan berbiku ( zig-zag ) seperti ditunjukkan dalam gambar 2.10.
Sumber disarikan dari http://manistebuku.blogspot.com/

Thursday, May 1, 2014

Tips Mengatasi Busuk Ujung Buah Tomat


Penyakit busuk ujung buah (blossom end rot) yang sangat menurunkan kualitas buah tomat memang cukup merugikan petaninya. Karena itu sedapat mungkin serangan penyakit ini harus dihindarkan. Salah satu caranya, dengan pemupukan berimbang.

Sistem pertanian intensif yang disertai pemupukan tidak berimbang sering menyebabkan gejala penyakit fisiologis akibat kekurangan unsur hara tertentu, salah satu di antaranya yang sering ditemukan pada tanaman tomat adalah busuk ujung buah. Penyakit ini sangat merugikan petani tomat, karena dapat menggagalkan panen. Kalaupun bisa, kualitas buah akan sangat menurun sehingga sulit dipasarkan.

Sejak Buah Tomat Muda

Gejala penyakit busuk ujung buah biasanya sudah tampak pada stadium buah muda. Mula-mula terlihat bercak berwarna hijau gelap pada ujung buah tomat. Kemudian berubah menjadi lekuk basah cokelat sampai kehitam-hitaman. Setelah itu ujung buah akan mengkerut, bentuknya pipih, dan daging buah dalam setiap dompolan menjadi busuk basah atau busuk kering serta rusak.

Pada serangan serius buah tomat berubah warnanya lebih awal. Seringkali diikuti infeksi akibat serangan cendawan yang dapat memperparah busuk buah.

Kurang Kalsium

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kurangnya unsur hara Ca (Kalsium) yang diperoleh tanaman. Padahal unsur Ca pada tanaman sangat berguna untuk menyusun dinding-dinding sel, pembelahan sel, dan perpanjangan sel. Akibatnya pertumbuhan tanaman dan perkembangan buah tomat terganggu.

Kondisi kurangnya unsur Ca ini mungkin karena tanah kurang menyediakan unsur Ca, atau karena tanah cukup Ca namun tidak diserap oleh akar tanaman akibat tanahnya terlalu basah atau kekeringan. Dapat pula terjadi akibat pemupukan tidak berimbang, terutama tingginya dosis pupuk nitrogen dan kalsium yang dapat mempengaruhi ketersediaan Ca dalam tanah.

Pengapuran dan Pemupukan Berimbang

Untuk mengatasi serangan penyakit fisiologis ini dianjurkan memilih varietas tomat yang tahan, misalnya saja tomat hibrida variteas Kada. Namun akan lebih baik lagi jika anjuran-anjuran berikut ini dilakukan :

Penyakit busuk ujung buah, menurunkan harga jual buah tomat

  • Lakukan pengapuran tanah pada saat pengolahan tanah, terutama lahan yang mudah kekurangan Ca atau pH-nya rendah. Dosis pengapuran disesuaikan dengan angka pH tanah, namun umumnya sekitar 1.000 kg per ha, dicampurkan merata dengan tanah. Kalsit, dolomit, dan zeolit adalah contoh jenis kapur yang dapat digunakan.
  • Lakukan pemupukan berimbang sesuai anjuran (rekomendasi) setempat. Hindari pemupukan nitrogen dan kalium yang berlebihan, karena dapat mempengaruhi penyerapan unsur Ca.
  • Pengairan (penyiraman) harus merata, jangan membiarkan tanah terlalu basah atau terlalu kering / kekeringan.
  • Bila ditemukan ada gejala awal kurang Ca, segera disemprot dengan CaC12 pada seluruh permukaan daun 5 – 7 hari sekali secara berulang-ulang sampai sembuh. Dosisnya 0,5 – 1,0 % dan tidak boleh dicampur dengan pestisida. Dapat pula disemprot pupuk daun yang kandungan unsur Ca-nya tinggi.
  • Buah tomat yang terserang segera dikumpukan dan dibuang.

Wednesday, April 30, 2014

PANDUAN MENANAM TALAS

PANDUAN MENANAM TALAS

Untuk bisa memulai budidaya talas, berbagai persiapan haruslah dilakukan demi proses yang sesuai dengan harapan dan hasilnya pun melimpah. Anda lebih baik mempelajarinya satu per satu supaya tidak ada kesalahan dalam budidaya talas yang ingin anda rintis. Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang cara tanam untuk memulai budidaya talas.

Mengolah Tanah Untuk Menanam Talas
Tanah yang akan digunakan untuk membudidayakan talas haruslah tanah dengan kondisi yang bagus. Sebenarnya ini adalah syarat untuk memulai budidaya tanaman apapun karena tanah merupakan media yang bisa memberikan tanaman semua nutrisi yang dibutuhkan. Tanah biasanya diolah dengan menggunakan cangkul ataupun bajak dengan kedalaman sekitar 20cm-30cm. pengolahan dilakukan untuk mendapatkan tanah yang gembur dan menyingkirkan rumput ataupun tanaman liar.

Setelah tanah diolah, biasanya akan didiamkan selama 3 hari guna membiarkan proses pelapukan dan oksidasi yang memiliki bahan organik akan berlangsung lebih baik. Kemudian tanah diratakan dan mulai diberi tanda jarak tanaman dan barisan lebih baik mengarah ke timur agar terkena sinar matahari dengan sempurna. Bendengan dibuat dengan ketinggian gundukan sekitar 20cm.

Pemilihan Bibit dan Penanaman Talas
Talas bisa dikembangbiakkan dengan menggunakan biji, buah, anakan, jaringan, dan stolon. Jadi kita bisa memilih mana saja yang memang sesuai dengan pilihan Anda. Setelah bibit sudah disiapkan, cara menanamselanjutnya adalah masalah cara penanaman. Penanaman dilakukan dilahan yang terbuka dan yang paling baik adalah pada waktu awal musim penghujan. Kita perlu mengingat bahwa talas rentan akan kekeringan dan bila sampai kekurangan air pada waktu penanaman maka bibit akan gagal alias mati.

Jika bibit masih dalam polybag, maka sebelum ditanam, sebaiknya plastik dilepas karena bisa mengganggu pertumbuhan umbi dan akar. Agar tanah tetap lembab, maka pada daerah sekitar perakaran diperlukan mulsa yang bisa anda berikan dalam bentuk potongan rumput kering, jerami, maupun dedaunan. Pastikan untuk menyiram secara teratur karena pada saat tidak ada hujan, pertumbuhan talas bisa terganggu dan kondisinya tidak akan pulih karena terlanjur.

Pemupukan Tanaman Talas
Pemupukan tanaman talas dilakukan pada awal sebelum bibit ditanamkan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan tanah kesuburan yang baik dengan cara memberikan pupuk kandang atau kompos yang diberikan pada setiap lubang. Itu merupakan pemupukan pertama dan untuk yang kedua adalah empat minggu setelah dilakukan penanaman dengan menggunakan pupuk urea. Dosis yang dibutuhkan adalah sekitar 2 sendok makan setiap tanamantalas. Dan pemupukan yang terakhir adalah ketika tanaman sudah mencapai usia 3 bulan.

Pengendalian Hama Tanaman Talas
Pengendalian hama sangat penting dalam merawat tanaman talas ini. Ada berbagai jenis hama yang biasa ditemui seperti belalang dau, dan ulat daun. Ada juga tungau, hawar daun dan juga busuk umbi. Penyemprotan pestisida adalah pilihan yang terbaik. Membersihkan area dekat tanaman juga akan sangat berguna dengan cara membakar daun dan buah yang terserang agar tidak menyebar. Hal ini akan menghindarkan anda dari hasil panen yang jelek.

PEMBIBITAN DAN PENANAMAN TANAMAN KUNYIT

Artikel sebelumnya di blog tipspetani :

-----------


Saat sekarang jika Anda tidak mempunyai usaha sampingan, maka Anda tidak akan bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Ada berbagai usaha sampingan yang bisa Anda lakukan namun pada dasarnya usaha sampingan adalah sebuah usaha yang tidak mengganggu pekerjaan utama Anda. Dari sekian banyak usaha sampingan yang bisa Anda lakukan, bercocok tanam kunyit mungkin adalah usaha sampingan yang paling baik untuk Anda, khususnya jika Anda mempunyai lahan kosong disekitar rumah Anda. Harga kunyit baik kunyit kuning atau kunyit putih yang lumayan mahal bisa menambah pemasukan kedalam kocek Anda setiap minggunya. Untuk memulai usaha sampingan ini maka yang Anda perlukan hanyalah sedikit mengetahui teknik budidaya kunyit karena penanaman kunyit sangat mudah dan tidak memerlukan terlalu banyak perawatan.

Cara Pembibitan Tanaman Kunyit
Cara budidaya tanaman kunyit tidak sesulit tanaman lain. Tanaman kunyit merupakan tanaman semak yang mudah tumbuh dan tingginya bisa mencapai 100cm. rimpang kunyit berwarna mulai jingga sampai kecoklatan dan daging rimpang berwarna merah jingga kekuning-kuningan. Cara budidaya kunyit sangat mudah syarat pertama yan harus dipenuhi adalah iklim. Kunyit akan tumbuh subur pada daerah dengan intensitas cahaya penuh atau sedang dan dengan curah hujan antara 1000-4000mm/tahun. Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur dan jenis tanah yang paling cocok adalah tanah riingan dengan bahan organik yang tinggi dan tanah lempung berpasir yang tidak tergenang.

Untuk mulai penanaman, siapkan bibit terlebih dahulu. Bibit bisa dibuat dari pecahan rimpang yang sehat dan bersih dari penyakit dan kerikil. Rimpang dipotong dengan ukuran 3-7cm dan berat seragam (20-30 gram) setelah itu bekas potongan ditutup dengan abu dapur. Setelah itu bibit disemaikan dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh selama 1-1,5 bulan dan disiram pagi dan sore hari. Setelah muncul mata tunas, makapembibitan sudah selesai. Cara budidaya yang benar, bibit harus dipindahkan ke tempat persemaian hingga mata tunas tumbuh 2-3cm dan setelah itu penanaman pada lahan bisa dilakukan.

Pengolahan Lahan dan Penanaman Kunyit

Untuk lahan yang akan ditanami kunyit, maka pengolahan sederhana diperlukan. Pertama, lahan dibersihkan dari daun, rumput dan hama pengganggu 30 hari sebelum penanaman dengan cara dicangkul dengan kedalaman 20-0 cm dan kemudian dibiarkan terkena matahari selama 1-2 minggu agar hama penyakit dalam tanah mati dan gas berbahaya menguap. Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50cm. sebelum ditanami sebaiknya bedengan dipupuk dengan pupuk kAndang yang sudah jadi dan dibiarkan 1 minggu.

Teknik menanam kunyit pada lahan adalah kunyit dimasukan kedalam lubang berukuran 5-10cm dengan mata tunas menghadap keatas. Penanaman sebaiknya dilakukan diawal musim hujan. Bibit ditutup tanah tapi jangan dipadatkan. Cara tanam yang demikian akan membuat kunyit cepat tumbuh daunya dan akarnya juga cepat menyebar. Untuk mengetahui cara menanam kunyit yang benar, Anda bisa juga mencari informasi dari dinas pertanian. Penyuluh pertanian akan datang atas permintaan Anda jika ada banyak petani yang ingin mengetahui teknik menanam kunyit yang baik dan benar. Untuk hasil rimpang yang besar dan seragam, pemupukan, penyiraman serta penyiangan mutlak diperlukan. Pestisida tidak mutlak diperlukan kecuali Anda melihat ada serangan hama yang serius. Pemanenan dapat dilakukan setelah berumur 8-18 bulan dan masa panen bisa mencapai 8 bulan. Untuk pemanenan yang berkelanjutan, jangan cabut batang kunyit namun cukup Anda korek disekitar batang untuk mengambil rimpang yang sudah besar.

PEMBIBITAN DAN PENANAMAN TANAMAN KUNYIT

Artikel sebelumnya di blog tipspetani :

-----------


Saat sekarang jika Anda tidak mempunyai usaha sampingan, maka Anda tidak akan bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Ada berbagai usaha sampingan yang bisa Anda lakukan namun pada dasarnya usaha sampingan adalah sebuah usaha yang tidak mengganggu pekerjaan utama Anda. Dari sekian banyak usaha sampingan yang bisa Anda lakukan, bercocok tanam kunyit mungkin adalah usaha sampingan yang paling baik untuk Anda, khususnya jika Anda mempunyai lahan kosong disekitar rumah Anda. Harga kunyit baik kunyit kuning atau kunyit putih yang lumayan mahal bisa menambah pemasukan kedalam kocek Anda setiap minggunya. Untuk memulai usaha sampingan ini maka yang Anda perlukan hanyalah sedikit mengetahui teknik budidaya kunyit karena penanaman kunyit sangat mudah dan tidak memerlukan terlalu banyak perawatan.

Cara Pembibitan Tanaman Kunyit
Cara budidaya tanaman kunyit tidak sesulit tanaman lain. Tanaman kunyit merupakan tanaman semak yang mudah tumbuh dan tingginya bisa mencapai 100cm. rimpang kunyit berwarna mulai jingga sampai kecoklatan dan daging rimpang berwarna merah jingga kekuning-kuningan. Cara budidaya kunyit sangat mudah syarat pertama yan harus dipenuhi adalah iklim. Kunyit akan tumbuh subur pada daerah dengan intensitas cahaya penuh atau sedang dan dengan curah hujan antara 1000-4000mm/tahun. Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur dan jenis tanah yang paling cocok adalah tanah riingan dengan bahan organik yang tinggi dan tanah lempung berpasir yang tidak tergenang.

Untuk mulai penanaman, siapkan bibit terlebih dahulu. Bibit bisa dibuat dari pecahan rimpang yang sehat dan bersih dari penyakit dan kerikil. Rimpang dipotong dengan ukuran 3-7cm dan berat seragam (20-30 gram) setelah itu bekas potongan ditutup dengan abu dapur. Setelah itu bibit disemaikan dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh selama 1-1,5 bulan dan disiram pagi dan sore hari. Setelah muncul mata tunas, makapembibitan sudah selesai. Cara budidaya yang benar, bibit harus dipindahkan ke tempat persemaian hingga mata tunas tumbuh 2-3cm dan setelah itu penanaman pada lahan bisa dilakukan.

Pengolahan Lahan dan Penanaman Kunyit

Untuk lahan yang akan ditanami kunyit, maka pengolahan sederhana diperlukan. Pertama, lahan dibersihkan dari daun, rumput dan hama pengganggu 30 hari sebelum penanaman dengan cara dicangkul dengan kedalaman 20-0 cm dan kemudian dibiarkan terkena matahari selama 1-2 minggu agar hama penyakit dalam tanah mati dan gas berbahaya menguap. Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50cm. sebelum ditanami sebaiknya bedengan dipupuk dengan pupuk kAndang yang sudah jadi dan dibiarkan 1 minggu.

Teknik menanam kunyit pada lahan adalah kunyit dimasukan kedalam lubang berukuran 5-10cm dengan mata tunas menghadap keatas. Penanaman sebaiknya dilakukan diawal musim hujan. Bibit ditutup tanah tapi jangan dipadatkan. Cara tanam yang demikian akan membuat kunyit cepat tumbuh daunya dan akarnya juga cepat menyebar. Untuk mengetahui cara menanam kunyit yang benar, Anda bisa juga mencari informasi dari dinas pertanian. Penyuluh pertanian akan datang atas permintaan Anda jika ada banyak petani yang ingin mengetahui teknik menanam kunyit yang baik dan benar. Untuk hasil rimpang yang besar dan seragam, pemupukan, penyiraman serta penyiangan mutlak diperlukan. Pestisida tidak mutlak diperlukan kecuali Anda melihat ada serangan hama yang serius. Pemanenan dapat dilakukan setelah berumur 8-18 bulan dan masa panen bisa mencapai 8 bulan. Untuk pemanenan yang berkelanjutan, jangan cabut batang kunyit namun cukup Anda korek disekitar batang untuk mengambil rimpang yang sudah besar.

Tuesday, April 29, 2014

PANDUAN MENANAM KOPI




Teknik budidaya yang pertama adalah pembibitan dan persiapan lahan. Untuk bercocok tanam kopi, anda tentunya memerlukan lahan dan juga bibit kopi. Untuk lahan budidaya kopi ateng, saya sarankan anda mempunyai lahan minimal 0,5 hektar. Luas tersebut paling minimal untuk menanam kopi ateng dengan hasil yang lumayan. Kemudian pastikan perbandingan pohon pelindung di lahan dengan pohon kopi sekitar 1:4 sampai 1:8 dengan setiap 1 pohon pelindung untuk 4 pohon kopi. Jika lebih, sebaiknya anda tebang pohon tersebut. Kemudian untuk teknik menanam, anda harus menyaipkan pupuk kandang sekitar 50 kg dan sebarkan Natural GLIO. Diamkan selama satu minggu.

Ada dua jenis bibit yaitu bibit biji dari pembiakan secara generatif dan sambungan atau stek dari pembiakan secara vegetatif. Untuk semua cara pastikan anda mengambil dari pohon yang sudah diketahui kualitasnya. Pastikan anda menyimpan bibit dengan baik sebelum pembibitan. Tips untuk penyimpanan bibit adalah disimpan dalam peti dengan lapisan kain yang diberi minyak terpenting dengan perbandingan 1cc setiap 100 cm2. Campurkan juga biji dengan bubuk arang perbandingannya adalah 3:1.

Untuk penanaman, siapkan lobang tanam untuk bibit dengan ukuran persegi 60 cm2 atau 75 cm2 dengan jarak 2,5 – 2,75 cm2. Lobang untuk bibit ini sebaiknya disiapkan 2 bulan sebelum ditanami bibit. Setelah lobang siap, sekarang waktunya menanam bibit. Ada cara tanam untuk bibit kopi ini. Pastikan anda mendapat bibit yang berkualitas dari pohon yang bagus atau dari penangkar yang terpercaya. Buatlah bumbunan atau kotak tanah untuk penyemaian. Tebal lapisan pasir sekitar 4 sampai 6 cm saja. Kemudian sitam bibit tersebut dengan rutin namun sesuai takaran yang cukup. Dalam kurun waktu sekitar 1 bulan akan tumbuh seperti kecambah kecil. Pilih bibit yang baik untuk dipindah di polibag. Lakukan dengan hati-hati agar tidak putus pada awal-awal pembibitan karena sangat rapuh. Jangan lupa lakukan pemupukan dengan NPK sampai umur 12 bulan. Tambahkan juga Supernasa dengan perbandingan 1sendok:10liter air. Gunakan 250 ml untuk setaip pohon. Pada umur 4 bulan, seprotkan 2 tutup botol POC Nasa setiap bulan hingga umut 7 – 9 bulan. Setalah itu siap ditanam di lubang lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Anda bisa menyiapkan lubang dan menyiapkan bibit pada saat berumur 5 bulan, sehingga pada umur 7 bulan lahan dan bibit siap digunakan bercocok tanam.


Cara budidaya selanjutnya adalah penanaman. Ingat penanaman menggunakan cara menanam khusus agar dapat tumbuh dengan baik. Untuk penanam bibit yang sudah siap, sebaiknya ditanam saat musim penghujan. Pastikan jumlah bibit sesuai dengan luas lahan. Untuk penyemaian sebaiknya siapkan jumlah 1,5 sampai 2 kali jumlah rencana, karena tidak 100% semua bibit bisa tumbuh dan bertahan dengan baik. Untuk perawatan pastikan anda menyiramnya bibit yang sudah disemai sehari 2 kali dan bersihkan dari tanaman liar seperti rumput. Pastikan tidak ada gangguan dari luar seperti ternak. Lakukan juga penyulaman segera jika ada tanda-tanda tanaman akan mati atau tumbuh tidak normal.

Untuk perawatan pastikan jumlah air yang didapat cukup terutama saat tumbuh sebelum menjadi pohon. Berikan air dan juga pupuk secara teratur. Jika terkena penyakit segera obati hingga benar-benar sembuh agar tidak menyerang pohon kopi yang lain. Kemudian untuk memanen sebaiknya tunggu hingga biji kopi benar-benar matang.

PANDUAN MENANAM KOPI




Teknik budidaya yang pertama adalah pembibitan dan persiapan lahan. Untuk bercocok tanam kopi, anda tentunya memerlukan lahan dan juga bibit kopi. Untuk lahan budidaya kopi ateng, saya sarankan anda mempunyai lahan minimal 0,5 hektar. Luas tersebut paling minimal untuk menanam kopi ateng dengan hasil yang lumayan. Kemudian pastikan perbandingan pohon pelindung di lahan dengan pohon kopi sekitar 1:4 sampai 1:8 dengan setiap 1 pohon pelindung untuk 4 pohon kopi. Jika lebih, sebaiknya anda tebang pohon tersebut. Kemudian untuk teknik menanam, anda harus menyaipkan pupuk kandang sekitar 50 kg dan sebarkan Natural GLIO. Diamkan selama satu minggu.

Ada dua jenis bibit yaitu bibit biji dari pembiakan secara generatif dan sambungan atau stek dari pembiakan secara vegetatif. Untuk semua cara pastikan anda mengambil dari pohon yang sudah diketahui kualitasnya. Pastikan anda menyimpan bibit dengan baik sebelum pembibitan. Tips untuk penyimpanan bibit adalah disimpan dalam peti dengan lapisan kain yang diberi minyak terpenting dengan perbandingan 1cc setiap 100 cm2. Campurkan juga biji dengan bubuk arang perbandingannya adalah 3:1.

Untuk penanaman, siapkan lobang tanam untuk bibit dengan ukuran persegi 60 cm2 atau 75 cm2 dengan jarak 2,5 – 2,75 cm2. Lobang untuk bibit ini sebaiknya disiapkan 2 bulan sebelum ditanami bibit. Setelah lobang siap, sekarang waktunya menanam bibit. Ada cara tanam untuk bibit kopi ini. Pastikan anda mendapat bibit yang berkualitas dari pohon yang bagus atau dari penangkar yang terpercaya. Buatlah bumbunan atau kotak tanah untuk penyemaian. Tebal lapisan pasir sekitar 4 sampai 6 cm saja. Kemudian sitam bibit tersebut dengan rutin namun sesuai takaran yang cukup. Dalam kurun waktu sekitar 1 bulan akan tumbuh seperti kecambah kecil. Pilih bibit yang baik untuk dipindah di polibag. Lakukan dengan hati-hati agar tidak putus pada awal-awal pembibitan karena sangat rapuh. Jangan lupa lakukan pemupukan dengan NPK sampai umur 12 bulan. Tambahkan juga Supernasa dengan perbandingan 1sendok:10liter air. Gunakan 250 ml untuk setaip pohon. Pada umur 4 bulan, seprotkan 2 tutup botol POC Nasa setiap bulan hingga umut 7 – 9 bulan. Setalah itu siap ditanam di lubang lahan yang sudah disiapkan sebelumnya. Anda bisa menyiapkan lubang dan menyiapkan bibit pada saat berumur 5 bulan, sehingga pada umur 7 bulan lahan dan bibit siap digunakan bercocok tanam.


Cara budidaya selanjutnya adalah penanaman. Ingat penanaman menggunakan cara menanam khusus agar dapat tumbuh dengan baik. Untuk penanam bibit yang sudah siap, sebaiknya ditanam saat musim penghujan. Pastikan jumlah bibit sesuai dengan luas lahan. Untuk penyemaian sebaiknya siapkan jumlah 1,5 sampai 2 kali jumlah rencana, karena tidak 100% semua bibit bisa tumbuh dan bertahan dengan baik. Untuk perawatan pastikan anda menyiramnya bibit yang sudah disemai sehari 2 kali dan bersihkan dari tanaman liar seperti rumput. Pastikan tidak ada gangguan dari luar seperti ternak. Lakukan juga penyulaman segera jika ada tanda-tanda tanaman akan mati atau tumbuh tidak normal.

Untuk perawatan pastikan jumlah air yang didapat cukup terutama saat tumbuh sebelum menjadi pohon. Berikan air dan juga pupuk secara teratur. Jika terkena penyakit segera obati hingga benar-benar sembuh agar tidak menyerang pohon kopi yang lain. Kemudian untuk memanen sebaiknya tunggu hingga biji kopi benar-benar matang.

Monday, April 28, 2014

PROSES MENANAM JERUK PURUT



PROSES TANAM JERUK PURUT
Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu berupa penyambungan tunas pucuk, dimana sistem pembibitan ini biasa ditanam di area pesawahan dan lahan berlereng. Namun jika ditanam di area perbukitan, dapat menggunakan alternatif tanam dengan membuat sengkedan.

Sedangkan untuk lahan yang akan ditanami, sebaiknya dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Untuk ukuran jarak tanam idealnya 6×7 m, disesuaikan dengan karakter pertumbuhan jeruk purut.
Dalam pembuatan lubang tanam pun membutuhkan teknik khusus, yaitu hanya dapat diterapkan pada tanah yang belum diolah dalam jangka waktu 2 minggu, dimana tanah bagian dalam dipisahkan dari lapisan atas (setinggi 25 cm).

“Dengan aplikasi tanah yang berasal dari lapisan atas dan dicampur pupuk kandang. Setelah penanaman, tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Demikian halnya dengan bedengan berukuran 1x1x1 m hanya dibuat jika jeruk purut ditanam di area tanah sawah,” ungkap Prambudi.

Berbeda dengan tanaman jenis lain, teknik penanaman bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau. Tapi, menurut Prambudi, sebaiknya ditanam di awal musim hujan.
Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa, agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.

Sebagai alternatif tumpang sari – sebelum tanaman berproduksi – dapat ditanam tanaman sela, seperti kacang-kacangan atau sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput atau tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

PROSES MENANAM JERUK PURUT



PROSES TANAM JERUK PURUT
Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu berupa penyambungan tunas pucuk, dimana sistem pembibitan ini biasa ditanam di area pesawahan dan lahan berlereng. Namun jika ditanam di area perbukitan, dapat menggunakan alternatif tanam dengan membuat sengkedan.

Sedangkan untuk lahan yang akan ditanami, sebaiknya dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. Untuk ukuran jarak tanam idealnya 6×7 m, disesuaikan dengan karakter pertumbuhan jeruk purut.
Dalam pembuatan lubang tanam pun membutuhkan teknik khusus, yaitu hanya dapat diterapkan pada tanah yang belum diolah dalam jangka waktu 2 minggu, dimana tanah bagian dalam dipisahkan dari lapisan atas (setinggi 25 cm).

“Dengan aplikasi tanah yang berasal dari lapisan atas dan dicampur pupuk kandang. Setelah penanaman, tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Demikian halnya dengan bedengan berukuran 1x1x1 m hanya dibuat jika jeruk purut ditanam di area tanah sawah,” ungkap Prambudi.

Berbeda dengan tanaman jenis lain, teknik penanaman bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau. Tapi, menurut Prambudi, sebaiknya ditanam di awal musim hujan.
Setelah bibit ditaman, siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa, agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.

Sebagai alternatif tumpang sari – sebelum tanaman berproduksi – dapat ditanam tanaman sela, seperti kacang-kacangan atau sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tanaman sela diganti oleh rumput atau tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.

CARA MENANAM PURUT


Kurangnya pasokan jeruk purut dalam negeri, baik kalangan lokal ataupun untuk produk ekspor, membuat Jeruk Purut menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan untuk budidaya

Budidaya jeruk purut ternyata dapat menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Namun, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang.
“Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal permintaan tak hanya datang dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang bahan produksinya berbahan dasar jeruk purut,” kata Pembudidaya Jeruk Purut di Batu – Malang, Prambudi.

Sedikitnya pembudidaya jeruk purut di Tanah Air, karena kurangnya informasi tentang peluang dan manfaatnya secara umum. Melakukan budidaya jeruk purut, kata Prambudi, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan ia mengawali budidaya jeruk purut ini, hanya bermodal dengkul alias tak banyak modal.

PERAWATAN DASAR JERUK PURUT
Dalam proses budidaya jeruk purut, menurut Prambudi, pada dasarnya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Pemangkasan Cabang Jeruk Purut
Selama proses pemangkasan, ada beberapa faktor yang diperhatikan. Misalnya, perhitungan keuntungan yang meliputi stabilitas produktifitas tanaman, kemampuan hidup dan kualitas buah, perkembangan hama dan penyakit terhambat serta perawatan kebun.

Hal ini dibarengi juga dengan teknik pemangkasan, yaitu pangkas dasar dan pangkas pemeliharaan. Untuk pangkas dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun.

Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar. Sedangkan untuk pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau setelah panen.
Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.

2. Penjarangan Buah Jeruk Purut
Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada musim panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada saat diameter buah mencapai 1-2 cm.

3. Syarat Tumbuh Jeruk Purut
Mengingat, kelangsungan hidup dan optimalnya produktifitas tanaman bergantung pada perlakuan tumbuhnya, maka terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Misalnya kondisi iklim, media tanam, dan ketinggian tempat.
Untuk iklim, misalnya. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah, sehingga alternatif untuk daerah dengan intensitas dan kecepatan anginnya lebih dari tingkat standar, sebaiknya tinggi tanaman penahan angin ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.

Demikan halnya dengan penerapan media tanam. Idealnya untuk jeruk purut, tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan cukup humus, tata air, dan udara baik. Jenis tanah Andosol dan Latosol juga merupakan alternatif lain yang cocok untuk budidaya jeruk.

Itu didukung pula dengan kadar air tanah yang optimal ada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah, dimana tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 30°. Dalam hal ketinggian tempat, untuk tanaman jenis jeruk purut ini akan dapat tumbuh baik di ketinggian 1–400 m dpl.

CARA MENANAM PURUT


Kurangnya pasokan jeruk purut dalam negeri, baik kalangan lokal ataupun untuk produk ekspor, membuat Jeruk Purut menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan untuk budidaya

Budidaya jeruk purut ternyata dapat menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Namun, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang.
“Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal permintaan tak hanya datang dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang bahan produksinya berbahan dasar jeruk purut,” kata Pembudidaya Jeruk Purut di Batu – Malang, Prambudi.

Sedikitnya pembudidaya jeruk purut di Tanah Air, karena kurangnya informasi tentang peluang dan manfaatnya secara umum. Melakukan budidaya jeruk purut, kata Prambudi, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Bahkan ia mengawali budidaya jeruk purut ini, hanya bermodal dengkul alias tak banyak modal.

PERAWATAN DASAR JERUK PURUT
Dalam proses budidaya jeruk purut, menurut Prambudi, pada dasarnya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Pemangkasan Cabang Jeruk Purut
Selama proses pemangkasan, ada beberapa faktor yang diperhatikan. Misalnya, perhitungan keuntungan yang meliputi stabilitas produktifitas tanaman, kemampuan hidup dan kualitas buah, perkembangan hama dan penyakit terhambat serta perawatan kebun.

Hal ini dibarengi juga dengan teknik pemangkasan, yaitu pangkas dasar dan pangkas pemeliharaan. Untuk pangkas dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun.

Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar. Sedangkan untuk pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau setelah panen.
Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.

2. Penjarangan Buah Jeruk Purut
Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada musim panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada saat diameter buah mencapai 1-2 cm.

3. Syarat Tumbuh Jeruk Purut
Mengingat, kelangsungan hidup dan optimalnya produktifitas tanaman bergantung pada perlakuan tumbuhnya, maka terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Misalnya kondisi iklim, media tanam, dan ketinggian tempat.
Untuk iklim, misalnya. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah, sehingga alternatif untuk daerah dengan intensitas dan kecepatan anginnya lebih dari tingkat standar, sebaiknya tinggi tanaman penahan angin ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.

Demikan halnya dengan penerapan media tanam. Idealnya untuk jeruk purut, tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan cukup humus, tata air, dan udara baik. Jenis tanah Andosol dan Latosol juga merupakan alternatif lain yang cocok untuk budidaya jeruk.

Itu didukung pula dengan kadar air tanah yang optimal ada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah, dimana tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 30°. Dalam hal ketinggian tempat, untuk tanaman jenis jeruk purut ini akan dapat tumbuh baik di ketinggian 1–400 m dpl.

CARA BUDIDAYA JERUK NIPIS


Jeruk nipis (citrusaurantifolia) termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 1/2 tahun sudah mulai berbuah. Bunganya berukuran kecil-kecil berwama putih dan buahnya berbentuk bulat sebesar bola pingpong berwarna (kulit luar) hijau atau kekuning-kuningan. Buah jeruk nipis yang sudah tua rasanya asam. Tanaman jeruk umumnya menyukai tempat-tempat yang dapat memperoleh sinar matahari langsung.

SYARAT TUMBUH

  • Ketinggian tempat : 200 m – 1.300 m di atas permukaan laut •
  • Curah hujan tahunan : 1.000 mm – 1.500 mm/tahun •
  • Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan – 12 bulan •
  • Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 0 bulan – 6 bulan •
  • Suhu udara : 200 C – 300 C •
  • Kelembapan : sedang – tinggi •
  • Penyinaran : sedang

MEDIA TANAM

  • Jenis : latosol, aluvial, andosol. •
  • Tekstur : lempung berpasir lempung dan lempung liat. Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%, debu 25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, tata air dan udara baik.
  • Drainase : baik •
  • Kedalaman air tanah : 40 cm – 170 cm dari permukaan tanah •
  • Kedalaman perakaran : di bawah 40 cm dari permukaan tanah •
  • Kemasaman (pH) : 4 – 9 dengan pH optimum 6
  • Kesuburan : sedang – tinggi
  • Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
  • Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300.

  • Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.
  • Tergantung pada spesiesnya, jeruk memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus.
  • Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
  • Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.
  • Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.

Pengolahan Tanah 

Buatkan lubang tanam berukuran50 cm x 50 cm x 40 cm.
Tanah bagian atas dipisahkan dari tanah di bawahnya, kemudian diberi pupuk kandang.
Tanah bagian bawah dimasukkan kembali, kemudian disusul tanah bagian atas.

Persiapan Bibit 

Jeruk nipis dapat diperbanyak secara cangkok dan okulasi.

Penanaman 

Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan.
Jarak tanam 6 m x 6 m

Persyaratan Bibit
Bibit jeruk nipis yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit, mirip dengan induknya (true to type), subur, berdiameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit.
Teknik Penyemaian Bibit

Cara generatif
  • Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang.
  • Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Tanah diolah sedalam 30-4- cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1,15-1,20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2.
  • Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1:1:1).
Cara Vegetatif
  • Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran
  • kuat dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.
 
Copyright 2010 dunia burung kicau. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates l Home Recordings l Studio Rekaman