Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

Thursday, June 12, 2014

MENGENAL TANAMAN PALEM KUNING


Palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens syn. Dypsis lutescens) adalah tanaman hias populer yang biasa dijumpai di pekarangan. Tumbuhan anggota suku pinang-pinangan (Arecaceae) ini berasal dari Madagaskar namun di tempat asalnya sekarang terancam.

Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setingg 6m, meskipun biasanya di pekarangan hanya setinggi 3m karena alasan keindahan. Seperti palem lainnya, daun tersusun majemuk, menyirip. Warna helai daun hijau terang, cenderung kekuningan (sehingga disebut palem kuning). Daun ini memiliki pelepah daun yang cukup panjang dan menutupi batang yang beruas-ruas. Jumlah anak daun sekitar 80 hingga 100 lembar.

Mayangnya dapat mencapai 1m dengan bunga berwarna kuning. Buah berdiameter hingga 2,5m dan berwarna kuning hingga ungu.

Perbanyakannya relatif mudah karena dapat diperbanyak secara vegetatif.

Tuesday, April 15, 2014

TANAMAN BERINGIN SISTEM HIDROPONIK



Beringin adalah tanaman yang bagus kalau bisa dihadirkan di ruangan rumah atau kantor. Daunnya yang rimbun menjuntai sangat sedap dipandang.

Sayangnya ia merupakan tanaman outdoor yang butuh banyak sinar matahari. Sebenarnya bisa dihadirkan di dalam ruangan, tapi paling lama hanya tahan 3 – 4 hari. Setelah itu daunnya mulai berguguran, terutama kalau diletakkan di ruang ber-AC. Dengan menanamnya secara hidroponik, beringin bisa tahan lebih lama. Di raung ber-AC ia tahan sampai 1 minggu, sebelum dipindahkan ke luar untuk menerima sinar matahari dan kembali ke kehidupan normalnya.

Daunnya Tetap Rontok

Karena keindahannya itulah Iin Hasim, pakar bunga potong sekaligus pengusaha rental tanaman terkenal di Jakarta pernah mendapat pesanan tanaman beringin hidroponik dari seorang pejabat untuk ditanam di ruangan kantornya.

“Pesanan mendadak, jadi kita harus membuat beringin hidroponik itu secepat mungkin,” tutur Iin. Pertama ia mencoba membuat beringin hidroponik itu dengan cara biasa. Setelah akar tanaman dicuci bersih, dengan hati-hati tanaman dimasukan ke dalam pot berupa ember plastik yang telas berisi batu apung sepertiganya. Lalu dengan hati-hati pula bagian akar ditimbun dengan batu apung, kemudian disiram air serta diletakkan di tempat teduh.

Hari pertama daun tanaman masih lengkap, namun memasuki hari kedua satu persatu daunnya mulai berguguran. Makin lama daun yang rontok masih banyak. “Wah, kalau terus-terusan begini bisa habis daunnya. Padahal beberapa hari lagi ia mesti sudah berada di kantor pemesannya,” pikir Iin.


Keterangan :

Gambar 1 : 1/3 Pot diisi media
Gambar 2 : Tanaman dikeluarkan dari polibag
Gambar 3 : Dibungkus paranet sebelum dimasukan ke pot
Gambar 4 : Diisi media sampai penuh
Gambar 5 : Penyiraman tiap minggu
Gambar 6 : Air dikeluarkan satu minggu kemudian

TANAMAN BERINGIN SISTEM HIDROPONIK



Beringin adalah tanaman yang bagus kalau bisa dihadirkan di ruangan rumah atau kantor. Daunnya yang rimbun menjuntai sangat sedap dipandang.

Sayangnya ia merupakan tanaman outdoor yang butuh banyak sinar matahari. Sebenarnya bisa dihadirkan di dalam ruangan, tapi paling lama hanya tahan 3 – 4 hari. Setelah itu daunnya mulai berguguran, terutama kalau diletakkan di ruang ber-AC. Dengan menanamnya secara hidroponik, beringin bisa tahan lebih lama. Di raung ber-AC ia tahan sampai 1 minggu, sebelum dipindahkan ke luar untuk menerima sinar matahari dan kembali ke kehidupan normalnya.

Daunnya Tetap Rontok

Karena keindahannya itulah Iin Hasim, pakar bunga potong sekaligus pengusaha rental tanaman terkenal di Jakarta pernah mendapat pesanan tanaman beringin hidroponik dari seorang pejabat untuk ditanam di ruangan kantornya.

“Pesanan mendadak, jadi kita harus membuat beringin hidroponik itu secepat mungkin,” tutur Iin. Pertama ia mencoba membuat beringin hidroponik itu dengan cara biasa. Setelah akar tanaman dicuci bersih, dengan hati-hati tanaman dimasukan ke dalam pot berupa ember plastik yang telas berisi batu apung sepertiganya. Lalu dengan hati-hati pula bagian akar ditimbun dengan batu apung, kemudian disiram air serta diletakkan di tempat teduh.

Hari pertama daun tanaman masih lengkap, namun memasuki hari kedua satu persatu daunnya mulai berguguran. Makin lama daun yang rontok masih banyak. “Wah, kalau terus-terusan begini bisa habis daunnya. Padahal beberapa hari lagi ia mesti sudah berada di kantor pemesannya,” pikir Iin.


Keterangan :

Gambar 1 : 1/3 Pot diisi media
Gambar 2 : Tanaman dikeluarkan dari polibag
Gambar 3 : Dibungkus paranet sebelum dimasukan ke pot
Gambar 4 : Diisi media sampai penuh
Gambar 5 : Penyiraman tiap minggu
Gambar 6 : Air dikeluarkan satu minggu kemudian

PANDUAN AGAR KAKTUS ANGGUR MENJADI RIMBUN

Kaktus anggur sudah banyak dikenal masyarakat luas. Namun yang biasa ditanam adalah kaktus anggur yang “botak” di sana sini. Sebenarnya kita bisa mengupayakan agar ia tumbuh rimbun. Berikut ini caranya.

Mengapa “kaktus” ini disebut kaktus anggur, tak lain karena keindahan struktur daunnya yang tumbuh berurutan menjuntai seperti susunan buah anggur di tandannya. Sebenarnya ia tergolong sukulen, bukannya kaktus seperti anggapan masyarakat pada umumnya. Nama latin kaktus anggur adalah Sedum morganianum Donkey’s Tail. Diberi emebl-embel donkey’s tail (ekor kedelai) karena sosok tanamannya sepintas mirip ekor kedelai.

Bukan sekedar tanaman yang rimbun, tetapi juga memanjang

Anggota famili Crassulaceae ini cocok sebagai tanaman pot gantung karena sosoknya yang tumbuh menjuntai. Daunnya berukuran kecil dan berdaging cukup tebal serta berair. Bentuknya cembung dengan ujung runcing. Batangnya pun lembut, panjang dan bercabang banyak.

Bila tumbuh di tempat yang cocok, panjang tanaman ini malahan bisa mencapai 80 – 90 cm. Daunnya yang mungil itu berwarna hijau-biru keputih-putihan, tersusun rapi tumbuh menjuntai memenuhi seluruh permukaan batangnya. Karena itu, ada yang membayangkannya sebagai ekor kedelai. Namun ada juga yang mengatakannya menyerupai kaktus yang tersusun seperti anggur.

Daya tarik utama si ekor kedelai memang terletak pada keunikan daunnya, meskipun tanaman ini juga berbunga. Bentuk bunganya mirip bunga nona makan sirih, yang cukup menarik berwarna kemerahan, muncul di ujung cabangnya. Namun ia hanya dapat ditemui pada tanaman yang besar saja.

Agar tampak indah, kaktus anggur harus tampil rimbun dan subur. Namun ini jarang terlihat pada tanaman sukulen yang aslinya dari Meksiko ini. Walaupun demikian, Herman Hasyim, salah seorang kolektor kaktus dan sukulen yang kebunnya ada di Coolibah Kav. 23 Cimacan, Cianjur, Jawa barat, mempunyai resep dalam memelihara si ekor kedelai agar tumbuh subur memanjang tetapi tetap rimbun.

Berikut ini rahasianya :

Perhatikan Medianya

Media yang digunakan untuk si ekor kedelai ini seperti yang digunakan untuk kaktus, tetapi jumlah humusnya lebih banyak. Komposisinya pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 2 : 1 dan ditambah sedikit arang agar daya serap dan meneruskan airnya lebih baik. Kaktus anggur ini menyukai media yang gembur sehingga air tidak menggenang. Media yang terlalu kuat menahan air akan menyebabkan tanaman ini mudah busuk, dan media yang terlalu padat akan membuatnya tumbuh merana.

Penyiraman dan Penempatannya

Kaktus Anggur (Sedum morganianum) yang tumbuh dengan subur

Penyiraman cukup diberikan 2-3 hari sekali. Pemberian air ini secukupnya saja, jangan terlalu berlebihan. Yang penting medianya senantiasa lembap. Dalam melakukan penyiraman perlu diupayakan agar daunnya tidak ikut teguyur air siraman, karena mudah busuk.

Selain itu, S. morganianum ini daunnya mudah sekali rontok bila tersentuh agak kuat. Karenanya ia perlu diletakkan di tempat yang tidak digunakan untuk lalu lalang. Salah satu kelemahan tanaman ini adalah tidak tahan terhadap cahaya matahari yang terik. Karena itu, tempatkanlah ia di tempat yang sedikit terlindung dari cahaya matahari yang terlalu terik.

Dengan kondisi seperti ini, niscaya kaktus anggur akan tumbuh subur. Pemupukan biasa hanya dilakukan ketika terjadi pemindahan pot karena tanaman sudah bertambah besar. Untuk memperbanyak pun tak sulit, cukup dengan setek daunnya saja. Dengan sosok tubuhnya yang anggun. Sedum morganianum cocok untuk digantung di teras yang agak teduh atau sebagai tanaman yang ditempelkan di dinding.
http://nahjoy.com/

Monday, April 14, 2014

Berkebun Dengan Cara Hidroponik



Berkebun tidak hanya bisa dilakukan di lahan pertanian konvensional saja. Salah satunya bisa dilakukan dengan media tanam hidrogel.

Sebagian orang beranggapan berkebun itu susah dan ribet. Terlebih untuk kaum hawa, berkebun itu dianggap dapat mengotori tangan, merusak tangan, dan bisa terjangkit kuman atau bakteri yang ada di tanah. 

Tetapi anggapan-anggapan tersebut ternyata dapat dipatahkan dengan adanya hidrogel sebagai salah satu media tanam hidroponik. 

Hidrogel adalah media tanam hidroponik pengganti tanah yang sangat bersih dan tidak akan menjadikan tangan kita kotor atau kasar. Hidrogel termasuk jenis media tanam anorganik yang bisa ditemukan dengan mudah di pasaran. Media tanam hidrogel ini terbuat dari biji plastik atau dikenal juga dengan bahan polimer yang berbentuk Kristal. 

Dengan tekstur hidrogel yang lembut, kenyal, bersih, dan apabila disentuh seperti agar-agar, akan membuat siapa saja yang suka berkebun akan jauh lebih suka lagi dalam bekebun dan yang tidak suka berkebun akan menjadikan suka. 

Berkebun tidak hanya bisa di lakukan di lahan pertanian konvensional saja, karena sudah banyak berkembang teknik-teknik berkebun yang lebih modern dan praktis. Bahkan, berkebun ternyata juga bisa dilakukan di dalam rumah. 

Media tanam hidrogel memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya bisa digunakan sebagai media untuk pembibitan dan bisa digunakan untuk media tanam semua jenis tanaman yang diletakkan di dalam ruangan. 

Satu lagi alasan mengapa media tanam hidrogel sangat diminati masyarakat adalah karena harganya yang sangat terjangkau. Harga media tanam hidrogel ini berkisar sekitar Rp 10 juta untuk kemasan 10 gram. Untuk perawatan tanaman yang yang ditanam dengan menggunakan media tanam hidrogel ini juga bisa dibilang cukup mudah. Hanya perlu sesekali menyiram bagian permukaan daun atau juga menggunakan pupuk yang diseprotkan ke permukaan daun.

Media tanam hidrogel ini juga dapat menyimpan air dan nutrisi dengan baik, sehingga tidak perlu khawatir jika tanaman akan kekurangan air. Apabila hidrogel sudah tampak menyusut, cukup semprotkan air dengan menggunakan sprayer ke permukaan hidrogel, namum jangan sampai tergenang. 

Tanaman yang akan ditanam ke dalam hidrogel juga harus mempunyai karakteristik tahan genangan air, tahan kelembaban yang tinggi, tanaman indoor (tanaman dalam ruangan) sehingga bisa hidup dengan cahaya pantulan atau cahaya tidak langsung, umumnya tidak berkayu, dan tanaman yang umumnya tidak berbunga. 

Karena pembungaan membutuhkan suplai cahaya yang besar sedangkan cahaya yang besar akan menyebabkan hidrogel berlumut. Selain itu, tanaman harus benar-benar bersih dari tanah karena tanah dapat merusak dan membuat hidrogel berlumut. 

Jenis tanaman yang sering ditanam di hidrogel umumnya adalah jenis tanaman hias. Namun, hidrogel juga bisa ditanami tanaman sayuran seperti caisim, selada, dan kangkung. 

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menanan tanaman dalam hidrogel sangat mudah diterapkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Pertama, cabut tanaman dari akarnya dengan memperhatikan jangan sampai ada akar yang teputus kemudian hilangkan tanah dari akarnya dan cuci semua bagian tanaman hingga bersih termasuk bagian daun, akar, hingga batangnya, karena tanaman yang akan diaplikasikan ke hidrogel harus benar-benar bersih dari tanah. 

Kedua, biarkan tanaman beradaptasi untuk bersiap-siap hidup dengan hidrogel. Caranya yaitu dengan menyimpan tanaman ke dalam wadah yang berisi air semalaman. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk melatih dan membiasakan tanaman hidup di tingkat air tinggi. 

Setelah proses ini selesai, maka hidrogel siap untuk dipindahkan ke dalam vas atau pot baru untuk tanaman hias. Kemudian masukkan tanaman yang akan ditanam ke dalam hidrogel secara perlahan dan hati-hati. Atur posisinya agar tanaman bisa berdiri tegak. Setelah cukup diatur, maka masukkan sisa hidrogel tadi ke dalam vas atau pot sampai semua akar tanaman tersebut tertutup.

Selain diterapkan di rumah, penanaman tanaman dengan hidrogel juga sudah mulai diterapkan di kantor-kantor untuk semakin mempercantik ruangan. Tidak hanya meningkatkan semangat kerja karyawan, tapi juga mengembalikan rasa segar setelah seharian penat memandangi layar komputer. 

Ternyata berkebun bisa dilakukan dengan cantik dan mudah tanpa harus takut kotor. Apakah Anda tertarik untuk mencoba berkebun dengan menggunakan media hidrogel di rumah atau di kantor? (mar)

Penulis
Charisma Rahma

Berkebun Dengan Cara Hidroponik



Berkebun tidak hanya bisa dilakukan di lahan pertanian konvensional saja. Salah satunya bisa dilakukan dengan media tanam hidrogel.

Sebagian orang beranggapan berkebun itu susah dan ribet. Terlebih untuk kaum hawa, berkebun itu dianggap dapat mengotori tangan, merusak tangan, dan bisa terjangkit kuman atau bakteri yang ada di tanah. 

Tetapi anggapan-anggapan tersebut ternyata dapat dipatahkan dengan adanya hidrogel sebagai salah satu media tanam hidroponik. 

Hidrogel adalah media tanam hidroponik pengganti tanah yang sangat bersih dan tidak akan menjadikan tangan kita kotor atau kasar. Hidrogel termasuk jenis media tanam anorganik yang bisa ditemukan dengan mudah di pasaran. Media tanam hidrogel ini terbuat dari biji plastik atau dikenal juga dengan bahan polimer yang berbentuk Kristal. 

Dengan tekstur hidrogel yang lembut, kenyal, bersih, dan apabila disentuh seperti agar-agar, akan membuat siapa saja yang suka berkebun akan jauh lebih suka lagi dalam bekebun dan yang tidak suka berkebun akan menjadikan suka. 

Berkebun tidak hanya bisa di lakukan di lahan pertanian konvensional saja, karena sudah banyak berkembang teknik-teknik berkebun yang lebih modern dan praktis. Bahkan, berkebun ternyata juga bisa dilakukan di dalam rumah. 

Media tanam hidrogel memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya bisa digunakan sebagai media untuk pembibitan dan bisa digunakan untuk media tanam semua jenis tanaman yang diletakkan di dalam ruangan. 

Satu lagi alasan mengapa media tanam hidrogel sangat diminati masyarakat adalah karena harganya yang sangat terjangkau. Harga media tanam hidrogel ini berkisar sekitar Rp 10 juta untuk kemasan 10 gram. Untuk perawatan tanaman yang yang ditanam dengan menggunakan media tanam hidrogel ini juga bisa dibilang cukup mudah. Hanya perlu sesekali menyiram bagian permukaan daun atau juga menggunakan pupuk yang diseprotkan ke permukaan daun.

Media tanam hidrogel ini juga dapat menyimpan air dan nutrisi dengan baik, sehingga tidak perlu khawatir jika tanaman akan kekurangan air. Apabila hidrogel sudah tampak menyusut, cukup semprotkan air dengan menggunakan sprayer ke permukaan hidrogel, namum jangan sampai tergenang. 

Tanaman yang akan ditanam ke dalam hidrogel juga harus mempunyai karakteristik tahan genangan air, tahan kelembaban yang tinggi, tanaman indoor (tanaman dalam ruangan) sehingga bisa hidup dengan cahaya pantulan atau cahaya tidak langsung, umumnya tidak berkayu, dan tanaman yang umumnya tidak berbunga. 

Karena pembungaan membutuhkan suplai cahaya yang besar sedangkan cahaya yang besar akan menyebabkan hidrogel berlumut. Selain itu, tanaman harus benar-benar bersih dari tanah karena tanah dapat merusak dan membuat hidrogel berlumut. 

Jenis tanaman yang sering ditanam di hidrogel umumnya adalah jenis tanaman hias. Namun, hidrogel juga bisa ditanami tanaman sayuran seperti caisim, selada, dan kangkung. 

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menanan tanaman dalam hidrogel sangat mudah diterapkan dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Pertama, cabut tanaman dari akarnya dengan memperhatikan jangan sampai ada akar yang teputus kemudian hilangkan tanah dari akarnya dan cuci semua bagian tanaman hingga bersih termasuk bagian daun, akar, hingga batangnya, karena tanaman yang akan diaplikasikan ke hidrogel harus benar-benar bersih dari tanah. 

Kedua, biarkan tanaman beradaptasi untuk bersiap-siap hidup dengan hidrogel. Caranya yaitu dengan menyimpan tanaman ke dalam wadah yang berisi air semalaman. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk melatih dan membiasakan tanaman hidup di tingkat air tinggi. 

Setelah proses ini selesai, maka hidrogel siap untuk dipindahkan ke dalam vas atau pot baru untuk tanaman hias. Kemudian masukkan tanaman yang akan ditanam ke dalam hidrogel secara perlahan dan hati-hati. Atur posisinya agar tanaman bisa berdiri tegak. Setelah cukup diatur, maka masukkan sisa hidrogel tadi ke dalam vas atau pot sampai semua akar tanaman tersebut tertutup.

Selain diterapkan di rumah, penanaman tanaman dengan hidrogel juga sudah mulai diterapkan di kantor-kantor untuk semakin mempercantik ruangan. Tidak hanya meningkatkan semangat kerja karyawan, tapi juga mengembalikan rasa segar setelah seharian penat memandangi layar komputer. 

Ternyata berkebun bisa dilakukan dengan cantik dan mudah tanpa harus takut kotor. Apakah Anda tertarik untuk mencoba berkebun dengan menggunakan media hidrogel di rumah atau di kantor? (mar)

Penulis
Charisma Rahma

Sunday, April 13, 2014

AGAR TANAMAN KAKTUS CEPAT BERBUNGA

Seringkali penggemar kaktus jengkel melihat kaktusnya tidak pernah berbunga. Padahal ia memelihara kaktus itu sudah bertahun-tahun. Teknis petunjuk cara merawat kaktus sudah dilakukan oleh hobiis. Kok ya, keindahan bunga kaktus tidak pernah dinikmatinya.

Sekarang ini, jenis kaktus yang diperkenalkan oleh nurseri banyak sekali. Dari berbagai jenis kaktus itu, ada kaktus yang memiliki sifat dapat berbunga dan ada yang tidak. Pastikan jenis kaktus yang dimiliki oleh penggemar kaktus merupakan jenis kaktus yang dapat berbunga.

Jika kaktus yang dimiliki oleh hobiis adalah jenis yang berbunga tetapi tidak pernah muncul bunga kaktus berarti harus ada perlakuan. Pertama-tama yang diperhatikan oleh pecinta tanaman berduri ini adalah suhu ruangan tempat tumbuh. Suhu ruangan yang dikehendaki oleh kaktus yaitu fluktuasi suhunya ekstrim. Suhu ruangan yang diinginkan oleh kaktus agar muncul bunga kaktus yaitu suhu malam hari sekitar 15 derajat celcius sedangkan suhu siang hari 40 derajat celcius.

Penggemar kaktus dapat menciptakan suhu ruangan yang ekstrim dengan membuat rumah kaca. Bangunan rumah kaca dapat dibuat dari bahan kaca. Kalau penggemar kaktus menginginkan bahan yang lebih murah dapat dipakai plastik UV. Plastik UV ini bisa bertahan hingga 5 tahun. Bangunan rumah kaca berbahan plastik UV sebaiknya berbentuk lorong setengah lingkaran yang memanjang. Bangunan memiliki ketinggian 2 meter sedangkan lebar 2,5 meter. Bangunan ini tidak bervelintasi.

Setelah bangunan rumah kaca memenuhi persyaratan iklim mikro kaktus, bibit kaktus dapat ditanam oleh hobiis di dalam rumah kaca. Cara merawat kaktus sesuai dengan petunjuk teknis budidaya. Pertumbuhan bibit kaktus akan mengalami perkembangan yang pesat. Pada fase pertumbuhan, bibit kaktus memerlukan pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi. Pada fase pembungaan, bibit kaktus memerlukan pupuk dengan kandungan fosfor dan kalium yang tinggi.

Bunga kaktus akan bermunculan jika pada jaringan tanaman mengandung cadangan karbohidrat yang tinggi. pengaturan pemupukan perlu dilakukan oleh hobiis dengan cermat. Setelah kaktus berbuah, kaktus memasuki fase istirahat. Pada fase ini, pemupukan yang tepat mengandung unsur nitrogen yang tinggi. Tanaman kaktus tidak boleh dipaksa oleh penggemar kaktus untuk berbunga terus-menerus.

Friday, April 11, 2014

Tanaman Hias Jenis Asplenium




Indonesia memiliki biodiversity yang tinggi. Biodiversity yang tinggi ini ditempati pada hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki sifat kelembaban tinggi, basah dan gelap. Habitat seperti ini disukai oleh jenis paku-pakuan. Ratusan jenis paku-pakuan telah diidentifikasi oleh para peneliti. Di antara ratusan jenis itu beberapa diantaranya telah diketahui oleh hobiis tanaman layak sebagai tanaman hias.

Paku-pakuan yang termasuk genus asplenium salah satu yang dilirik oleh para pecinta tanaman hias. Bentuk paku-pakuan dari genus ini memiliki kemiripan dengan sarang burung. Karena kemiripannya, para pecinta tanaman hias menyebutnya sebagai paku sarang burung. Paku sarang burung memperbanyak diri dengan spora. Spora-spora ini terletak di bagian bawah daun dan berwarna coklat. Hidup asplenium bersifat epifit. Artinya dalam hidupnya hanya menempel pada tanaman inang. Paku sarang burung mengambil nutrisi dari bahan-bahan organik yang membusuk dan menempel pada tanaman inang.

Jenis asplenium yang sering dipelihara oleh masyarakat yaitu Asplenium nidus. Tetapi para pecinta tanaman hias yang fanatik merasa kurang puas dengan jenis ini. Saat ini para pemulia sedang mengembangkan paku sarang burung yang unik dan langka. Dengan perlakuan mutasi, anakan yang terjadi dapat menghasilkan jenis variegata dan cristata. Persilangan antar jenis dapat menghasilkan hibrida baru. Hasil perlakuan mutasi bersifat temporer. Jika orang tak pandai memelihara paku sarang burung ini, sifatnya mudah berubah. Tanaman yang terjadi dari hasil mutasi cenderung akan kembali lagi pada sifatnya yang asli. Hasil persilangan bersifat permanen. Hibrida ini yang diharapkan oleh penggemar paku-pakuan.

Perawatan asplenium boleh dikatakan mudah. Tanaman ini membutuhkan tempat yang lembab, basah dan ternaungi. Dalam perawatan asplenium sebaiknya menghindari terpaan langsung sinar matahari. Daun yang terkena terpaan sinar matahari langsung akan terlihat terbakar. Daun akan berwarna kuning hingga akhirnya coklat dan mati. Pemberian bahan organik diperlukan untuk menambah nutrisi. Bahan-bahan organik seperti seresah daun, sabut kelapa dan merang dapat dipakai oleh para hobiis dalam perawatan asplenium.

Tanaman Hias Jenis Asplenium




Indonesia memiliki biodiversity yang tinggi. Biodiversity yang tinggi ini ditempati pada hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis memiliki sifat kelembaban tinggi, basah dan gelap. Habitat seperti ini disukai oleh jenis paku-pakuan. Ratusan jenis paku-pakuan telah diidentifikasi oleh para peneliti. Di antara ratusan jenis itu beberapa diantaranya telah diketahui oleh hobiis tanaman layak sebagai tanaman hias.

Paku-pakuan yang termasuk genus asplenium salah satu yang dilirik oleh para pecinta tanaman hias. Bentuk paku-pakuan dari genus ini memiliki kemiripan dengan sarang burung. Karena kemiripannya, para pecinta tanaman hias menyebutnya sebagai paku sarang burung. Paku sarang burung memperbanyak diri dengan spora. Spora-spora ini terletak di bagian bawah daun dan berwarna coklat. Hidup asplenium bersifat epifit. Artinya dalam hidupnya hanya menempel pada tanaman inang. Paku sarang burung mengambil nutrisi dari bahan-bahan organik yang membusuk dan menempel pada tanaman inang.

Jenis asplenium yang sering dipelihara oleh masyarakat yaitu Asplenium nidus. Tetapi para pecinta tanaman hias yang fanatik merasa kurang puas dengan jenis ini. Saat ini para pemulia sedang mengembangkan paku sarang burung yang unik dan langka. Dengan perlakuan mutasi, anakan yang terjadi dapat menghasilkan jenis variegata dan cristata. Persilangan antar jenis dapat menghasilkan hibrida baru. Hasil perlakuan mutasi bersifat temporer. Jika orang tak pandai memelihara paku sarang burung ini, sifatnya mudah berubah. Tanaman yang terjadi dari hasil mutasi cenderung akan kembali lagi pada sifatnya yang asli. Hasil persilangan bersifat permanen. Hibrida ini yang diharapkan oleh penggemar paku-pakuan.

Perawatan asplenium boleh dikatakan mudah. Tanaman ini membutuhkan tempat yang lembab, basah dan ternaungi. Dalam perawatan asplenium sebaiknya menghindari terpaan langsung sinar matahari. Daun yang terkena terpaan sinar matahari langsung akan terlihat terbakar. Daun akan berwarna kuning hingga akhirnya coklat dan mati. Pemberian bahan organik diperlukan untuk menambah nutrisi. Bahan-bahan organik seperti seresah daun, sabut kelapa dan merang dapat dipakai oleh para hobiis dalam perawatan asplenium.

Thursday, April 10, 2014

CARA KERJA BERKEBUN SISTEM HIDROPONIK

Hydroponics 3 150x150 Tips Berkebun Hidroponik   Mengenal Hidroponik untuk Pemula

Gagasan berkebun hidroponik (hydroponic gardening) atau berkebun tanpa tanah, telah ada sejak zaman Raja Sulaiman.

Laju pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibanding tanaman yang ditanam di tanah pada kondisi yang sama.

Alasan untuk ini adalah karena tanaman hidroponik langsung mendapatkan makanan dari air yang kaya nutrisi.

Kondisi ini juga membuat tanaman tidak perlu akar besar untuk mencari nutrisi. Dan karena energi yang diperlukan untuk pertumbuhan akar lebih sedikit, sisa energi bisa disalurkan ke bagian lain dari tanaman.

Tanaman hidroponik tumbuh sehat, kuat, dan bersih. Hidroponik juga ramah lingkungan karena tidak membutuhkan air sebanyak berkebun secara konvensional. Ini karena hidroponik tidak memerlukan penyiraman sama sekali.

Tanaman hidroponik membutuhkan pestisida lebih sedikit. Erosi tanah juga tidak menjadi masalah karena hidroponik hanya menggunakan media air.

Lantas bagaimana tanaman hidroponik mendapatkan nutrisi yang biasanya didapatkan dari tanah? Semua nutrisi tersedia dalam cairan atau bubuk yang dicampur dalam air.


Sistem hidroponik bisa dikategorikan menjadi dua yaitu sistem aktif dan pasif. Sistem hidroponik aktif mensirkulasi larutan nutrisi dengan pompa. Sedang sistem hidroponik pasif bergantung pada gaya kapiler dari media tumbuh.

Dalam sistem pasif, larutan kaya nutrisi diserap oleh medium dan diteruskan ke akar tanaman.

Sisi negatif dari metode ini adalah ketidakmampuan untuk memberikan cukup oksigen melalui akar untuk mendukung pertumbuhan terbaik tanaman.

Sistem hidroponik juga dapat dibedakan menjadi dapat di-recovery dan tidak dapat di-recovery (non-recovery).

Dalam sistem recovery, larutan nutrisi disirkulasikan untuk digunakan kembali. Dalam sistem non-recovery, larutan nutrisi tidak digunakan kembali.

Jika tidak yakin hendak membeli atau membangun sistem hidroponik jenis apa, Anda bisa membeli yang menurut Anda paling cocok untuk membiasakan terlebih dahulu dengan cara bertanam ini.

Berkebun hidroponik adalah hobi yang populer, menyenangkan, serta mudah dipelajari.

Saturday, April 5, 2014

KEUNTUNGAN SISTEM RUMAH KACA ALA HIDROPONIK


Orang yang memulai berkebun hidroponik (hydroponic gardening) biasanya akan menggunakan ruang tak terpakai dalam rumah untuk tempat bercocok tanam.

Setelah beberapa lama berkebun hidroponik, Anda mungkin hendak mempertimbangkan menggunakan sistem hidroponik rumah kaca (greenhouse system) untuk memaksimalkan hasil berkebun Anda.

Dengan menggunakan sistem hidroponik rumah kaca, Anda akan lebih mudah mengendalikan semua faktor yang diperlukan agar tanaman tumbuh sehat.

Faktor-faktor penting seperti pencahayaan, aliran udara, dan suhu akan lebih mudah dikendalikan saat menggunakan sistem hidroponik rumah kaca.

Sistem rumah kaca juga menyediakan ruang cukup untuk memasang semua peralatan (sistem irigasi dan pencahayaan) yang diperlukan.

Manfaat paling penting dari sistem rumah kaca hidroponik berkaitan dengan pasokan cahaya. Agar tumbuh optimal, tanaman hidroponik memerlukan jumlah cahaya yang cukup.

Namun, penting untuk diingat bahwa terlalu banyak cahaya langsung dapat menyebabkan tumbuhnya ganggang. Itu sebab, cahaya matahari di siang hari perlu disaring dan dikurangi intensitasnya.


Anda juga dapat mengatur jumlah dan sudut cahaya matahari yang masuk menggunakan tirai dan jendela.

Menggunakan sistem rumah kaca, sistem untuk menyediakan nutrisi tanaman akan lebih mudah diatur dan dijaga.

Hal ini sangat penting untuk menjamin tumbuh kembang tanaman. Karena tanaman hidroponik tidak tumbuh di tanah, tingkat pH lebih rentan terhadap variasi.

Akan ada variasi yang besar pada tingkat basa dan asam karena sistem hidroponik tergantung pada air. Dengan rumah kaca, akan sederhana untuk memasang sistem kontrol otomatis pH, sehingga Anda tidak perlu terus-menerus memantaunya.

Pengaturan suhu juga merupakan faktor penting. Bahkan dalam cuaca dingin, rumah kaca yang dibangun dengan benar akan mempertahankan suhu pada tingkat yang tepat tanpa perlu pemanas.

Kipas juga dapat dipasang untuk membantu mengatur suhu di dalam rumah kaca.

Ada banyak pilihan hidroponik rumah kaca tersedia di pasar, Anda juga dapat membangun sendiri dari awal.

Jika skala kebun hidroponik Anda semakin besar, menggunakan sistem rumah kaca akan menjadi pilihan yang bijaksana

KEUNTUNGAN SISTEM RUMAH KACA ALA HIDROPONIK


Orang yang memulai berkebun hidroponik (hydroponic gardening) biasanya akan menggunakan ruang tak terpakai dalam rumah untuk tempat bercocok tanam.

Setelah beberapa lama berkebun hidroponik, Anda mungkin hendak mempertimbangkan menggunakan sistem hidroponik rumah kaca (greenhouse system) untuk memaksimalkan hasil berkebun Anda.

Dengan menggunakan sistem hidroponik rumah kaca, Anda akan lebih mudah mengendalikan semua faktor yang diperlukan agar tanaman tumbuh sehat.

Faktor-faktor penting seperti pencahayaan, aliran udara, dan suhu akan lebih mudah dikendalikan saat menggunakan sistem hidroponik rumah kaca.

Sistem rumah kaca juga menyediakan ruang cukup untuk memasang semua peralatan (sistem irigasi dan pencahayaan) yang diperlukan.

Manfaat paling penting dari sistem rumah kaca hidroponik berkaitan dengan pasokan cahaya. Agar tumbuh optimal, tanaman hidroponik memerlukan jumlah cahaya yang cukup.

Namun, penting untuk diingat bahwa terlalu banyak cahaya langsung dapat menyebabkan tumbuhnya ganggang. Itu sebab, cahaya matahari di siang hari perlu disaring dan dikurangi intensitasnya.


Anda juga dapat mengatur jumlah dan sudut cahaya matahari yang masuk menggunakan tirai dan jendela.

Menggunakan sistem rumah kaca, sistem untuk menyediakan nutrisi tanaman akan lebih mudah diatur dan dijaga.

Hal ini sangat penting untuk menjamin tumbuh kembang tanaman. Karena tanaman hidroponik tidak tumbuh di tanah, tingkat pH lebih rentan terhadap variasi.

Akan ada variasi yang besar pada tingkat basa dan asam karena sistem hidroponik tergantung pada air. Dengan rumah kaca, akan sederhana untuk memasang sistem kontrol otomatis pH, sehingga Anda tidak perlu terus-menerus memantaunya.

Pengaturan suhu juga merupakan faktor penting. Bahkan dalam cuaca dingin, rumah kaca yang dibangun dengan benar akan mempertahankan suhu pada tingkat yang tepat tanpa perlu pemanas.

Kipas juga dapat dipasang untuk membantu mengatur suhu di dalam rumah kaca.

Ada banyak pilihan hidroponik rumah kaca tersedia di pasar, Anda juga dapat membangun sendiri dari awal.

Jika skala kebun hidroponik Anda semakin besar, menggunakan sistem rumah kaca akan menjadi pilihan yang bijaksana

Tuesday, February 11, 2014

Sekilas Info Tentang Tanaman Puring (Codiaeum Variegatum)


Puring bernama ilmiah Codiaeum variegatum. Variegatum yang berarti aneka ragam disematkan oleh ahli taksonomi untuk memberi ciri khas pada daun. Daun puring mempunyai bentuk dan warna yang bervariasi. Bentuk daunnya antara lain pita, oblong, bulat telur, bercangap. Sedangkan warna daunnya antara lain kuning, hijau, merah bata, merah gelap, coklat. Pada satu daun bisa terdiri dari aneka corak dan warna.

Puring dapat ditanam oleh hobis mulai dari daerah subtropis hingga tropis. keberadaan tanaman ini di Indonesia sudah lama diketahui oleh masyarakat umum sejak zaman dulu. Codiaeum variegatum pada zaman dulu digunakan oleh masyarakat sebagai bahan pelengkap sesaji. Pada upacara suci agama sering dijumpai bagian tanaman ini di dalam sesajian. Bagian tanaman yang sering digunakan yaitu daun. Upacara sesaji tersebut masih berlanjut hingga sekarang.

Pada upacara pernikahan adat jawa, tangkai dan daun puring melengkapi dekorasi pintu gerbang pernikahan. Berbaur bersama dengan tanaman lain seperti suji, pandan wangi, daun wungu, janur kuning, hanjuang, kelapa gading dan tandan buah pisang. Tanaman berkerabat dekat dengan euphorbia ini hampir selalu dijumpai oleh kita di makam-makam. Terkadang orang menyebut tanaman ini sebagai tanaman kuburan.

Masyarakat Indonesia sering menyebut puring sebagai asli tanaman Indonesia. Hal ini tidak salah, karena masyarakat Indonesia begitu lekat dan akrab dengan Codiaeum variegatum. Hampir seluruh tradisi dan budaya Indonesia dilengkapi oleh tanaman ini. Tanaman yang masih satu famili dengan euphorbia ini dapat dikatakan sebagai warisan leluhur tanaman Indonesia.

Nuansa mistis dapat dirasakan oleh kita pada tanaman Indonesia ini. Air tujuh kembang setaman dilengkapi oleh setangkai ranting dan daun puring. Ranting dan daunnya yang dipegang oleh dukun dicelupkan ke dalam air tujuh kembang. Kemudian dukun tersebut mengibaskan daun dan ranting pada orang yang sedang ruwatan. Konon hal itu dilakukan oleh dukun untuk membuang aura yang buruk atau sial. Pada ritual jamasan benda-benda pusaka dijumpai pula bagian tanaman ini.

Sekilas Info Tentang Tanaman Puring (Codiaeum Variegatum)


Puring bernama ilmiah Codiaeum variegatum. Variegatum yang berarti aneka ragam disematkan oleh ahli taksonomi untuk memberi ciri khas pada daun. Daun puring mempunyai bentuk dan warna yang bervariasi. Bentuk daunnya antara lain pita, oblong, bulat telur, bercangap. Sedangkan warna daunnya antara lain kuning, hijau, merah bata, merah gelap, coklat. Pada satu daun bisa terdiri dari aneka corak dan warna.

Puring dapat ditanam oleh hobis mulai dari daerah subtropis hingga tropis. keberadaan tanaman ini di Indonesia sudah lama diketahui oleh masyarakat umum sejak zaman dulu. Codiaeum variegatum pada zaman dulu digunakan oleh masyarakat sebagai bahan pelengkap sesaji. Pada upacara suci agama sering dijumpai bagian tanaman ini di dalam sesajian. Bagian tanaman yang sering digunakan yaitu daun. Upacara sesaji tersebut masih berlanjut hingga sekarang.

Pada upacara pernikahan adat jawa, tangkai dan daun puring melengkapi dekorasi pintu gerbang pernikahan. Berbaur bersama dengan tanaman lain seperti suji, pandan wangi, daun wungu, janur kuning, hanjuang, kelapa gading dan tandan buah pisang. Tanaman berkerabat dekat dengan euphorbia ini hampir selalu dijumpai oleh kita di makam-makam. Terkadang orang menyebut tanaman ini sebagai tanaman kuburan.

Masyarakat Indonesia sering menyebut puring sebagai asli tanaman Indonesia. Hal ini tidak salah, karena masyarakat Indonesia begitu lekat dan akrab dengan Codiaeum variegatum. Hampir seluruh tradisi dan budaya Indonesia dilengkapi oleh tanaman ini. Tanaman yang masih satu famili dengan euphorbia ini dapat dikatakan sebagai warisan leluhur tanaman Indonesia.

Nuansa mistis dapat dirasakan oleh kita pada tanaman Indonesia ini. Air tujuh kembang setaman dilengkapi oleh setangkai ranting dan daun puring. Ranting dan daunnya yang dipegang oleh dukun dicelupkan ke dalam air tujuh kembang. Kemudian dukun tersebut mengibaskan daun dan ranting pada orang yang sedang ruwatan. Konon hal itu dilakukan oleh dukun untuk membuang aura yang buruk atau sial. Pada ritual jamasan benda-benda pusaka dijumpai pula bagian tanaman ini.

Monday, February 10, 2014

MENJADIKAN TANAMAN BUAH MENJADI TANAMAN HIAS



Tanaman hias banyak kita jumpai di halaman-halaman rumah. Tanaman hias ini terdiri dari berbagai jenis bunga dan tanaman unik lainnya. Tanaman hias banyak digunakan untuk mempercantik halaman. Halaman akan tampak sangat cantik ketika tanaman hias seperti mawar, melati, anggrek dan tanaman bunga lainnya sedang berbunga. Apalagi apabila berbunganya bersama-sama, halaman akan terlihat berwarna warni.

Tanaman buah sekarang ini juga ada yang digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman buah sekaligus tanaman hias ini lebih multi fungsi. Selain buahnya dapat diambil pohonnya juga dapat dinikmati. Contoh dari tanaman buah sekaligus tanaman obat ini adalah tanaman tomat, anggur, dan buah naga. Tanaman tomat memiliki daun yang cantik dan ukurannya tidak terlalu besar. Sedangkan tanaman anggur merupakan tanaman merambat yang dapat kita bentuk dengan memberinya rambatan. Tanaman buah naga sendiri memiliki bentuk yang sangat unik hampir seperti kaktus karena tidak memiliki daun.

Tanaman buah sekaligus tanaman hias ini mulai banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Karena memang lebih bagus apabila tanaman ini sedang berbuah. Buahnya juga dapat menambah keberagaman warna di halaman. Buah dapat digunakan sebagai hiasan halaman sebelum diambil. Apabila pemilik menginginkannya, ia dapat memetiknya sendiri. Hal ini akan sangat mengasyikkan apalagi kalau dilakukan bersama keluarga.

Selain tanaman buah yang digunakan sebagai tanaman hias, banyak juga yang menggunakan tanaman obat sebagai tanaman hias. Tanaman obat ini dipilih yang pohonnya tidak terlalu besar dan kelihatan cantik. Contoh tanaman obat yang digunakan sebagai tanaman hias adalah tanaman makutadewa dan tanaman jahe. Tanaman makutadewa tidak terlalu mesar dan makutadewa sendiri berrwarna merah cerah sehingga dapat dijadikan tanaman hias. Sedangkan tanaman jahe memiliki daun seperti rumput namun akan terlihat cantik kalau daunnya telah banyak.

Tanaman hias tidak hanya terdiri dari tanaman yang memiliki bunga yang indah saja. Tanaman buah dan tanaman obat pun dapat digunakan untuk mempercantik taman dan halaman. Keberaganam tanaman yang terdapat di taman atau halaman juga akan menambah keindahan.

MENJADIKAN TANAMAN BUAH MENJADI TANAMAN HIAS



Tanaman hias banyak kita jumpai di halaman-halaman rumah. Tanaman hias ini terdiri dari berbagai jenis bunga dan tanaman unik lainnya. Tanaman hias banyak digunakan untuk mempercantik halaman. Halaman akan tampak sangat cantik ketika tanaman hias seperti mawar, melati, anggrek dan tanaman bunga lainnya sedang berbunga. Apalagi apabila berbunganya bersama-sama, halaman akan terlihat berwarna warni.

Tanaman buah sekarang ini juga ada yang digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman buah sekaligus tanaman hias ini lebih multi fungsi. Selain buahnya dapat diambil pohonnya juga dapat dinikmati. Contoh dari tanaman buah sekaligus tanaman obat ini adalah tanaman tomat, anggur, dan buah naga. Tanaman tomat memiliki daun yang cantik dan ukurannya tidak terlalu besar. Sedangkan tanaman anggur merupakan tanaman merambat yang dapat kita bentuk dengan memberinya rambatan. Tanaman buah naga sendiri memiliki bentuk yang sangat unik hampir seperti kaktus karena tidak memiliki daun.

Tanaman buah sekaligus tanaman hias ini mulai banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Karena memang lebih bagus apabila tanaman ini sedang berbuah. Buahnya juga dapat menambah keberagaman warna di halaman. Buah dapat digunakan sebagai hiasan halaman sebelum diambil. Apabila pemilik menginginkannya, ia dapat memetiknya sendiri. Hal ini akan sangat mengasyikkan apalagi kalau dilakukan bersama keluarga.

Selain tanaman buah yang digunakan sebagai tanaman hias, banyak juga yang menggunakan tanaman obat sebagai tanaman hias. Tanaman obat ini dipilih yang pohonnya tidak terlalu besar dan kelihatan cantik. Contoh tanaman obat yang digunakan sebagai tanaman hias adalah tanaman makutadewa dan tanaman jahe. Tanaman makutadewa tidak terlalu mesar dan makutadewa sendiri berrwarna merah cerah sehingga dapat dijadikan tanaman hias. Sedangkan tanaman jahe memiliki daun seperti rumput namun akan terlihat cantik kalau daunnya telah banyak.

Tanaman hias tidak hanya terdiri dari tanaman yang memiliki bunga yang indah saja. Tanaman buah dan tanaman obat pun dapat digunakan untuk mempercantik taman dan halaman. Keberaganam tanaman yang terdapat di taman atau halaman juga akan menambah keindahan.

Sunday, February 9, 2014

Peluang Usaha Budidaya Bunga Gerbera


Bunga potong selalu dibutuhkan dalam setiap momen maupun suasana seperti mempercantik ruangan, rangkaian bunga hotel, hiasan pameran, ucapan suka dan dukacita, taman pengantin hingga bucket bunga. Diantara berbagai jenis bunga potong salah satunya adalah bunga garbera yang diminati. Bagaimana cara budidaya bunga garbera dan bagaimana perhitungan usahanya? Untuk budidaya bunga garbera dapat dilakukan di daerah dengan ketinggian 560 – 1400 m dpl.

Pertumbuhan optimal pada area penanaman beriklim sejuk dengan suhu udara minimum 13.7 – 18 celcius. Penanaman dilakukan dengan green house berukuran 20 x 20 m2.

Berikut Cara Budidaya Bunga Gerbera:

Pemilihan BIBIT.
Bibit yang digunakan diambil dari anakan. Anakan diambil dari batang bunga garbera jenis unggul berumur 12 bulan. Pilih indukan yang banyak tunas, produktif berbunga, pertumbuhan normal, sehat dan memiliki 7 -8 anakan per rumpun tanaman. Bersihkan anakan dari media tanam dan daun yg sudah tua. Pindahkan langsung ke green house. Resiko kematian tanaman yang berasal dari anakan adalah sekitar 10%.

Persiapan Media.
Media tanam yang paling baik harus memiliki pH berkisar 5,5 – 6,0 berupa campuran pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 5:1 yang kemudian disemprot dengan larutan obat E4 (obat berbentuk tepung yang berfungsi mencegah tumbuhnya bakteri). Selanjutnya diendapkan dan tutup rapat dengan terpal atau plastik selama satu bulan. Pengadukan perlu dilakukan agar campuran pupuk merata dan siap digunakan sebagai media tanam bunga garbera. Untuk memenuhi lahan seluas 400 m2 pupuk kandang yang dibutuhkan sekitar 6 ton dan sekam sebanyak 500 kg. Sedangkan obat E4 dibutuhkan sebanyak 6 botol isi 2 liter dilarutkan dalam 8 liter air per botol.

Penanaman dan Pemeliharaan.
Penanaman bibit dilakukan dalam green house dan dibuat bedengan berukuran 20 x 1m dengan tinggi 30 cm serta parit untuk saluran air di setiap sisinya. Jarak penanaman dapat dilakukan 20 x 20 cm antar benih. Penyiraman dilakukan setiap pagi, 2 hari sekali. Kalau musim kemarau penyiraman dilakukan setiap hari. Pembersihan lahan dari rumput dan daun – daunan rutin dilakukan perhari. Pemupukan dilakukan bertahap 15 hari sekali. Ada 2 tahap, Tahap 1 bunga gerbera disemprot larutan pupuk NPK 15:15:15 dengan dosis 4,5 kh x 150 L air tiap green house.

Pemberian pupuk
Pemberian pupuk tahap 1 dilakukan pada umur tanaman 15 haridan 30 hari terhitung sejak penanaman bibit. Tahap 2 pemberian pupuk NPK 15:15:15, KCL dan TSP sebanyak 10 Kg per green house dengan perbandingan 30% untuk masing2 pupuk. tahap 2 diberikan pada usia tanaman 45 hari dengan cara ditabur ke sekitar akar tanaman. Pemberian pupuk bertahan ini dilakukan terus menerus hingga habis masa produksi yaitu umur 12 bulan. Setelah itu bunga di relokasi pada lahan baru yang bertujuan untuk menjaga kualitas dan jumlah produksinya.

Penanganan Hama Penyakit.
Bunga gerbera termasuk tanaman yang rentan hama. Hama yang biasa menyerang adalah ulat dan belalang. Pencegahannya dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti proclam tiap minggu dengan takaran 5 gr/liter air. Jenis penyakit yang menyerang biasanya bercak daun, penyakit tepung dan kapang kelabu yg menyebabkan daun berwarna coklat. Pencegahannya dengan menggunakan fungisida seperti antracol 70 WP tiap minggu dengan takaran 5 gr /Liter air. Hal ini dilakukan saat bunga gerbera belum tumbuh. Tapi jika bunga sudah tumbuh bisa diberikan Diazinon tiap minggu dengan takaran 5gr / liter air.

Panen.
Waktu panen bunga gerbera dimulai saat kuntum bunga telah mekar penuh terhitung 2 – 3 bulan dari bibit anakan. Bunga gerbera dapat dipanen tiap minggu dengan kapasitas produksi 1200 kuntum bunga per green house dengan penyusutan produksi sebesar 10%. Panen berlangsung setiap minggu terhitungsejak panen perdana / umur tanaman 100 hari hingga habis masa produksi ( 12 bulan ). Bunga gerbera yg telah dipanen di rendam dalam air selama kurang lebih 1 jam dan diikat 10 batang lalu dibungkus dengan plastik atau kertas dan dimasukan dalam kardus karton / keranjang denga posisi tegak. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin dengan suhu 7 -8 celsius, dengan kelembaban udara 60 -65 % untuk menjaga kesegaran bunga.

Perhintungan Analisis Usaha Bunga Gerbera
Perhitungan Usaha dan Asumsi Pendapatan Pembudidaya Bunga Gerbera per bulan:
Semoga bermanfaat

TIPS MENATA TANAMAN HIAS DI RAK BERTINGKAT


Salah satu optimasi tanaman hias di halaman pekarangan yang sempit adalah dengan menanam bunga dalam pot dan menatanya di rak bertingkat. Pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana cara menata bunga di rak bertingkat, menyangkut model/ desain rak, bahan pembuat serta susunan bunga yang baik diapplikasikan pada rak bertingkat.


Bahan untuk rak bertingkat cukup banyak pilihan diantaranya; kayu (papan), rangka besi, dan kawat. Bahan yang paling mudah untuk dijadikan rak bertingkat adalah kayu. Bentuk dari rak yang paling baik adalah seperti jenjang atau anak tangga sehingga memudahkan kita untuk meletakkan pot-pot bunga serta proses perawatan bunga-bunga tersebut. Perawatan tanaman bunga paling utama adalah penyiraman dan pemotongan (menggunting) daun-daun/ bunga yang sudah tua, agar tanaman hias tersebut tetap terlihat indah. 

Susunan tanaman hias di rak bertingkat dapat diatur berdasarkan perioritas perawatan, tinggi tanaman serta estetika keindahan. Tanaman yang paling sulit perawatannya diletakkan di rak paling bawah atau di rak yang mudah dijangkau. Jika kita mengacu pada keindahan views tentu akan lebih baik tanaman yang tingginya menutupi tanaman lain diletakkan di rak paling atas, sehingga tidak menghalangi pandangan terhadap tanaman bunga yang lebih pendek. Untuk penyiraman mungkin tidak terlalu menjadi masalah, sebab di rak paling tinggi sekalipun dengan mudah dapat disiram dengan selang air.

Jenis-jenis bunga yang cocok untuk rak bertingkat adalah bunga-bunga berpohon kecil hingga sedang, sebab bunga yang demikianlah yang bisa dianami dalam tabulapot atau pot sederhana. Sedangkan untuk tanaman bunga berkayu besar mungkin akan sulit dibudidayakan dalam pot sehingga tidak memungkinkan disusun di rak tanaman bertingkat. Beberapa bunag yang berpohon kecil hingga sedang; mawar, Bougainville, semua jenis bakung, suplir, dahlia, Allium, Amarilis, Anthurium, Aster, anggrek, Asoka, Krisan, Lavender, Lily, Seruni, dan lain-lain. 

Saat ini model-model rak begitu banyak ditawarkan usaha pertamanan, ada rak yang meliuk-liuk hingga menyerupai pola batik, ada rak bertingkat yang bisa ditempelkan di tembok dan banyak jenis lagi rak yang bisa kita temukan dengan mudah di usaha pertamanan. Selain membeli kita juga bisa meranacang rak sendiri, dengan cara membawa desain rak tersebut ke bengkel las dan memesan pembuatan sesuai dengan gambar yang kita inginkan.

TIPS MENATA TANAMAN HIAS DI RAK BERTINGKAT


Salah satu optimasi tanaman hias di halaman pekarangan yang sempit adalah dengan menanam bunga dalam pot dan menatanya di rak bertingkat. Pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana cara menata bunga di rak bertingkat, menyangkut model/ desain rak, bahan pembuat serta susunan bunga yang baik diapplikasikan pada rak bertingkat.


Bahan untuk rak bertingkat cukup banyak pilihan diantaranya; kayu (papan), rangka besi, dan kawat. Bahan yang paling mudah untuk dijadikan rak bertingkat adalah kayu. Bentuk dari rak yang paling baik adalah seperti jenjang atau anak tangga sehingga memudahkan kita untuk meletakkan pot-pot bunga serta proses perawatan bunga-bunga tersebut. Perawatan tanaman bunga paling utama adalah penyiraman dan pemotongan (menggunting) daun-daun/ bunga yang sudah tua, agar tanaman hias tersebut tetap terlihat indah. 

Susunan tanaman hias di rak bertingkat dapat diatur berdasarkan perioritas perawatan, tinggi tanaman serta estetika keindahan. Tanaman yang paling sulit perawatannya diletakkan di rak paling bawah atau di rak yang mudah dijangkau. Jika kita mengacu pada keindahan views tentu akan lebih baik tanaman yang tingginya menutupi tanaman lain diletakkan di rak paling atas, sehingga tidak menghalangi pandangan terhadap tanaman bunga yang lebih pendek. Untuk penyiraman mungkin tidak terlalu menjadi masalah, sebab di rak paling tinggi sekalipun dengan mudah dapat disiram dengan selang air.

Jenis-jenis bunga yang cocok untuk rak bertingkat adalah bunga-bunga berpohon kecil hingga sedang, sebab bunga yang demikianlah yang bisa dianami dalam tabulapot atau pot sederhana. Sedangkan untuk tanaman bunga berkayu besar mungkin akan sulit dibudidayakan dalam pot sehingga tidak memungkinkan disusun di rak tanaman bertingkat. Beberapa bunag yang berpohon kecil hingga sedang; mawar, Bougainville, semua jenis bakung, suplir, dahlia, Allium, Amarilis, Anthurium, Aster, anggrek, Asoka, Krisan, Lavender, Lily, Seruni, dan lain-lain. 

Saat ini model-model rak begitu banyak ditawarkan usaha pertamanan, ada rak yang meliuk-liuk hingga menyerupai pola batik, ada rak bertingkat yang bisa ditempelkan di tembok dan banyak jenis lagi rak yang bisa kita temukan dengan mudah di usaha pertamanan. Selain membeli kita juga bisa meranacang rak sendiri, dengan cara membawa desain rak tersebut ke bengkel las dan memesan pembuatan sesuai dengan gambar yang kita inginkan.

BERBAGAI MACAM WARNA BUNGA ANGGREK

Bunga anggrek yang warnanya agak merah sanag banyak, contohnya saja: ascocentrum curvifolium, bunga anggrek yang satu ini memang ada selin merah yakni kuning, namun pada umumnya orang mengenal ascocentrum curvifolium itu berwarna merah. Adapun jenis anggrek ascocentrum yang berwarna merah adalah ascocentrum curvifolium red. Anggrek ascocentrum yang mendekati merah juga ada yakni Ascocentrum ampullaceum yang warna dominannya adalah merah jambu (pink).



Gambar untuk Ascocentrum ampullaceum di bawah ini:


Jenis tanaman anggrek lainnya yang berwarna merah adalah Bulbophyllum Lepidum,

Jenis anggrek Bulbophyllum umumnya adalah anggrek epifit dan memiliki rhizoma. Daun dari anggrek Bulbophyllum ini umumnya tebal dan kaku. Anggrek jenis ini banyak dijumpai di daerah dataran tinggi atau pegunungan. Bunga anggrek ini ada yang tumbuh secara alami dan ada juga hasil dari hibrida atau persilangan anggrek. Bulbophyllum yang ada pada kolektor saat ini kebanyakan berasal dari daerah timur indonesia seperti Papua dan Sulawesi dan Kalimantan. Jika anda bukan pencinta anggrek atau kurang memahami tata cara menanam anggrek sebaiknya jangan memilih anggrek ini sebagai tanaman hias di pekarangan anda karena perawatan anggrek Bulbophyllum cukup sulit. Untuk gambar anngrek ini lihat dibawah ini:


Kecantikan bunga anggrek Bulbophyllum Lepidum sebagai tanaman hias memang sanagt menarik perhatian, karena bentuk binganya yang unik seperti kipas atau jari-jari tangan yang terbuka. Bibit bunga anggrek Bulbophyllum Lepidum dapat dibeli secara bebas di pasaran jika tersedia. Jika anda kebingungan untuk membeli bunga anggrek jenis ini silahkan hubungi kami.

Masih belum puas dengan kedua jenis anggrek diatas? nah ini masih ada tanaman anggrek yang bunganya berwarna merah yakni Cycnoches, Anggrek ini berasal dari Amerika juga merupakan anggrek yang hidup secara epifit. gambarnya lihat dibawah ini.


Bagaimana yang terakhir ini memang benar-benar bunga anggrek yang berwarna kemerahan bukan, sebenarnya varian bunga anggrek itu banyak, dalam satu jenis bisa memiliki banyak warna seperti hijau, kuning, putih, warna belang-belang kuning hijau, hitam kuning dan lain-lain. Namun memang banyak kita temukan anggrek itu berwarna putih atau kuning.
 
Copyright 2010 dunia burung kicau. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates l Home Recordings l Studio Rekaman