Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Obat. Show all posts

Monday, July 14, 2014

KANDUNGAN JAMUR TIRAM UNTUK ANTI KOLESTROL


Khasiat jamur bagi kesehatan tubuh memang terbukti. Selain mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin, juga terdapat zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Sejak berabad-abad lalu, jamur sudah menjadi makanan istimewa sehingga banyak orang menjadi penggemar.

Sudah turun-temurun masyarakat Jepang dan Cina melengkapi menu dengan jamur. Bukan saja kelezatan rasa, tetapi juga tinggi nilai gizinya. Orang Yunani kuno percaya, makan jamur menyebabkan seseorang menjadi lebih kuat dan sehat. Hasilnya mereka lebih kuat, berani dan perkasa. Firaun, Raja Mesir yang terkenal sangat keji, penghobi berat makan jamur. Saking istimewanya, raja itu menyebut jamur sebagai makanan para dewa.

Kandungan gizi

Tidak hanya menyedapkan, jamur mempunyai kandungan gizi cukup baik. Komposisi kimia yang terkandung tergantung jenis dan tempat tumbuhnya. Dari hasil penelitian, rata-rata jamur mengandung 19-35 persen protein. Dibanding beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen), ia berkadar protein lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, sekitar ada sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Yang istimewa 72 persen lemaknya tidak jenuh, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavine), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain K, P, Ca, Na, Mg, dan Cu. Kandungan serat mulai 7,4-24,6 persen sangat baik bagi pencernaan. Jamur mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok bagi pelaku diet.

Hasil studi di Massachusett University menyimpulkan bahwa riboflavin, asam Nicotinat, Pantothenat, dan biotin (Vitamin B) masih terpelihara dengan baik meskipun jamur telah dimasak. Hasil penelitian dari Beta Glucan Health Center menyebutkan bahwa jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mengandung senyawa Pleuran (di Jepang, jamur tiram disebut Hiratake sebagai jamur obat), mengandung protein (19-30 persen), karbohidrat (50-60 persen), asam amino, vit B1 (thiamin), B2 (riboflavin), B3 (Niacin), B5 (asam panthotenat), B7 (biotin), Vit C dan mineral Calsium, Besi, Mg, Fosfor, K, P, S, Zn. Dapat juga sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, dan antioksidan.

Para peneliti dari Ujagar Group (India) menyampaikan, bahwa jamur tiram memiliki nilai nutrisi yang sangat bagus dengan alasan: 100 persen sayuran dan bersih; mengandung protein tinggi dan kaya vitamin-mineral; rendah karbohidrat, lemak dan kalori; bagus untuk liver, pasien diabetes, dan menurunkan berat badan; berserat tinggi membantu pencernaan; antiviral dan antikanker; mudah memasaknya dan mudah dicerna; dan jamur tiram merupakan jamur yang paling enak rasanya dibanding jamur pangan lainnya.

Dari hasil penelitian Departemen Sain, Kementerian Industri Thailand, jamur tiram (Oyster mushroom) mempunyai kandungan: protein 5,94 persen, karbohidrat 50,59 persen, serat 1,56 persen, lemak 0,17 persen, abu 1,14 persen. Per 100 gram jamur tiram segar, mengandung 45,65 kalori, 8,9 miligram (mg) kalsium, 1,9 mg besi, 17,0 mg fosfor, 0,15 mg vitamin B-1, 0,75 mg vitamin B-2, dan 12,40 mg Vitamin C. Jamur juga mengandung folic acid yang cukup tinggi, konon mampu menyembuhkan anemia.

Sebagai perbandingan, tempe yang terbuat dari kedelai yang kaya serat dan juga sebagai sumber berbagai nutrien seperti calsium, Vitamin B, dan besi, mempunyai kandungan sebagai berikut: kalori 204, protein 17 gram, lemak 8 gram, karbohidrat 15 gram, calium 80 mg, Fe (Besi) 2 mg, dan Zn 0,2 mg.

Bisa dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram dan Vitamin C-nya juga 0,0 gram. Maka, kandungan gizi jamur masih lebih komplet sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.

Antikolesterol

Disebutkan bahwa para peneliti penyakit kanker menyarankan bahwa sebaiknya manusia mengonsumsi daging merah tidak lebih dari tiga ons per hari atau kurang dari itu. Daging tersebut adalah daging sapi, kerbau, kambing, dan babi yang dapat menyebabkan risiko lebih tinggi sebagai penyebab kanker usus, dan juga kemungkinan payudara, prostat, pankreas, perut, dan kanker ginjal. Kecil kemungkinan terkena kanker apabila mengonsumsi ayam dan ikan, dan untuk beberapa kasus malahan dapat melawan kanker. Sehubungan dengan hal itu, untuk yang senang mengkonsumsi burger disarankan untuk diselang-seling dengan ayam, seafood, sayuran, dan jamur (Anonympus, 1999).

Saat ini beberapa jamur digunakan sebagai obat untuk melawan kolesterol, kanker, dan AIDS. Senyawa aktif jamur yang terkandung dikabarkan dapat sebagai antijamur, antibakteri, dan antivirus dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh serangga dan nematoda. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan pengaruh beberapa jamur sebagai antitumor. Komponen aktif yang dimaksud adalah polysaccharida, dan khususnya adalah Beta – D – Glucans. Sebagai standardisasi produk dari jamur tiram (Plurotus ostreatus dan P. eryngii) disebut Plovastin yang dipasaran sebagai suplemen penurun kolesterol. Komponen aktif dari Plovastin adalah statin, secara baik menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia (Itzkovich, 2001).

Hasil dari penelitian Bobek (1999) dari Research Institute of Nutrition Bratislava tentang “Natural products with hypolipemic and anti oxidant effect”. Telah dilakukan studi pada sebuah grup dengan 57 laki-laki: perempuan = 1:1, usia setengah umur, dengan kasus hyperlipoproteinemia. Selama satu bulan mereka mengonsumsi 10 gram jamur tiram secara teratur. Kesimpulan, secara statistik sangat menjanjikan, yakni kolesterol dan serum turun 12,6 persen dan triglycerol turun 27,2 persen. Jamur tiram juga mempunyai efek antioksidan dengan turunnya hasil peroksidasi di dalam eritrosit.

Beta-1,3/1-6-Glucan secara alami berasal dari polysaccharida yang secara intensif dipelajari sejak tahun 1950 sebagai antitumor dan perangkat immunostimulating (pemicu kekebalan). Pleuran adalah Beta- 1,3/1-6-Glucan diisolasi dari jamur tiram yang mempunyai kandungan polysaccharida tinggi, biasa digunakan untuk cream, salep, suspensi, dan bedak untuk perawatan wajah di dunia oleh peneliti dan perusahaan kosmetik untuk formulasinya (Contoh; Estee Lauder dan Clinique). Konsentrasi 0,5-2,00 persen. Perawatan wajah ini berguna untuk mengikat air, melembabkan kulit dan anti-inflamasi. Percobaan pada 121 pasien berjerawat kronis, diberikan setiap hari selama 21 hari, hasilnya 73,5 persen kondisinya membaik, 18,2 persen sembuh total (Kuniak et al, 1995. Faculty of Pharmacy and STV, Batislava, Slovak Republic in Beta Glucan Health Center, www.glucan.com/therapy 2002).
Sumber:
Kompas

OBAT PENYAKIT DARI JAMUR TIRAM



Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa jamur tiram merupakan salah satu sumber protein yang cukup tinggi dengan kandungan asam amino yang lengkap, termasuk asam amino esensial yang dibutuhkan oleh manusia. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan kalau jamur tiram banyak dibutuhkan oleh masyarakat, baik untuk kalangan menengah atas maupun masyarakat kalangan bawah.

Kandungan gizi dari jamur tiram yang sangat beragam ini membuat jamur tiram sangat bagus untuk kesehatan. Diduga, jamur tiram dapat mengobati berbagai macam penyakit, sehingga jamur tiram banyak disuka oleh siapa saja.

Jamur tiram termasuk sayuran yang memiliki kandungan protein tinggi, hampir sama dengan kandungan protein di dalam biji kacang-kacangan. Perbedaannya, protein di dalam jamur tiram sebagian besar dapat langsung dimanfaatkan oleh tubuh manusia, sedangkan protein dalam kacang —kacangan perlu diolah terlebih dahulu.

Selain protein, jamur tiram juga mengandung serat dan lemak. Serat berperan dalam mengontrol kolesterol dan gula darah, serta memperlancar buang air besar. Kandungan lemak jamur tiram tidak terlalu tinggi, selain itu, lemak jamur tiram tidak mengandung kolesterol sehingga aman bagi penderita kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, jantung koroner, dan sebagainya.

Thursday, June 12, 2014

MENGENAL TANAMAN KAYU MANIS CINA

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis 

Kulit kayu manis cina memiliki rasa pedas dan manis, sedikit beracun
(toksik), serta bersifat panas. Sementara ranting mudanya memiliki rasa pedas dan manis serta bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam kulit kayu manis di antaranya cinnamic aldehyde, cinnamyl acetate, cinnzcylanol cinnzcylanine. phenypropyl acetate, tanin, dan saffrol. Sementara buah mentahnya mengandung cinnamic aldehyde. couniarin, traps-cinnamic acids, -sitosterol, choline, protoca-techuric acid, dan syringe acid. Bahan kimia pada kulit kayu manis cina masuk ke meridian ginjal, limpa, dan kandung kemih. Sementara bahan kimia pada ranting mudanya masuk ke meridian kandung kemih, jantung, dan paru-paru.


Efek farmakologis yang dimiliki kulit kayu manis cina di antaranya adalah menguatkan “yang”, menghangatkan limpa dan ginjal, melancarkan peredaran darah, menghilangkan sakit, menambah nafsu makan (stomakik), dan meluruhkan kentut (carminative). Sementara bagian ranting muda mempunyai efek farmakologis sebagai peluruh keringat (diaforetic), mengendurkan otot (muscle relaxant), menghangatkan dan melancarkan sirkulasi di meridian, serta melancarkan pernapasan.

Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kayu manis cina dapat dilakukan dengan biji. Kayu manis cina dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini memerlukan tempat yang cukup mendapat sinar matahari.

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Kulit kayu dan ranting kayu manis cina dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.


1. Diare, gangguan pencernaan, dan radang lambung (gastritis)
Seduh 1,5 g bubuk kulit kayu manis cina dengan satu cangkir air panas untuk sekali pemakaian. Minum air seduhan sebanyak dua kali sehari dengan dosis sama.


2. Jantung koroner dan nyeri dada
Tumbuk halus 3 g kulit kayu manis cina dan 13 g daun dewa (Gynura segetum Lour.), lalu seduh dengan 1 cangkir air panas. Minum air seduhannya sekaligus selagi hangat, lakukan satu kali sehari.

Catatan:

Tumbuhan kayu manis cina sedikit beracun. Wanita hamil, penderita demam, yin lemah, yang kuat, dan penyakit pendarahan dilarang meminum ramuan turnbuhan ini.

Kulit kayu dan ranting dijemur untuk penyimpanan.

MEMBUAT JAMU UNTUK OBAT DARAH RENDAH

MEMBUAT JAMU UNTUK OBAT DARAH RENDAH
Tekanan darah rendah (Hipotensi), tingkat bahayanya hampir sama dengan darah tinggi. Tekanan darah rendah ini terjadi karena darah si penderita kekurangan nutrisi.

Gejala :

1. Kepala pusing, badan lemas, cepat letih dan gemetar
2. Jantung berdebar-debar
3. Mudah kaget dan mudah pingsan.
4. Tidak bersemangat.

Atasi penyakit darah rendah dengan resep berikut :

Bahan : 

  • Bayam (Amaranthus hybrydus) ………….. 250 gr
  • Gula aren (Arenga pinata) …………..... 10 gr.
  • Bawang merah (Allium cepa) ……………….. 50 gr.
  • Asam kawak (Tamarindes indica) ……….. 5 gr
  • Lombok (Capsicum annum) ………………..... 15 gr
  • Garam Dapur ……………….................. 7 gr

* Cara Pembuatan :

Bayam direbus setengah matang.
Semua bahan lain ditumbuk menjadi satu dijadikan sambal.

Cara Penggunaan :

Nasi beras merah, bayam dan sambal digunakan sebagai santapan makan siang. Lakukan setiap hari sebagai lauk.

saran-saran :

  • Banyak makan makanan yang bergizi, sayuran dan buah-buahan.
  • Banyak makan makanan yang berkalori tinggi seperti : daging, ikan, kacang-
  • kacangan, kedelai, kelapa, gula aren.
  • Makan dan tidur dengan teratur.
  • Hindari stress.
  • Mandi dengan air hangat
Resep JAMU : Obat Darah Rendah

Tekanan darah rendah (Hipotensi), tingkat bahayanya hampir sama dengan darah tinggi. Tekanan darah rendah ini terjadi karena darah si penderita kekurangan nutrisi.

Gejala :
  • Kepala pusing, badan lemas, cepat letih dan gemetar
  • Jantung berdebar-debar
  • Mudah kaget dan mudah pingsan.
  • Tidak bersemangat.

Atasi penyakit dara rendah dengan resep berikut :

Bahan : 
  • Susu murni …………....................... 250 ml
  • Gula aren (Arenga pinata) …………......... 25 gr.
  • Kopi bubuk (Coffea arabica) ………………..... 15 gr.
  • Bubuk coklat (Theobroma cacao) ……………….. 20 gr
Cara Pembuatan :

Rebus semua bahan menjadi satu hingga mendidih.

Cara Penggunaan :

Diminum sekaligus pada pagi hari. Lakukan hal sama pada sore hari.

Saran-saran :

  • Banyak makan makanan yang bergizi, sayuran dan buah-buahan.
  • Banyak makan makanan yang berkalori tinggi seperti : daging, ikan, kacang- kacangan, kedelai, kelapa, gula aren.
  • Makan dan tidur dengan teratur.
  • Hindari stress.
  • Mandi dengan air hangat
Resep JAMU : Obat Darah Rendah

Tekanan darah rendah (Hipotensi), tingkat bahayanya hampir sama dengan darah tinggi. Tekanan darah rendah ini terjadi karena darah si penderita kekurangan nutrisi.

Gejala :

  • Kepala pusing, badan lemas, cepat letih dan gemetar
  • Jantung berdebar-debar
  • Mudah kaget dan mudah pingsan.
  • Tidak bersemangat.

Atasi penyakit darah rendah dengan resep berikut :

Bahan : 

  • Wortel (Daucus carota) …………....... 250 gr
  • Bayam (Amaranthus hybrydus) ………….. 100 gr.
  • Seledri (Apium graveolen) ……………….. 150 gr
  • Bit (Beta vulgaris) ………………........ 200 gr
  • Timun (Cucumis sativus) ……………….... 150 gr
  • Kelapa (Cocos nucifera) ……………….... 150 gr

Cara Pembuatan :

Semua bahan dilumat menjadi satu, diperas dan diambil sarinya.

Cara Penggunaan :

Diminum secara rutin setiap pagi.

Saran-saran :

  • Banyak makan makanan yang bergizi, sayuran dan buah-buahan.
  • Banyak makan makanan yang berkalori tinggi seperti : daging, ikan, kacang- 
  • kacangan, kedelai, kelapa, gula aren.
  • Makan dan tidur dengan teratur.
  • Hindari stress.
  • Mandi dengan air hangat

sumber : blog-indonesia.com

Saturday, June 7, 2014

ANEKA MANFAAT BAWANG PUTIH UNTUK KESEHATAN


  • BORNCHITIS
    • Siung bawanng putih + 15 gram jahe + 3 buah mengkudu / pace matang dipotong-potong. Semua bahan lalu diblender dengan air secukupnya, lalu direbus hingga mendidih. Tambahkan madu secukupnya, aduk sampai rata dan kemmudian diminum 
    • (LAKUKAN SECARA TERATUR).
  • INFLUENZA
    • 2 batang daun bawang putih + 10 gram jahe + 2 buah mengkudu / pace yang matang dicuci bersih lalu dipotong-potong. Semua bahan diblender dengan air secukupnya, lalu direbus hingga mendidih kemudian airnya diminum selagi hangat.
  • REMATIK
    • 15 gram akar bawang putih + 5 butir cengkih + 1 buah mengkudu / pace yang matang dicuci lalu dipotong-potong. Semua bahan diblender dengan air secukupnya kemudian diminum.
  • BERI-BERI
    • 1 siung bawang putih + 50 gra pepya matang + 100 gram anggur. Semua bahan dijus tambahkan air secukupnya lalu diminum.
  • MIGRAIN
    • 2 batang daun bawang putih + 15 gram jahe + 5 buah manggis (ambil dagingnya). Semua bahan diblender dengan air secukupnya lalu diminum.
  • DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
    • 1 siung bawang putih + 1 buah pisang + `5 gram jamur hioko yang telah direndam samaoilebut, lalu dikukus hingga matang. Semua bahan diblender dengan air secukupnya, tambahkan 2 sendok makan madu aduk rata kemudian diminum.
  • RADANG TELINGA
    • 2-3 batang daun bawang putih + 30 gram daun lidah buaya yang telah dikupas kulitnya + 3 buah manggis (ambil dagingnya). Semua bahan diblender dengan air scukupnya lalu diminum.
  • SINUSITIS
    • 2 batang daun bawang putih + 10 gram jahe + 10 gram rambut jagung diblender dengan iar hangat secukupnya, lalu diminum.
  •  ASMA
    • 7 Siung bawang putih dimasukan kedalam bagian tengah 1 buah melon ukuran kecil (yang telah dikupas kulitnya) yang telah dilubangi, lalu tutup kembali. Setelah itu kukus sampai matang dan blender dengan air secukupnya, lalu diminum.
  • BATUK
    • 1 siung bawang putih + buah belimbing manis diblender dengan air secukupnya, lalu tambahkan 2 sendok makan madu, aduk rata lalu minum.
  • DIARE
    • 5 buah bawang puith yang telah dukukus, diblender dengan 150 cc air hangat. Minum selagi hangat.
  • GONDONGAN (PAROTITIS)
    • 3 batang daun bawang putih + 1 butir putih telur ayam (rebus hingga matang) diblender dengan air secukupnya + madu secukupnya, aduk rata lalu minum.
  • SERING BUANG AIR KECIL (POLYURIA)
    • Bawang puith secukupnya + 10 gram jahe + 250 gram ubi jalar merah dibakar dengan kertas aluminium foil hingga matang. Semua bahan direndam dengan air garan selama 2 jam, lalu saring airnya. Setelah disaring airnya, semua bahan diblender dengan air secukupnya lalu diminum.
  • HAID TERASA SAKIT
    • 3 batang daun bawang putih + 15 gram adas diblender dengan 200 cc air hangat, lalu diminum.
  • KANKER LAMBUNG
    • 20 gram bawang putih diblender denga air saringan seduhan teh hijau dan 500 cc air panas selama 5 menit, lalu tambahkan 25 gram gula merah kemudian diminum.
  • KANKER PARU-PARU
    • Bawang putih dijus secukupnya, lalu diminum sebanyak 10-30 cc.
  • KANKER PAYUDARA
    • 3 siung bawang puith + 200 gram brokoli dikukus 30 menit , lalu diblender dengan air secukupnya. Tambahkan 2 sendok makan madu, aduk rata lalu diminum.
  • PENCEGAH KERACUNAN
    • 6 gram bawang puith dibersihkan lalu dimakan selama dua kali sehari.
  • BISUL, BOROK DAN BENGKAK KARENA KERACUNAN
    • Bawang putih secukupnya ditumbuk lalu dibubuhkan kebagian tubuh yang sakit tutup denga kain / verban.
  • DISENGAT LIPAN
    • Tumbuk bawang putih secukupnya dan tempelkan pada bagian tubuh yang terasa sakit.
  • OBAT PENCEGAH PIKLEK
    • Tumbuk bawang putih secukupnya sampai halus kemudian tambahkan air matang yang dingin secukupnya sampai tercampur. Campuran ini teteskan ke hidung secara teratur.
  • PENCEGAH DISENTRI
    • 10 gram bawang putih dikupas kulitnya tumbuk halus rendam selama 6 jam dalam air hangat yang matang dan tambahkan gula secukupnya. Bagi tiga bagian dan minum 3 X sehari.
  • TBC
    • 30 gram bawang putih berwarna keunguan kupas kulitnya + 30 gram beras. Bawang putih yang telah dibersihkan masukan kedalam air mendidih selama 1 menit (masak setengah matang). Air rebusan bawang putih campur dengan beras, masak kedalam dandang. Makan setelah makan nasi Lakukan setipa hari dengan tambahan konsumsi bawang putih 4-5 siung setiap hari selama 100 hari.
  • PENCEGAH RADANG SELAPUT OTAK BELAKANG
    • 5 gram bawang putih bersihkan, lalu dimakan pada waktu makan. Selesai makan cuci mulut dengan air garam . Lakukan selama 3 hari.
  • PENDARAHAN HIDUNG
    • Tumbuk 10 gram bawang putih dan letakkan ditelapak kaki bagian tengah penderita. Jika pendarahan berasal dari hidung sebelah kanan, bawang putih tadi letakkan dibagian telapak kaki sebelah kanan penderita, begitu sebaliknya. Jika pendarahan dari kedua lubang hidung, maka letakkan dikedua telapak kaki. Pendarahan tidak akan berhenti sampai telapak kaki panas.
  • RADANG LAMBUNG AKUT.
    • Kupas kulit 6 gram bawang putih tambahkan garam secukupnya kemudian ditumbuk. Kemudian tambahkan air hangat yang matang dan sajikan 1-2 kali sehari kepada penderita. Lakukan selama beberapa hari.
  • PENGUMPULAN CIRAN SEROSA DIDALAM RONGGA PERUT (ASCITES)
    • Penyebabnya karena mengerasnya jaringan hati. Untuk pengobatan bawang putih secukupnya direbus dalam minyak kacang tanah dan dimakan sebagai sayur. Lakukan tiap hari selama 2-3 bulan.
  • IMPOTENSI
    • 10 grma bawang putih + 10 gram adas + 25 gram pulosari + 20 gram merica + 5 gram kunyit + 10 gram madu + 2 butir telur ayam kampung. Bahan adas, pulosari, merica dan bawang putih ditumbuk halus jadi satu dan bubuhi air panas secukupnya. Setelah agak dingin campurkan madu dan kuning telur ayam tadi lalu aduk hingga rata. Ramuan ini diminum menjelang tidur malam atau pada pagi hari dua kali dalam seminggu selama sebulan.
  • MENINGKATKAN STAMINA
    • Makan 1 siung bawang putih bersama daun seledri. Lakukan sehari dua kali ( pagi dan sore hari ).
  • SAKIT GIGI
    • Umbi bawang putih secukupnya dihancurkan terlebih dahulu lalu sisipkan kedalam gigi yang sakit kemudian angkat setelah 15 menit. Bila terasa panas membakar jangan diulangi ramuan ini.
  • ISTRI MANDUL
    • 2 siung bawang putih + 10 gram umbi bangle + 5 gram jungrahap + 5 gram kencur + 5 gram manis jangan. Semua bahana dicampur ditumbuk halus, kemudian diberi air panas lalu diperas dan disaring hingga airnya tersisa1 gelas. Ramuan ini diminum pagi hari dan lakukan dua hari sekali.
  • MEMPERTAHANKAN KEBUGARAN TUBUH
    • Haluskan bawang putih secukupnya + wortel secukupnya + daun seledri + merica bubuk + garam secukupnya. Blender semua bahan sebagai jus. Minum jus tersebut dua kali dalam satu minggu dan lakukan secara teratur.\
  • MEMPERTAHANKAN GAIRAH SEKSUAL
  • MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL
  • MENURUNKAN GULA DARAH
  • MENGHILANGKAN LOGAM BERAT
  • MELINDUNGI SERNGAN KANKER
  • PENAWAR RACUN
  • PENGOBATAN GANGGUAN PENCERNAAN

TANAMAN OBAT DARI KUNIR PUTIH

http://suara-siburung.blogspot.com/2014/06/tanaman-obat-dari-kunir-putih.html

  • Nama ilmiah : Curcuma alba L.
  • Nama daerah : temu putih (Melayu), kunir putih (Jawa), kunir putih (Yogyakarta), berbeda dengan kunyit putih Kaemferia rotunda L. yang biasa disebut temu gombyok.
  • Nama asing : -

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis 
Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam rimpang dan daun kunir putih di antaranya saponin dan polifenol. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kunir putih di antaranya menghentikan pendarahan, anti-inflamasi, menambah nafsu makan, dan antineoplastik (merusak pembentukan ribosom pada sel kanker).

Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kunir putih dapat dilakukan dengan rimpang. Kunir putih dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini memerlukan tempat yang teduh.

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Rimpang dan daun kunir putih dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Menambah nafsu makan
Cud bersih 25 g rimpang kunir putih, kupas kulitnya, lalu blender bersama 2 gelas air. Saring airnya lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Cuci bersih 100 g rimpang kunir putih segar, kupas kulitnya, parut, lalu peras. Saring hasil perasan lalu minum sekaligus satu kali sehari

3. Menghambat pertumbuhan sel kanker
Minum 1/2 sendok teh serbuk kunir putih 3 kali sehari dengan air.

4. Sakit maag, nyeri lambung
Seduh 1 1/2 sendok teh serbuk kunir putih dengan 1 cangkir air panas. Minum seduhan kunir putih 3 kali sehari sebelum makan.

TANAMAN OBAT DARI KUNIR PUTIH

http://kab-berita.blogspot.com/2014/06/tanaman-obat-dari-kunir-putih.html

  • Nama ilmiah : Curcuma alba L.
  • Nama daerah : temu putih (Melayu), kunir putih (Jawa), kunir putih (Yogyakarta), berbeda dengan kunyit putih Kaemferia rotunda L. yang biasa disebut temu gombyok.
  • Nama asing : -

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis 
Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam rimpang dan daun kunir putih di antaranya saponin dan polifenol. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kunir putih di antaranya menghentikan pendarahan, anti-inflamasi, menambah nafsu makan, dan antineoplastik (merusak pembentukan ribosom pada sel kanker).

Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kunir putih dapat dilakukan dengan rimpang. Kunir putih dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik. Tumbuhan ini memerlukan tempat yang teduh.

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Rimpang dan daun kunir putih dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit sebagai berikut.

1. Menambah nafsu makan
Cud bersih 25 g rimpang kunir putih, kupas kulitnya, lalu blender bersama 2 gelas air. Saring airnya lalu minum 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.

Cuci bersih 100 g rimpang kunir putih segar, kupas kulitnya, parut, lalu peras. Saring hasil perasan lalu minum sekaligus satu kali sehari

3. Menghambat pertumbuhan sel kanker
Minum 1/2 sendok teh serbuk kunir putih 3 kali sehari dengan air.

4. Sakit maag, nyeri lambung
Seduh 1 1/2 sendok teh serbuk kunir putih dengan 1 cangkir air panas. Minum seduhan kunir putih 3 kali sehari sebelum makan.

TANAMAN KENANGA UNTUK TANAMAN OBAT

  • Nama ilmiah : Cananga odoratcz
  • Nama daerah : kananga (Sunda), kenanqa (Jawa), sandat (Bali), kupa apale (Sumatera barat), selanga (Gayo), lalingiran (Sulawesi Utara), kananga (Bugis).
  • Nama asing : siang sui su (Cina).

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis 
Bahan kimia yang terkandung pada tumbuhan kenanga di antaranya
minyak asiri. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kenanga adalah anti-malaria.

Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kenanga dapat dilakukan dengan biji atau cangkok. Kenanga dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Bunga kenanga dapat dimanfaatkan untuk rnengobati beberapa penyakit sebagai berikut. 

Rebus 2 kuntum bunga kenanga dengan 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas. Saring air hasil rebusan, lalu minum secara rutin, pagi dan sore hari.

2. Kudis (scabies)
Tumbuk 30 g kulit batang kenanga atau 50 g bunga kenanga, lalu tambahkan minyak VCO atau minyak zaitun. Setelah dingin, oleskan hasil tumbukan pada bagian kulit yang sakit.

Seduh 3 kuntum bunga kenanga kering dalam 1 gelas air panas, lalu tutup rapat. Saring air hasil seduhan, lalu minum secara teratur.

Rebus 1/2 genggam bunga kenanga dan 1 ½ sendok gula putih dalam 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas. Saring air hasil rebusan, lalu minum secara rutin pada pagi dan sore hari.

TANAMAN KENANGA UNTUK TANAMAN OBAT

  • Nama ilmiah : Cananga odoratcz
  • Nama daerah : kananga (Sunda), kenanqa (Jawa), sandat (Bali), kupa apale (Sumatera barat), selanga (Gayo), lalingiran (Sulawesi Utara), kananga (Bugis).
  • Nama asing : siang sui su (Cina).

Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis 
Bahan kimia yang terkandung pada tumbuhan kenanga di antaranya
minyak asiri. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kenanga adalah anti-malaria.

Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan
Perbanyakan kenanga dapat dilakukan dengan biji atau cangkok. Kenanga dirawat dengan disiram air yang cukup, dijaga kelembapan tanahnya, dan dipupuk dengan pupuk organik.

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya
Bunga kenanga dapat dimanfaatkan untuk rnengobati beberapa penyakit sebagai berikut. 

Rebus 2 kuntum bunga kenanga dengan 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas. Saring air hasil rebusan, lalu minum secara rutin, pagi dan sore hari.

2. Kudis (scabies)
Tumbuk 30 g kulit batang kenanga atau 50 g bunga kenanga, lalu tambahkan minyak VCO atau minyak zaitun. Setelah dingin, oleskan hasil tumbukan pada bagian kulit yang sakit.

Seduh 3 kuntum bunga kenanga kering dalam 1 gelas air panas, lalu tutup rapat. Saring air hasil seduhan, lalu minum secara teratur.

Rebus 1/2 genggam bunga kenanga dan 1 ½ sendok gula putih dalam 1 gelas air sampai tersisa 1/2 gelas. Saring air hasil rebusan, lalu minum secara rutin pada pagi dan sore hari.

TANAMAN OBAT KAPULAGA

cara menanam kapulaga dan manfaatnya

Info Tanaman Kapulaga
  • Nama ilmiah : Amomum cardamomuin Willd. = A. cornpactum Solad. ex.Maton.
  • Nama daerah kapolagha (Bali), kapulaga (Jawa), kapulaga (Madura), palago (Sunda), polago puwar (Minangkabau), gandimong (Bugis), kapulaqa (Makasar).
  • Nama asing : ronde kardemon (Inggris).
Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis

Buah kapuiaga memiliki rasa agak pahit dan bersifat hangat. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam kapulaga di antaranya minyak terbang sineol, terpineol dan alftiborneol, b-kamper, protein, gula, lemak, serta silikat.

Efek farmakologis yang dimiliki oleh kapulaga di antaranya untuk obat batuk, obat pent kembung, penurun panas, antitusif, peluruh dahak, dan antimuntah.

Perbanyakan dan Perawatan Tumbuhan

Perbanyakan kapulaga dapat dilakukan dengan rimpang. Kapulaga dirawat dengan disiram air yang cukup, dipupuk dengan pupuk organik, dan dilakukan pemeliharaan untuk pencegahan penyakit.

Bagian Tumbuhan yang Digunakan dan Pemanfaatannya

Seluruh bagian tumbuhan, terutama akar dan buah kapulaga dapat digunakan untuk pengobatan penyakit serta bahan campuran obat.

1. Batuk

Cuci 6 g buah kapulaga sampai bersih, lalu rebus dengan 200 ml air selama 15 menit. Dinginkan, lalu minum sekaligus. Ulangi pengobatan sampai sembuh.

2. Bau badan

Rebus 5 g buah kapulaga, 100 g akar alang-alang, serta 1—2 batang benalu teh (Loranthus sp.) dengan 2 gelas air. Tunggu sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Saring air rebusan, lalu minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

3. Demam dan panas

Cuci 10 g kapulaga, 25 g pulosari, 10 g bawang putih, 25 g merica, dan 25 g kunyit sampai bersih, lalu campur menjadi satu. Tumbuk halus bahan-bahan tersebut, lalu tambahkan air panas secukupnya sehingga membentuk larutan. Tambahkan satu sendok makan madu murni dan dua butir kuning telur ayam kampung. Aduk sampai rata. Minum larutan 2—3 jam setelah makan malam setiap hari selama 1 bulan.

4. Kejang perut, rematik

Seduh 6 g buah kapulaga yang sudah dikeringkan dengan 1 gelas air mendidih, lalu dinginkan. Minum sekaligus satu gelas sehari.

5. Pencegah mual

Cud 5 g buah kapulaga, 100 g akar alang-alang, serta 1—2 batang benalu teh (Loranthus sp.) sampai bersih, lalu tambahkan 2 gelas air. Rebus semua bahan sampai air rebusan tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Saring air rebusan lalu minum dua kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

6. Radang amandel, gangguan haid, kejang perut, obat kumur, influenza, radang lambung, sesak napas, badan lemah (sebagai tonikum)

Cuci 5 g buah kapulaga, 100 g akar alang-alang, serta 1—2 batang benalu teh (Loranthus sp.) sampai bersih, Rebus semua bahan dengan 2 gelas sampai tersisa 1 gelas, lalu dinginkan. Saring air rebusannya lalu minum dua kali sehari masing-masing setengah gelas.

PENGOBATAN PENYAKIT DARI BAWANG MERAH


Banyak khasiat bawang merah yang bisa digunakan untuk pengobatan sejumlah penyakit antara lain :

  • Sifat minyak yang terkandung dalam air bawang merah bisa digunakan untuk membunuh sejumlah mikroba staphylococci, juga mikroba streptococci yg merupakan jenis mikroba penyebab penyakit radang pada torak dan kerongkongan. Dapat membunuh mikroba diphtreria, amuba disentri, dan mikroba TBC.Cara penggunaannya yaitu dengan menghirup aroma atau memakannya
  • Dapat meminimalisir pembekuan darah, caranya dengan memakan umbi bawang merah mentah yang di campur dengan keju.
  • Menjadikanya sebagai bahan kompres untuk menyembuhkan penyakit dari luar. Caranya yaitu dengan memotong-motong bawang merah menjadi beberapa bagian kecil selanjutnya dipanaskan. Cara penggunaaan kompresan yaitu dengan meletakannya pada bagian-bagian tubuh yg akan diobati lalu mengikatnya. Kompresan ini diganti setiap 12 jam. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan cara ini antara lain : Batuk rejan dan radang paru. Letakkan kompresan di bagian dada. Melancarkan buang air kecil, letakkan kompresan diatas ginjal / kantong kemih. Gangguan pada fungsi pengaturan darah, letakkan kompresan pada bagian atas telapak kaki. Mengeluarkan darah kotor dan nanah, letakkan kompresan di bagian atas luka.
  • Menghilangkan rasa perih pada bagian-bagian tubuh yang luka dengan memanfaatkan air perasan bawang merah.
  • Menghilangkan pecah-pecah pada bagian puting. Caranya bawang merah dihaluskan dan mencampurnya dengan minyak zaitun, lalu di oleskan kebagian kulit yang pecah-pecah.
  • Menyembuhkan penyakit cacingan pada anak-anak. Caranya beri si anak minuman hasil seduhan dari potongan-potongan bawang merah yang telah disimpan selama satu malam. Sebelum diminumkan, tambahkan dahulu sedikit madu kedalam seduhan tersebut.
  • Menghilangkan rasa pusing dan menyadarkan orang pingsan. Caranya dengan mendekatkan bawang merah mentah ke bagian hidung penderita.
  • Membantu menghilangkan kalu dan mata ikan pada bagian kaki.
  • Pengunaan bawang merah lainnya yaitu dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah. Juga bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit flu.

PENGOBATAN PENYAKIT DARI BAWANG MERAH


Banyak khasiat bawang merah yang bisa digunakan untuk pengobatan sejumlah penyakit antara lain :

  • Sifat minyak yang terkandung dalam air bawang merah bisa digunakan untuk membunuh sejumlah mikroba staphylococci, juga mikroba streptococci yg merupakan jenis mikroba penyebab penyakit radang pada torak dan kerongkongan. Dapat membunuh mikroba diphtreria, amuba disentri, dan mikroba TBC.Cara penggunaannya yaitu dengan menghirup aroma atau memakannya
  • Dapat meminimalisir pembekuan darah, caranya dengan memakan umbi bawang merah mentah yang di campur dengan keju.
  • Menjadikanya sebagai bahan kompres untuk menyembuhkan penyakit dari luar. Caranya yaitu dengan memotong-motong bawang merah menjadi beberapa bagian kecil selanjutnya dipanaskan. Cara penggunaaan kompresan yaitu dengan meletakannya pada bagian-bagian tubuh yg akan diobati lalu mengikatnya. Kompresan ini diganti setiap 12 jam. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan dengan cara ini antara lain : Batuk rejan dan radang paru. Letakkan kompresan di bagian dada. Melancarkan buang air kecil, letakkan kompresan diatas ginjal / kantong kemih. Gangguan pada fungsi pengaturan darah, letakkan kompresan pada bagian atas telapak kaki. Mengeluarkan darah kotor dan nanah, letakkan kompresan di bagian atas luka.
  • Menghilangkan rasa perih pada bagian-bagian tubuh yang luka dengan memanfaatkan air perasan bawang merah.
  • Menghilangkan pecah-pecah pada bagian puting. Caranya bawang merah dihaluskan dan mencampurnya dengan minyak zaitun, lalu di oleskan kebagian kulit yang pecah-pecah.
  • Menyembuhkan penyakit cacingan pada anak-anak. Caranya beri si anak minuman hasil seduhan dari potongan-potongan bawang merah yang telah disimpan selama satu malam. Sebelum diminumkan, tambahkan dahulu sedikit madu kedalam seduhan tersebut.
  • Menghilangkan rasa pusing dan menyadarkan orang pingsan. Caranya dengan mendekatkan bawang merah mentah ke bagian hidung penderita.
  • Membantu menghilangkan kalu dan mata ikan pada bagian kaki.
  • Pengunaan bawang merah lainnya yaitu dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah. Juga bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit flu.

Friday, May 16, 2014

ANEKA MACAM CARA ALAMI UNTUK MENYEMBUHKAN MIMISAN

ANEKA MACAM CARA ALAMI
UNTUK MENYEMBUHKAN MIMISAN

Perawatan awal pada mimisan dapat di lakukan dengan duduk dengan posisi kepala condong ke depan dan jangan menunduk, jepit hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk selama 5 menit ( jangan di lepaskan ) serta bernafaslah dengan mulut. Kompres hidung dengan kain yang telah di celupkan ke dalam air es.

Dengan memajukan kepala berarti darah tidak akan mengalir kembali ke tenggorokan, untuk mencegah iritasi , batuk, tersedak ataupun munah darah. Posisi duduk juga membuat aliran darah menjadi lebih lambat. Untuk mengoptimalkan penyembuhan, lebih baik dengan di padukan memakai resep tradisional yang akan membantu proses penyembuhan mimisan.

Resep tradisional untuk mengatasi mimisan :



Caranya : Rebus 60 g akar alang - alang dengan 400 cc air hingga tersisa setengahnya, saring dan minum airnya selagi hangat 2 kali sehari.


Caranya : Tumbuk hingga halus 2 ikat kangkung, kemudian peras airnya selanjutnya campurkan dengan 1 sendok makan madu dan minum 1 kali sehari.


Caranya : Cuci bersih 1 lembar daun sirih muda, kemudian lumatkan hingga keluar minyaknya. Selanjutnya gunakan untuk menyumbat hidung yang mimisan.

Resep 4 Cara Alami Atasi Mimisan

Caranya : Rebus 60 g pegagan segar dengan 600 cc air hingga tersisa setengahnya. Saring dan minum airnya selagi hangat.


Caranya : Rebus 25 g kulit ari kacang tanah dengan 400 cc air hingga tersisa setengahnya, kemudian saring air rebusan tersebut dan minum selagi hangat 2 kali sehari.


Caranya : Rebus 50 g rambut jagung dengan 400 cc air hingga tersisa setengahnya, kemudian saring dan minum selagi hangat.

Tuesday, April 29, 2014

MANFAAT BUAH RIMBANG UNTUK KESEHATA

Di percaya oleh Masyarakat bisa untuk menyembuhkan Mata yang minus, Plus atau yang Rabun karena sesuatu hal. Namun Penelitian belum dilakukan oleh medis, namun kepercayaan Masyarakat tentang itu sangat di perkuat dengan berbagai kesembuhan yang datang kepada sebagian orang.

Tanaman ini juga mengandung banyak khasiat bagi kesehatan dan termasuk salah satu tanaman obat yang selain buahnya, daun dan bunganya juga dapat dimanfaatkan.

Adapun kandungan kimia pada daun, bunga dan buahnya antara lain, Saponin, Tanin, Flavonid, Alkaloid, Protein Lemak, Kalsium, Fosfor, Zat Besi serta Vitamin A, B dan C. Yang dapat dimanfaatkan sebagai obat jantung berdebar (daun), kepala pusing, kurang nafsu makan serta tekanan darah tinggi (daun dan buahnya).

Buah rimbang selain di percaya masyarakat untuk menyembuhkan mata minus Rimbang juga mengandung vitamin A disamping itu Kandungan vitamin C-nya juga cukup tinggi 

Buah ini Bisa Mengobati : 
  • Pinggang kaku, 
  • Bengkak terpukul,
  • Sakit lambung,
  • Tidak datang bulan, 
  • Jantung berdebar..

Wednesday, February 19, 2014

Benarkah Tanaman Bidara Dapat Mengusir Malaria?


Tanaman yang memiliki nama latin ziziphus mauritinia ini merupakan tanaman tropis dan telah dikenal sejak lama di seluruh belahan dunia. Di Indonesia dikenal dengan nama bidara, dan memiliki banyak manfaat baik dari daun, buah maupun umbinya. Buah bidara kaya akan kandungan vitami C yang lebih tinggi dari pada buah apel dan jeruk. Sementara bunga bidara menjadi sumber nektar bagi lebah, dan kayu bidara dapat digunakan dalam beberapa furnitur kayu. Sebagai tanaman obat bidara banyak diolah sebagai obat herbal dalam bentuk ekstrak. Beberapa jenis penyakit diyakini akan dapat teratasi dengan bidara seperti malaria.

Penyakit malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit protozoa yang menyerang sel darah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anoplest betina. Parasit malaria berkembang biak dalam sel darah merah penderita, dan memiliki gejala sakit kepala, mual muntah dan demam tinggi. Obat herbal berbahan dasar bidara bermanfaat sebagai pencegah malaria karena memberi efek perlindungan terhadap tubuh penderita dari serangan parasit protozoa penyebab malaria. Sementara bagi penderita yang terinfeksi malaria, manfaat bidara adalah mengendalikan metabolisme trigliserida dalam darah penderita malaria.

Trigliserida adalah lemak yang diproduksi oleh pankreas hasil dari metabolisme makanan , dalam jumlah yang normal ia memiliki fungsi penting sebagai sumber energi dan sirkulasi makanan berlemak dalam tubuh. Pada orang yang terinfeksi penyakit malaria jumlah trigliserida mengalami peningkatan yang tinggi. Lonjakan trigliserida yang tinggi akan memicu peningkatan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah, sehingga berpeluang terjadinya komplikasi pada penderita malaria.

Berdasar sebuah penelitian di Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa penderita malaria yang mengkonsumsi ekstrak bidara pada pekan pertama infeksi menunjukkan terjaganya tingkat trigliserid dalam batas wajar, sehingga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

Benarkah Tanaman Bidara Dapat Mengusir Malaria?


Tanaman yang memiliki nama latin ziziphus mauritinia ini merupakan tanaman tropis dan telah dikenal sejak lama di seluruh belahan dunia. Di Indonesia dikenal dengan nama bidara, dan memiliki banyak manfaat baik dari daun, buah maupun umbinya. Buah bidara kaya akan kandungan vitami C yang lebih tinggi dari pada buah apel dan jeruk. Sementara bunga bidara menjadi sumber nektar bagi lebah, dan kayu bidara dapat digunakan dalam beberapa furnitur kayu. Sebagai tanaman obat bidara banyak diolah sebagai obat herbal dalam bentuk ekstrak. Beberapa jenis penyakit diyakini akan dapat teratasi dengan bidara seperti malaria.

Penyakit malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit protozoa yang menyerang sel darah yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anoplest betina. Parasit malaria berkembang biak dalam sel darah merah penderita, dan memiliki gejala sakit kepala, mual muntah dan demam tinggi. Obat herbal berbahan dasar bidara bermanfaat sebagai pencegah malaria karena memberi efek perlindungan terhadap tubuh penderita dari serangan parasit protozoa penyebab malaria. Sementara bagi penderita yang terinfeksi malaria, manfaat bidara adalah mengendalikan metabolisme trigliserida dalam darah penderita malaria.

Trigliserida adalah lemak yang diproduksi oleh pankreas hasil dari metabolisme makanan , dalam jumlah yang normal ia memiliki fungsi penting sebagai sumber energi dan sirkulasi makanan berlemak dalam tubuh. Pada orang yang terinfeksi penyakit malaria jumlah trigliserida mengalami peningkatan yang tinggi. Lonjakan trigliserida yang tinggi akan memicu peningkatan penumpukan kolesterol pada pembuluh darah, sehingga berpeluang terjadinya komplikasi pada penderita malaria.

Berdasar sebuah penelitian di Universitas Diponegoro menunjukkan bahwa penderita malaria yang mengkonsumsi ekstrak bidara pada pekan pertama infeksi menunjukkan terjaganya tingkat trigliserid dalam batas wajar, sehingga memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik.

Sunday, February 9, 2014

CARA BUDIDAYA BUNGA GARBERA


Daun Dewa merupakan salah satu tanaman herbal yang diusahakan Petani untuk memenuhi bahan baku industri obat sekaligus melestarikan lingkungan hidup. Dalam rangka melaksanakan budidaya daun dewa yang baik (Good Agricultura Practice) berikut ini kami sajikan budidaya dan pasca panen daun dewa.

A. Budidaya Daun Dewa

Budidaya tanaman obat, termasuk daun dewa, dilakukan untuk tujuan melestarikan lingkungan hidup dan memenuhi bahan baku obat tradisional. Dalam budi daya tanaman obat, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Setiap tahap mempunyai ciri tersendiri dan memerlukan perhatian khusus. Masalah penanganan pasca panen juga ikut berperan dalam menentukan mutu atau kualitas bahan yang dihasilkan.

1. Lokasi Tumbuh
Daun dewa dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl (dari permukaan laut). Disamping itu, tanaman tersebut tumbuh di daerah yang beriklim sedang sampai basah dengan curah hujan 1.500 – 3.500 mm/tahun dengan tanah yang agak lembab sampai subur.

2. Persiapan Lahan
Lahan yang akan ditanami bisa disiapkan dengan membuat bedengan–bedengan selebar 2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Di bedengan tersebut dibuat lubang tanam dengan ukuran sekitar 20 x 20 x 20 cm.

3. Pembibitan
Memperbanyak tanaman daun dewa bisa dilakukan dengan stek batang dan tunas akar. Stek batang dibuat dengan panjang antara 15-20 cm dan bagian bawah batang dipotong miring agar daerah tumbuh perakaran menjadi lebih luas. Stek ditanam di persemaian dengan cara dibenamkan sepertiga bagian ke dalam media tanam. Media tanam untuk persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 70:30 atau 50:50. Cara memperbanyak dengan tunas yang diambil dapat dengan atau tanpa akar. Penanaman tunas dilakukan seperti stek batang. Memperbanyak daun dewa sangat mudah dilakukan, yakni dengan cara stek cabang sekunder, umbi, atau tunas anakan. Penyiraman harus dilakukan setiap hari. Lama persemaian sekitar 3 bulan.

4. Penanaman
Sambung nyawa yang diperoleh dari setek yang sudah berakar bisa ditanam di lubang-lubang tanam yang sudah disiapkan setelah berumur sekitar 3 bulan. Jarak tanam ideal adalah 50x75 cm.

Sementara itu, penanaman daun dewa dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Umbi tanaman bisa langsung ditanam, dalam beberapa hari, di atas umbi akan tumbuh anakan.
b. Jika tingginya sudah mencapai 15-20 cm, anakan bisa dipisahkan dari umbinya, selanjutnya anakan tanpa akar tersebut dapat ditanam kembali.
c. Jika tanaman sudah tua, dari atas tanaman timbul tangkai-tangkai anakan. Jika tingginya sudah mencapai 15 cm, dipotong dan ditanam kembali.

5. Pemupukan
Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik, berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk tersebut diberikan sekitar 5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan 3-7 hari sebelum penanaman dengan cara diaduk dengan tanah di dalam lubang tanam.

6. Perawatan Tanaman
Penyiraman sangat memegang peranan penting terhadap penampilan daun. Karena itu, harus dilakukan secara rutin setiap hari. Penyiangan atau pemberantasan rumput-rumput dan tumbuh pengganggu (gulma) harus dilakukan secara rutin.

7. Penanggulangan Hama dan Penyakit
Hama utama yang menyerang daun dewa adalah ulat jengkel (Nyctemera coleta) dan kumbung Psylliodes sp. Ulat jengkel memakan daun sampai habis dan yang tersisa hanya tulang daun. Sementara itu, serangan kumbang mengakibatkan daun menjadi berlubang-lubang. Untuk mengurangi sarangan hama tersebut harus dilakukan pemangkasan daun-daun yang rusak, berlubang-lubang, dan daun yang menyentuh tanah. Jika terjadi ledakan hama, perlu digunakan insektisida sintetis, seperti Dikhlorvos atau Fentrotion dengan dosis 1 ml atau 1 gram per liter sebanyak 4-5 helai kearah pucuk.

8. Panen
Panen pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik atau memangkas daun sebanyak 4-5 helai daun kearah puncak. Di batang bekas pangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru yang dapat dipanen kembali secara bertahap.

B. Penanganan Pasca Panen

Pasca panen merupakan suatu tahap pengolahan dari bahan-bahan yang telah dipanen. Pengolahan pascapanen harus dilakukan secara benar, karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan zat berkhasiat yang terkandung dalam tanaman obat yang akan digunakan. Salah satu contoh penanganan pascapanen adalah dibuat simplisia.

1. Proses Pembuatan Simplisia
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan untuk obat, belum mengalami pengolahan apapun, dan jika tidak disebutkan lain, simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani, dan simplisia pelikan atau mineral. Simplisia nabati adalah simplia berupa tanaman utuh, bagian tanaman, atau eksudat tanaman. Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia berupa bahan pelikan atau mineral yang belum atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni. Untuk menjamin keseragaman senyawa aktif, keamanan, dan kegunaannya, simplisia harus memenuhi persyaratan minimal.

2. Tahap Pembuatan Simplisia
a. Pengumpulan Bahan Baku
Kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia tergantung pada bagian tanaman yang digunakan, umur tanaman atau bagian tanaman saat panen, waktu panen, dan lingkungan tempat tumbuh.

b. Sortasi Basah
Kegiatan sortasi perlu dilakukan untuk membuang bahan lain yang tidak berguna atau berbahaya.

c. Pencucian
Bahan simplisia yang mengandung zat yang mudah larut dalam air sebaiknya dicuci sesingkat mungkin.

d. Perajangan
Tanaman yang baru diambil sebaiknya tidak langsung dirajang, tetapi dijemur dalam keadaan utuh selama 1 hari.

e. Pengeringan
Tujuan pengeringan adalah untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suhu pengeringan, kelembaban udara, aliran udara, waktu pengeringan, dan luas permukaan bahan.

f. Sortasi Kering
Sortasi setelah pengeringan merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Tujuan sortasi adalah untuk memisahkan benda asing, seperti bagian-bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotoran-pengotoran lain yang masih ada dan tertinggal.

g. Pengepakan dan Penyimpanan
Tujuan pengepakan dan penyimpanan adalah untuk melindungi agar simplisia tidak rusak atau berubah mutunya karena beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar. Sebaiknya simplisia disimpan di tempat yang kering, tidak lembab, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

h. Pemeriksaan Mutu
Simplisia harus memenuhi persyaratan umum untuk simplisia seperti yang disebutkan dalam buku Farmakope Indonesia, Ekstra Farmakope Indonesia, atau Materia Medika Indonesia.

Sumber :
http://ditjenbun.deptan.go.id

CARA BUDIDAYA BUNGA GARBERA


Daun Dewa merupakan salah satu tanaman herbal yang diusahakan Petani untuk memenuhi bahan baku industri obat sekaligus melestarikan lingkungan hidup. Dalam rangka melaksanakan budidaya daun dewa yang baik (Good Agricultura Practice) berikut ini kami sajikan budidaya dan pasca panen daun dewa.

A. Budidaya Daun Dewa

Budidaya tanaman obat, termasuk daun dewa, dilakukan untuk tujuan melestarikan lingkungan hidup dan memenuhi bahan baku obat tradisional. Dalam budi daya tanaman obat, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Setiap tahap mempunyai ciri tersendiri dan memerlukan perhatian khusus. Masalah penanganan pasca panen juga ikut berperan dalam menentukan mutu atau kualitas bahan yang dihasilkan.

1. Lokasi Tumbuh
Daun dewa dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.200 m dpl (dari permukaan laut). Disamping itu, tanaman tersebut tumbuh di daerah yang beriklim sedang sampai basah dengan curah hujan 1.500 – 3.500 mm/tahun dengan tanah yang agak lembab sampai subur.

2. Persiapan Lahan
Lahan yang akan ditanami bisa disiapkan dengan membuat bedengan–bedengan selebar 2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Di bedengan tersebut dibuat lubang tanam dengan ukuran sekitar 20 x 20 x 20 cm.

3. Pembibitan
Memperbanyak tanaman daun dewa bisa dilakukan dengan stek batang dan tunas akar. Stek batang dibuat dengan panjang antara 15-20 cm dan bagian bawah batang dipotong miring agar daerah tumbuh perakaran menjadi lebih luas. Stek ditanam di persemaian dengan cara dibenamkan sepertiga bagian ke dalam media tanam. Media tanam untuk persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 70:30 atau 50:50. Cara memperbanyak dengan tunas yang diambil dapat dengan atau tanpa akar. Penanaman tunas dilakukan seperti stek batang. Memperbanyak daun dewa sangat mudah dilakukan, yakni dengan cara stek cabang sekunder, umbi, atau tunas anakan. Penyiraman harus dilakukan setiap hari. Lama persemaian sekitar 3 bulan.

4. Penanaman
Sambung nyawa yang diperoleh dari setek yang sudah berakar bisa ditanam di lubang-lubang tanam yang sudah disiapkan setelah berumur sekitar 3 bulan. Jarak tanam ideal adalah 50x75 cm.

Sementara itu, penanaman daun dewa dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Umbi tanaman bisa langsung ditanam, dalam beberapa hari, di atas umbi akan tumbuh anakan.
b. Jika tingginya sudah mencapai 15-20 cm, anakan bisa dipisahkan dari umbinya, selanjutnya anakan tanpa akar tersebut dapat ditanam kembali.
c. Jika tanaman sudah tua, dari atas tanaman timbul tangkai-tangkai anakan. Jika tingginya sudah mencapai 15 cm, dipotong dan ditanam kembali.

5. Pemupukan
Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik, berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk tersebut diberikan sekitar 5 gram untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan 3-7 hari sebelum penanaman dengan cara diaduk dengan tanah di dalam lubang tanam.

6. Perawatan Tanaman
Penyiraman sangat memegang peranan penting terhadap penampilan daun. Karena itu, harus dilakukan secara rutin setiap hari. Penyiangan atau pemberantasan rumput-rumput dan tumbuh pengganggu (gulma) harus dilakukan secara rutin.

7. Penanggulangan Hama dan Penyakit
Hama utama yang menyerang daun dewa adalah ulat jengkel (Nyctemera coleta) dan kumbung Psylliodes sp. Ulat jengkel memakan daun sampai habis dan yang tersisa hanya tulang daun. Sementara itu, serangan kumbang mengakibatkan daun menjadi berlubang-lubang. Untuk mengurangi sarangan hama tersebut harus dilakukan pemangkasan daun-daun yang rusak, berlubang-lubang, dan daun yang menyentuh tanah. Jika terjadi ledakan hama, perlu digunakan insektisida sintetis, seperti Dikhlorvos atau Fentrotion dengan dosis 1 ml atau 1 gram per liter sebanyak 4-5 helai kearah pucuk.

8. Panen
Panen pertama dapat dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik atau memangkas daun sebanyak 4-5 helai daun kearah puncak. Di batang bekas pangkasan akan tumbuh tunas-tunas baru yang dapat dipanen kembali secara bertahap.

B. Penanganan Pasca Panen

Pasca panen merupakan suatu tahap pengolahan dari bahan-bahan yang telah dipanen. Pengolahan pascapanen harus dilakukan secara benar, karena akan berpengaruh terhadap kualitas dan zat berkhasiat yang terkandung dalam tanaman obat yang akan digunakan. Salah satu contoh penanganan pascapanen adalah dibuat simplisia.

1. Proses Pembuatan Simplisia
Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan untuk obat, belum mengalami pengolahan apapun, dan jika tidak disebutkan lain, simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani, dan simplisia pelikan atau mineral. Simplisia nabati adalah simplia berupa tanaman utuh, bagian tanaman, atau eksudat tanaman. Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia berupa bahan pelikan atau mineral yang belum atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni. Untuk menjamin keseragaman senyawa aktif, keamanan, dan kegunaannya, simplisia harus memenuhi persyaratan minimal.

2. Tahap Pembuatan Simplisia
a. Pengumpulan Bahan Baku
Kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia tergantung pada bagian tanaman yang digunakan, umur tanaman atau bagian tanaman saat panen, waktu panen, dan lingkungan tempat tumbuh.

b. Sortasi Basah
Kegiatan sortasi perlu dilakukan untuk membuang bahan lain yang tidak berguna atau berbahaya.

c. Pencucian
Bahan simplisia yang mengandung zat yang mudah larut dalam air sebaiknya dicuci sesingkat mungkin.

d. Perajangan
Tanaman yang baru diambil sebaiknya tidak langsung dirajang, tetapi dijemur dalam keadaan utuh selama 1 hari.

e. Pengeringan
Tujuan pengeringan adalah untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah suhu pengeringan, kelembaban udara, aliran udara, waktu pengeringan, dan luas permukaan bahan.

f. Sortasi Kering
Sortasi setelah pengeringan merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Tujuan sortasi adalah untuk memisahkan benda asing, seperti bagian-bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotoran-pengotoran lain yang masih ada dan tertinggal.

g. Pengepakan dan Penyimpanan
Tujuan pengepakan dan penyimpanan adalah untuk melindungi agar simplisia tidak rusak atau berubah mutunya karena beberapa faktor, baik dari dalam maupun dari luar. Sebaiknya simplisia disimpan di tempat yang kering, tidak lembab, dan terhindar dari sinar matahari langsung.

h. Pemeriksaan Mutu
Simplisia harus memenuhi persyaratan umum untuk simplisia seperti yang disebutkan dalam buku Farmakope Indonesia, Ekstra Farmakope Indonesia, atau Materia Medika Indonesia.

Sumber :
http://ditjenbun.deptan.go.id

CARA MEMPERBANYAK TANAMAN NYAWA


Seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang tanaman yang berkhasiat obat, diketahui banyak jenis tanaman yang bermanfaat sebagai obat. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah sambung nyawa atau sambang nyawa. Tanaman sambung nyawa (Gynura procumbens) termasuk ke dalam suku Asteraceae, dan pada beberapa daerah dikenal dengan sebutan ngokilo. Sambang nyawa merupakan salah satu tanaman obat yang cukup potensial untuk dikembangkan berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah, gangguan pada kantong kemih, menurunkan panas, menghilangkan rasa nyeri pada pembengkakan, dan juga penyakit ginjal.

Sebuah hasil penelitian menyatakan bahwa ekstrak etanol daun sambang nyawa mampu menghambat pertumbuhan tumor pada mencit karena diinfus dengan benzpirena. Lebih jauh dinyatakan bahwa pada dosis 2,23 mg/0,2 ml dan 4,46 mg/0,2 ml dari ekstrak heksan mampu menghambat pertumbuhan kanker. Sambang nyawa bersifat manis, tawar, dingin dan sedikit toksik. Rasa manis mempunyai sifat menguatkan (tonik) dan menyejukkan.

Sambung nyawa dapat tumbuh di selokan, pagar rumah, pinggiran hutan, padang rumput dan ditemukan pada ketinggian 1 - 1.200 m dpl, tumbuh di dataran yang beriklim sedang sampai basah dengan curah hujan 1.500 – 3.500 mm/tahun dan tumbuh baik pada tanah yang agak lembab sampai lembab dan subur.

Tanaman ini diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Bangsa : Asterales
Suku : Compositae
Marga : Gynura
Jenis : Gynura procumbens Lour Merr.
Nama umum/dagang : sambung nyawa
Nama daerah : beluntas cina, daun dewa (Melayu)

Sambang nyawa merupakan tanaman semak semusim dengan tinggi 20 - 60 cm. Batangnya lunak, dengan penampang bulat, berwarna hijau keunguan. Daun sambung nyawa tunggal, bentuk bulat telur dan berwarna ungu kehijauan, tepi daun rata atau agak bergelombang, panjang mencapai 15 cm lebar 7 cm. Daun bertangkai, letak berseling, berdaging, ujung dan pangkal me-runcing, serta pertulangan menyirip dan berakar serabut. Tanaman ini tidak berbunga dan berbuah.

Penanaman

Perbanyakan sambang nyawa dilakukan dengan menggunakan bahan tanaman setek batang dan tunas akar. Setek batang yang digunakan berukuran panjang 15 - 20 cm. Bila menggunakan tunas akar dilakukan dengan mencabut atau memisahkan tunas dari tanaman induk. Penanaman tunas dilakukan seperti pada stek batang. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah + pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Tanaman sebaiknya mendapat naungan dengan mendapatkan in-tensitas sinar matahari sekitar 60%. Penyiraman dilakukan setiap hari dengan lama penyemaian 2 - 3 bulan.

Jarak tanam yang ideal 50 x 75 cm, panjang disesuaikan dengan lahan dengan lubang tanam 20 x 20 x 20 cm

Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos. Pupuk diberikan 5 g setiap tanaman dan diberikan 3 - 7 hari sebelum penanaman. Pemupukan lanjutan dapat diberikan gandasil-D dengan dosis 0,2 sampai 0,3 %.

Organisme pengganggu

Dijumpai 4 jenis hama yang menyerang tanaman ini, yakni Plococcus sp., Sylepta chinensis, Ularchis miliaris, dan Acrida turhita. Serangan yang ditimbulkan terlihat dengan penampilan daun yang hanya tinggal tulangnya atau daun yang berlubang-lubang. Untuk mengurangi serangan hama dilakukan pengendalian secara organik dan dapat digunakan mulsa yang berasal dari daun orok-orok kebo dan daun lamtoro.

Perbanyakan tanaman melalui kultur in vitro

Aplikasi teknologi dengan cara kultur jaringan dapat juga diterapkan untuk memperoleh bahan tanaman seragam secara cepat dan mendapatkan tanaman yang bebas penyakit serta dapat juga diterapkan teknik penyimpanan plasma nutfah. Media untuk multiplikasi tunas sambang nyawa adalah Murashige dan Skoog yang dapat diperkaya dengan Benzil Adenin pada konsentrasi 0 sampai 1 mg/l. Penggunaan media MS tanpa zat pengatur tumbuh dapat diterapkan pada tahap awal kultur, karena tingginya kandungan auksin endogen, dan pada media tersebut menghasilkan jumlah tunas rata-rata 5,4 setelah masa kultur 2 bulan. Penambahan BA pada media dilakukan setelah memasuki umur kultur 2 tahun, bila tidak ada penambahan zat pengatur tumbuh, daya multiplikasi tunas rendah. Sambang nyawa diduga memiliki kandungan hormon endogen yang cukup untuk multiplikasi tunas.

Media perakaran terbaik adalah MS + IAA 0,1 dengan panjang akar 9,3 cm dan jumlah daun 12/tunas. Akar yang terbentuk tidak hanya dipangkal batang, tetapi juga terbentuk rambut akar yang ditemu-kan pada ruas-ruas batang. Plantlet yang telah terbentuk selanjutnya diaklimatisasi di rumah kaca dapat menggunakan media pupuk kan-dang, sekam atau kompos selama 4 minggu. Keberhasilan aklimatisasi menggunakan pupuk kandang + tanah (1 : 1) mencapai 90%.

Dari hasil perbanyakan in vitro dengan menggunakan tunas pucuk pada media MS dengan kadar gula 0,10 dan 20 g/l, ternyata tunas memiliki kemampuan tumbuh yang hampir sama dengan tunas yang ditanam pada media yang mengan-dung gula 10 dan 20 g/l, bahkan akar terbentuk 5 - 7 hari setelah penanaman.

Penyimpanan secara in vitro dalam keadaan tumbuh dapat dilakukan dengan menggunakan media perbanyakan (MS + BA0,1 mg/l) ataupun menggunakan media penghambat. Media perbanyakan yang digunakan adalah MS dengan konsentrasi BA 0,1 mg/l dapat pula diterapkan pada tanaman. Pembaruan media kultur dapat dilakukan sekali 8 bulan, dalam kondisi media yang telah berkurang dan penampilan tanaman yang memperlihatkan adanya daun yang mulai menguning. Saat ini umur kultur sambang nyawa telah memasuki periode 3 tahun kultur. Sedangkan bila menggunakan media penghambat paclobutrazol dan ABA serta secara enkapsulasi penyimpan-an dapat berlangsung sampai 6 bulan.

Kandungan kimia

Kandungan kimia yang ditemukan pada tanaman ini adalah saponin, flavanoida seperti asam klorogenat, asam kafeat, asam p-kumarat, asam p-hidroksibenzoat dan asam vanilat. Daun sambang nyawa mengandung minyak atsiri 0,05% minyak atsiri dengan komponen utama germakrena β (23,71%), β-kadinena (20,19%) dan sedicanol (22,42%). Dengan menggunakan metode perhitungan secara Reed-Muench diketahui bahwa LD50 ekstrak etanol daun sambang nyawa sebesar 5.556 g/kg BB. Jika diasumsikan berat badan orang dewasa rata-rata 50 kg, LD50 tercapai jika mengkonsumsi sebanyak 27,78 g ekstrak atau lebih kurang sama dengan daun sambung nyawa segar sejumlah 277 g. Jadi jika kita mengkonsumsi daun sam-bung nyawa 6 - 15 lembar sehari, kondisi ini masih aman.

Panen dan pengolahan simplisia

Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur sekitar 4 bulan. Pemanenan dilakukan dengan cara memetik atau memangkas daun sebanyak 4 - 5 helai ke arah puncak. Pada budidaya sambang nyawa secara monokultur dapat diproduksi daun segar 50,75 ton/ha.

Daun yang dipanen dapat dikonsumsi segar dalam bentuk lalaban atau dibuat urap dan dapat juga disimpan dalam bentuk simplisia. Simplisia dibuat dengan cara mengiris daun dan dijemur selama beberapa hari untuk mengurangi kadar air. Dapat pula dilakukan dengan cara pengeringan pada oven pada suhu 400C, selama 5 hari diperoleh simplisia sebesar 4,25 ton/ha dengan kadar air 8%, kadar sari larut dalam etanol sebesar 6%, kadar sari larut dalam air sebesar 30% serta kadar ekstrak etanol sebesar 5,1%. Simplisia daun yang dihasilkan berwarna hijau kecokelatan, berbau harum dan berasa sedikit asam. Simplisia selanjutnya digerus dan diayak. Bagian yang halus selanjutnya disimpan dalam bentuk kapsul dan siap dikonsumsi.
 
Copyright 2010 dunia burung kicau. All rights reserved.
Themes by Ex Templates Blogger Templates l Home Recordings l Studio Rekaman